Dipublikasikan: 5 November 2025
Terakhir diperbarui: 5 November 2025
Dipublikasikan: 5 November 2025
Terakhir diperbarui: 5 November 2025
Raymond Kelvin Nando — Trotskisme adalah ideologi politik yang dikembangkan oleh Leon Trotsky, seorang revolusioner dan teoretikus Marxis asal Rusia. Ia menentang distorsi terhadap sosialisme yang terjadi di bawah pemerintahan Joseph Stalin di Uni Soviet. Trotskisme menekankan revolusi permanen, internasionalisme proletar, dan demokrasi pekerja sebagai inti perjuangan menuju masyarakat sosialis. Ideologi ini muncul sebagai cabang dari Marxisme-Leninisme, tetapi menolak pendekatan birokratis dan otoritarian yang menjadi ciri Stalinisme.
Daftar Isi
Trotskisme dapat didefinisikan sebagai aliran Marxis yang menekankan perlunya revolusi internasional yang berkelanjutan untuk menggulingkan kapitalisme di seluruh dunia dan mencegah degenerasi birokratis dalam negara sosialis.
“The theory of permanent revolution explains that the socialist revolution begins on the national arena, spreads to the international arena, and is completed on the world arena.”
— Leon Trotsky, The Permanent Revolution (1930), p. 12
Menurut Trotsky, sosialisme tidak dapat bertahan dalam satu negara saja, karena tekanan ekonomi dan politik dari kekuatan kapitalis dunia akan mengancam keberlangsungannya.
Trotskisme menolak gagasan “sosialisme dalam satu negara” yang diusung Stalin. Trotsky berpendapat bahwa revolusi proletar harus terus berlanjut dan meluas secara internasional agar tidak mengalami degenerasi.
“Without the extension of the revolution to other countries, the victory of socialism cannot be assured even in a single country.”
— Leon Trotsky, The Permanent Revolution (1930), p. 29
Revolusi tidak berhenti pada pengambilalihan kekuasaan, tetapi berlanjut dalam pembangunan masyarakat sosialis global.
Trotskisme menegaskan bahwa kelas pekerja di seluruh dunia memiliki kepentingan bersama melawan kapitalisme global.
“The socialist revolution will not be a single act, but a process in which the struggle of the workers in one country is inseparably bound up with the struggles of the workers of other countries.”
— Leon Trotsky, The Transitional Program (1938), p. 3
Dari prinsip ini lahir organisasi Keempat Internasional (Fourth International) pada tahun 1938, yang bertujuan mengoordinasikan perjuangan buruh secara global.
Trotsky menuduh bahwa Uni Soviet di bawah Stalin telah berubah menjadi “negara pekerja yang terdegenerasi”, di mana birokrasi partai menggantikan kekuasaan kelas pekerja.
“The bureaucracy has raised itself above the masses, strangling the soviets and substituting itself for the working class.”
— Leon Trotsky, The Revolution Betrayed (1937), p. 67
Trotskisme menekankan perlunya demokrasi pekerja sejati, dengan partisipasi langsung buruh dalam pengambilan keputusan politik dan ekonomi.
Bagi Trotsky, sosialisme sejati hanya dapat dibangun melalui demokrasi pekerja, bukan melalui diktator birokrasi. Ia menolak kultus individu dan kontrol total negara atas masyarakat.
“Without workers’ democracy, the dictatorship of the proletariat inevitably degenerates into the dictatorship of a bureaucracy.”
— Leon Trotsky, The Revolution Betrayed (1937), p. 72
Trotskisme menjadi simbol perlawanan terhadap penyelewengan sosialisme oleh pemerintahan otoritarian.
Trotskisme memperkenalkan Program Transisional — seperangkat tuntutan yang menjembatani perjuangan sehari-hari buruh dengan tujuan revolusi sosialis.
“The transitional demands are the bridge between present consciousness and the socialist revolution.”
— Leon Trotsky, The Transitional Program (1938), p. 9
Program ini menekankan pentingnya pendidikan politik dan kesadaran kelas sebagai langkah menuju perubahan sistemik.
Trotskisme menolak sistem birokratis dan represif Stalinisme, menekankan revolusi internasional dan demokrasi pekerja, sementara Stalinisme menegaskan sosialisme dalam satu negara dengan kekuasaan terpusat.
Trotsky diasingkan karena menentang kebijakan Stalin, termasuk industrialisasi paksa dan pembersihan politik. Ia akhirnya dibunuh di Meksiko pada tahun 1940 oleh agen Soviet.
Trotskisme tetap berpengaruh di berbagai gerakan kiri radikal dan serikat pekerja di seluruh dunia, terutama dalam kritik terhadap globalisasi kapitalis dan otoritarianisme negara modern.