Undistributed Middle Fallacy

Dipublikasikan: 3 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 3 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Undistributed Middle Fallacy adalah kekeliruan logika dalam silogisme kategorikal ketika premis gagal mendistribusikan term tengah (middle term), sehingga tidak ada jaminan bahwa kedua term lainnya (subjek dan predikat kesimpulan) benar-benar terhubung. Fallacy ini membuat kesimpulan tampak valid, padahal hubungan antara premis-premis tidak pernah ditetapkan secara memadai. Dalam argumentasi klasik, ini termasuk salah satu kesalahan penalaran formal yang paling umum dan sering muncul dalam stereotip, iklan, propaganda, dan retorika publik.

Pengertian Undistributed Middle Fallacy

Undistributed Middle Fallacy terjadi ketika argumen menggunakan struktur silogistik tetapi term tengah—yang seharusnya menjadi penghubung antara dua term lainnya—tidak mencakup keseluruhan kelas yang dirujuk sehingga tidak menghubungkan keduanya secara logis.

Struktur umum kesalahan ini:

  1. Semua A adalah C.
  2. Semua B adalah C.
  3. Jadi semua A adalah B. (→ salah)

Middle term di sini adalah C, namun tidak pernah dibuktikan bahwa semua C sama atau bahwa A dan B harus berinteraksi di dalam himpunan yang sama. Dengan demikian, kesimpulan salah karena A dan B mungkin berada pada subbagian yang sama sekali berbeda dari C.

Ciri-ciri fallacy ini:

  • Middle term tidak “terdistribusi” dalam premis.
  • Premis benar secara individual tetapi tidak menjamin hubungan antar term.
  • Kesimpulan mengklaim hubungan kuat antara dua term padahal tidak ada bukti bagi kaitan tersebut.
  • Sering muncul dalam argumen yang mencoba mengasosiasikan dua kelompok hanya karena mereka berbagi satu karakteristik umum.

Contoh Undistributed Middle Fallacy

  1. Stereotip sosial:
    “Semua ilmuwan memakai kacamata. Andi memakai kacamata. Maka Andi adalah ilmuwan.”
    → Middle term “memakai kacamata” tidak terdistribusi.
  2. Iklan:
    “Produk ini digunakan oleh para atlet profesional. Kamu juga menggunakannya. Jadi kamu pasti seperti atlet profesional.”
    → Menghubungkan dua kelompok hanya karena kesamaan kecil.
  3. Politik:
    “Semua ekstremis mendukung kebijakan X. Kamu mendukung kebijakan X. Maka kamu ekstremis.”
    → Kebijakan X sebagai middle term tidak memadai untuk menghubungkan seluruh pendukung dengan ekstremisme.
  4. Relasi kategori:
    “Semua burung adalah hewan. Semua kucing adalah hewan. Jadi semua burung adalah kucing.”
    → Middle term “hewan” terlalu luas dan tidak mendistribusikan keseluruhan kelas.
  5. Perdebatan moral:
    “Orang dermawan membantu orang miskin. Kamu membantu orang miskin. Maka kamu orang dermawan.”
    → Tindakan tunggal tidak cukup untuk menggeneralisasi identitas moral.
Orang lain juga membaca :  Moving the Goalposts Fallacy

Cara Mengatasi Undistributed Middle Fallacy

  1. Pastikan middle term terdistribusi minimal satu kali:
    Middle term harus mencakup keseluruhan kelas di salah satu premis untuk memastikan hubungan benar.
  2. Periksa struktur silogisme:
    Validitas dapat diuji dengan aturan logika kategorikal klasik.
  3. Identifikasi apakah dua kelompok benar-benar beririsan:
    Jangan menganggap kesamaan kecil berarti identitas atau hubungan yang lebih dalam.
  4. Gunakan representasi diagram seperti Venn:
    Visualisasi membantu melihat apakah kaitan antar kategori memang ada.
  5. Hindari asumsi berdasarkan karakteristik umum:
    Kesamaan yang luas (misalnya “hewan”, “manusia”, “pemakai internet”) tidak cukup untuk membentuk kesimpulan spesifik.
  6. Periksa tujuan retorik argumen:
    Banyak argumen propaganda memakai teknik ini untuk menciptakan asosiasi palsu antara dua pihak.

Referensi

  • Copi, I. M., Cohen, C., & McMahon, K. (2014). Introduction to Logic. Pearson.
  • Hurley, P. J. (2011). A Concise Introduction to Logic. Wadsworth.
  • Salmon, M. (2012). Introduction to Logic and Critical Thinking. Cengage Learning.
  • Smith, Q. (2003). Logic: The Laws of Truth. Cambridge University Press.
  • Walton, D. (2008). Informal Logic: A Pragmatic Approach. Cambridge University Press.

Citation

Previous Article

Unwarranted Generalization Fallacy

Next Article

Vagueness Fallacy

Citation copied!