Dipublikasikan: 3 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 3 Desember 2025
Dipublikasikan: 3 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 3 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Verification Fallacy adalah kesalahan penalaran ketika seseorang menganggap bahwa suatu klaim benar hanya karena dapat diverifikasi, atau sebaliknya menganggap klaim salah hanya karena tidak dapat diverifikasi dalam kondisi tertentu. Fallacy ini sering muncul dalam diskusi ilmiah, debat filosofis, sampai percakapan sehari-hari, ketika orang secara keliru menggunakan keterverifikasian sebagai bukti kebenaran absolut. Padahal, kemampuan memverifikasi suatu klaim tidak selalu berkaitan dengan nilai kebenaran atau keabsahan logisnya.
Daftar Isi
Verification Fallacy adalah informal fallacy di mana kebenaran sebuah pernyataan dianggap identik dengan fakta bahwa pernyataan tersebut dapat diverifikasi. Fallacy ini sering bermula dari asumsi bahwa:
Kedua asumsi tersebut keliru karena:
Fallacy ini juga berkaitan dengan filsafat positivisme logis yang menyatakan bahwa makna suatu pernyataan bergantung pada verifikasinya—sebuah pandangan yang kemudian dikritik secara luas karena menyederhanakan epistemologi.
Ciri-ciri umum: