Dipublikasikan: 7 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 7 Desember 2025
Dipublikasikan: 7 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 7 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Theravāda adalah salah satu aliran utama Buddhisme yang menekankan ajaran asli Buddha seperti yang terdapat dalam Tipiṭaka (Canon Pāli). Theravāda, yang berarti “Ajaran Para Sesepuh”, memusatkan perhatian pada pemeliharaan tradisi kuno, praktik monastik, dan pencapaian pencerahan pribadi (arahant). Aliran ini berkembang terutama di Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Sri Lanka, Thailand, Myanmar, Laos, dan Kamboja. Theravāda menekankan disiplin moral (sīla), meditasi (samādhi), dan kebijaksanaan (paññā) sebagai sarana utama untuk mengakhiri siklus kelahiran kembali (samsāra) dan mencapai nirvana. Aliran ini cenderung literal dalam interpretasi teks suci dan menekankan praktik individual serta peran biksu sebagai teladan spiritual.
Daftar Isi
Ajaran utama Theravāda meliputi:
Theravāda menekankan praktik individual dan transformasi diri melalui disiplin etis, konsentrasi, dan kebijaksanaan, dengan fokus pada pengalaman langsung pencerahan.
Theravāda muncul sebagai cabang Buddhisme yang paling konservatif setelah perpecahan awal komunitas Buddhis di India. Sekitar abad ke-3 SM, Kaisar Ashoka mendukung penyebaran Buddhisme ke Sri Lanka, di mana Theravāda menjadi dominan dan berkembang menjadi tradisi yang terstruktur secara monastik.
Dari Sri Lanka, Theravāda menyebar ke Asia Tenggara, terutama Thailand, Myanmar, Laos, dan Kamboja, mempertahankan fokus pada Tipiṭaka dan praktik monastik. Selama abad ke-19 dan ke-20, Theravāda kembali diperbarui melalui gerakan modernisasi di Sri Lanka dan Thailand, termasuk pengajaran vipassanā secara lebih sistematis dan penyebaran ke Barat. Tradisi ini juga menekankan pendidikan biksu dan keterlibatan sosial sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual.