Dipublikasikan: 3 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 3 Desember 2025
Dipublikasikan: 3 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 3 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Zero-Sum Fallacy adalah kesalahan berpikir yang muncul ketika seseorang mengasumsikan bahwa suatu situasi adalah permainan jumlah-nol (zero-sum game), yaitu kondisi di mana satu pihak hanya bisa memperoleh keuntungan jika pihak lain mengalami kerugian. Padahal, dalam banyak konteks sosial, ekonomi, politik, maupun hubungan interpersonal, keuntungan tidak selalu bersifat saling meniadakan. Fallacy ini sering digunakan dalam debat publik, narasi politik, hingga diskusi bisnis, terutama ketika orang gagal melihat kemungkinan solusi win–win, kerja sama, atau pertumbuhan bersama.
Daftar Isi
Zero-Sum Fallacy adalah kesalahan logika yang terjadi ketika seseorang menganggap bahwa sumber daya, peluang, atau hasil tertentu bersifat tetap (fixed pie), sehingga setiap keuntungan yang diperoleh satu pihak otomatis berarti kerugian pihak lain. Dalam logika permainan jumlah-nol, dua pihak tidak dapat sama-sama diuntungkan. Namun dalam realitas, banyak sistem bersifat positive-sum atau non-zero-sum—hasil dapat berkembang melalui kolaborasi, inovasi, pertukaran, dan efisiensi.
Karakteristik Zero-Sum Fallacy:
Fallacy ini sering dikaitkan dengan bias kognitif fixed pie bias, yaitu kecenderungan menganggap semua interaksi sebagai kompetisi.
Kesalahan ini menyesatkan karena:
Zero-Sum Fallacy juga sering dimanfaatkan dalam politik identitas untuk menciptakan narasi “kami vs mereka”.