Thomas Reid

Raymond Kelvin Nando — Thomas Reid adalah seorang filsuf Skotlandia yang dikenal sebagai pendiri aliran Realisme Akal Sehat (Common Sense Realism). Ia menentang skeptisisme empiris David Hume dan mengembalikan filsafat pada kepercayaan dasar manusia terhadap persepsi dan pengalaman langsung. Melalui pemikirannya, Reid menegaskan bahwa akal sehat merupakan fondasi pengetahuan dan moralitas, yang tidak dapat disangkal tanpa bertentangan dengan logika kehidupan manusia itu sendiri.

Biografi Thomas Reid

Thomas Reid lahir pada tahun 1710 di Strachan, Kincardineshire, Skotlandia. Ia berasal dari keluarga terpelajar dan merupakan keturunan pendeta Presbiterian. Setelah menempuh pendidikan di Marischal College, Aberdeen, Reid menjadi pendeta Gereja Skotlandia dan kemudian beralih ke dunia akademik dengan minat besar pada filsafat moral dan epistemologi.

Pada tahun 1752, Reid menjadi profesor filsafat di King’s College, Aberdeen, di mana ia mendirikan Aberdeen Philosophical Society, sebuah forum diskusi intelektual yang mempertemukan para pemikir terkemuka masa itu. Dari sinilah lahir pemikirannya tentang common sense, yang menjadi reaksi terhadap empirisme ekstrem dan skeptisisme Hume.

Pada 1764, ia menggantikan Adam Smith sebagai profesor di Universitas Glasgow dan menerbitkan karya utamanya, An Inquiry into the Human Mind on the Principles of Common Sense (1764). Karya ini menjadi tonggak penting dalam sejarah filsafat modern, menegaskan kembali kemampuan manusia untuk mengetahui dunia secara langsung tanpa perlu meragukan realitas eksternal.

Orang lain juga membaca :  Slavoj Žižek

Reid wafat pada tahun 1796 di Glasgow. Namun, warisan intelektualnya berpengaruh besar, terutama pada filsafat Skotlandia, filsafat Amerika abad ke-19, dan para pemikir realis modern.

Konsep-Konsep Utama

Common Sense Realism (Realisme Akal Sehat)

Thomas Reid mengembangkan Realisme Akal Sehat sebagai tanggapan terhadap skeptisisme empiris David Hume. Ia menolak gagasan bahwa manusia hanya dapat mengenal dunia melalui representasi ide-ide dalam pikiran.

If there are certain principles, as I think there are, which the constitution of our nature leads us to believe, and which we are under a necessity to take for granted in the common concerns of life, they ought to be received as first principles. (An Inquiry into the Human Mind on the Principles of Common Sense, 1764, hlm. 43)

Reid menegaskan bahwa prinsip-prinsip dasar akal sehat seperti keberadaan dunia luar, identitas pribadi, dan kausalitas adalah hal yang secara alami diterima oleh semua manusia rasional. Ia menyebutnya sebagai first principles of common sense, yaitu dasar yang tidak memerlukan pembuktian filosofis karena menyangkalnya berarti menghancurkan seluruh bangunan pengetahuan manusia.

Dengan demikian, Reid menolak skeptisisme yang menganggap pengetahuan manusia selalu diragukan. Baginya, realitas eksternal dapat diketahui secara langsung melalui persepsi, karena persepsi itu sendiri merupakan bentuk kepercayaan yang dibangun dalam kodrat manusia.

Perception and Direct Realism (Persepsi dan Realisme Langsung)

Salah satu sumbangan penting Reid adalah teorinya tentang persepsi langsung (direct realism). Menurutnya, persepsi bukan sekadar kesan subjektif atau representasi ide dalam pikiran, melainkan hubungan langsung antara subjek dan objek.

In perception, we do not merely have sensations; we are immediately aware of external objects. (Essays on the Intellectual Powers of Man, 1785, hlm. 98)

Reid berpendapat bahwa ketika seseorang melihat meja, misalnya, ia tidak sedang menyadari gambaran mental tentang meja, melainkan langsung menyadari meja itu sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi manusia bersifat transparan terhadap realitas.

Orang lain juga membaca :  Ibn Sina (Avicenna)

Teori ini menegaskan pandangan ontologis dan epistemologis yang optimistis: bahwa pengetahuan manusia bukan ilusi atau bayangan dari dunia luar, melainkan keterlibatan langsung dalam kenyataan yang ada.

Moral Faculty (Fakultas Moral)

Selain epistemologi, Reid juga berkontribusi besar dalam filsafat moral. Ia berpendapat bahwa manusia memiliki moral faculty — kemampuan alami untuk membedakan antara baik dan buruk.

The moral faculty is part of our constitution; it is given us by the Author of nature, to direct our actions and to judge of the conduct of others. (Essays on the Active Powers of the Human Mind, 1788, hlm. 112)

Fakultas moral ini bukan hasil kebiasaan atau perhitungan utilitarian, tetapi berasal dari struktur bawaan akal manusia. Dengan demikian, etika bagi Reid bersifat intuisionis dan rasional, berakar pada kepercayaan akal sehat terhadap kebenaran moral yang objektif.

Dalam Konteks Lain

Epistemologi dan Kritik terhadap Skeptisisme

Thomas Reid menempatkan filsafatnya dalam perdebatan besar antara empirisme dan rasionalisme. Ia mengkritik skeptisisme epistemologis yang menganggap persepsi manusia tidak dapat diandalkan.

The sceptic can reason himself into a state in which he will neither believe his own eyes nor his own reason. (An Inquiry into the Human Mind, 1764, hlm. 67)

Kutipan ini menunjukkan pandangan Reid bahwa skeptisisme ekstrem justru menghancurkan fondasi rasionalitas itu sendiri. Jika seseorang menolak kepercayaan dasar terhadap persepsi, maka tidak ada cara untuk membedakan kebenaran dari kesalahan.

Dengan mengembalikan filsafat kepada kepercayaan alami manusia terhadap dunia nyata, Reid berupaya membangun kembali pondasi filsafat empiris yang sehat, namun tanpa jatuh pada relativisme atau keraguan mutlak.

Pengaruh terhadap Filsafat Modern

Pemikiran Thomas Reid memberikan pengaruh besar terhadap filsafat Skotlandia dan pemikiran Amerika awal, khususnya dalam gerakan Scottish Common Sense School. Di Amerika, pemikir seperti James McCosh dan Charles Sanders Peirce terinspirasi oleh gagasannya tentang realisme dan akal sehat.

Orang lain juga membaca :  Jean Baudrillard

Lebih jauh, filsafat Reid juga dianggap sebagai salah satu pendahulu eksistensialisme moderat, karena ia menekankan kepercayaan personal dan pengalaman langsung dalam memahami realitas. Dengan menempatkan kepercayaan dasar manusia di atas spekulasi metafisis, Reid membuka jalan bagi filosofi pragmatis dan humanistik di abad berikutnya.

Kesimpulan

Thomas Reid adalah figur penting dalam sejarah filsafat modern yang berupaya menyelamatkan rasionalitas manusia dari skeptisisme ekstrem. Melalui Realisme Akal Sehat, ia menunjukkan bahwa pengetahuan dan moralitas berakar pada kepercayaan dasar yang melekat dalam kodrat manusia. Dengan keseimbangan antara empirisme dan rasionalisme, Reid meletakkan dasar bagi realisme epistemologis dan moral yang berpengaruh hingga kini.

FAQ

Apa inti dari filsafat Thomas Reid?

Inti filsafat Reid adalah bahwa manusia memiliki kepercayaan dasar (common sense) terhadap realitas eksternal yang tidak bisa disangkal tanpa kontradiksi logis.

Bagaimana Reid menanggapi skeptisisme Hume?

Reid menolak skeptisisme Hume dengan menunjukkan bahwa semua tindakan rasional bergantung pada kepercayaan alami terhadap dunia nyata.

Apakah Thomas Reid termasuk filsuf empiris atau rasionalis?

Reid menggabungkan keduanya. Ia mengakui peran pengalaman seperti kaum empiris, tetapi menekankan prinsip-prinsip rasional bawaan yang menjadi dasar pengetahuan manusia.

Referensi

  • Reid, T. (1764). An Inquiry into the Human Mind on the Principles of Common Sense. Edinburgh: Millar and Kincaid.
  • Reid, T. (1785). Essays on the Intellectual Powers of Man. Edinburgh: John Bell.
  • Reid, T. (1788). Essays on the Active Powers of the Human Mind. Edinburgh: Bell & Bradfute.
  • Wolterstorff, N. (2001). Thomas Reid and the Story of Epistemology. Cambridge: Cambridge University Press.
  • Lehrer, K. (1989). Thomas Reid: The Arguments of the Philosophers. Routledge.
  • Nichols, R. (2007). The Scottish Enlightenment and the Common Sense School. Oxford: Oxford University Press.

Dukung berbagai Project Raymond Kelvin Nando kedepannya


Citation


Previous Article

Thomas More

Next Article

Thales