Dipublikasikan: 23 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 23 Desember 2025
Dipublikasikan: 23 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 23 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Dikatakan Atau Tidak Dikatakan Itu Tetap Cinta karya Tere Liye merupakan sebuah novel reflektif yang menempatkan cinta pada wilayah paling sunyi dalam pengalaman manusia. Buku ini tidak berbicara tentang cinta yang riuh oleh pengakuan, janji, atau kepemilikan, melainkan tentang perasaan yang hidup diam-diam, tumbuh perlahan, dan bertahan meski tidak pernah benar-benar diucapkan. Tere Liye menghadirkan cinta sebagai sesuatu yang tetap nyata walaupun tidak diberi nama, tidak disuarakan, dan bahkan tidak selalu disadari oleh kedua belah pihak.
Novel ini bergerak dengan tempo yang tenang, seolah mengajak pembaca untuk melambat dan memberi ruang bagi perasaan-perasaan halus yang sering terabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Tokoh-tokohnya tidak terjebak dalam drama besar atau konflik yang meledak-ledak, tetapi justru bergulat dengan pilihan batin: apakah perasaan harus diungkapkan, atau cukup disimpan sebagai bentuk kasih yang paling jujur. Dalam kesunyian itulah, cinta menemukan bentuknya yang paling dewasa—bukan sebagai tuntutan, melainkan sebagai kehadiran.
Tere Liye menunjukkan bahwa cinta tidak selalu membutuhkan kata-kata. Ia bisa hadir dalam perhatian kecil, dalam kesediaan mendengar, dalam sikap menjaga tanpa pamrih, dan dalam keputusan untuk tidak melukai. Novel ini menantang anggapan umum bahwa cinta harus selalu diperjuangkan secara verbal. Sebaliknya, buku ini memperlihatkan bahwa ada cinta yang justru lebih kuat ketika ia memilih untuk diam, karena diam tersebut lahir dari kesadaran, bukan dari ketakutan.
Bahasa yang digunakan dalam novel ini sederhana namun sarat makna. Setiap kalimat terasa seperti hasil perenungan panjang, ditulis dengan kehati-hatian agar tidak berlebihan, tetapi tetap mengena. Kesederhanaan ini menjadi kekuatan utama buku, karena memungkinkan pembaca untuk masuk ke dalam cerita tanpa jarak. Banyak pembaca akan menemukan potongan pengalaman hidup mereka sendiri di dalam halaman-halamannya—tentang cinta yang tertunda, cinta yang tak sampai, atau cinta yang memilih bertahan dalam kesabaran.
Salah satu gagasan penting yang terus bergema dalam buku ini adalah keikhlasan. Tere Liye menggambarkan cinta sebagai tindakan memberi, bukan mengambil. Mencintai tidak selalu berakhir dengan memiliki, dan kehilangan bukan berarti kegagalan. Dalam kerangka ini, cinta menjadi proses pendewasaan diri, tempat seseorang belajar memahami batas, waktu, dan perasaan orang lain. Novel ini tidak menawarkan akhir yang spektakuler, tetapi justru menghadirkan ketenangan yang jujur.
Selain itu, buku ini juga berbicara tentang waktu dan jarak sebagai ujian perasaan. Cinta diuji bukan oleh pengakuan semata, tetapi oleh konsistensi, kesetiaan, dan kemampuan untuk tetap menghormati meski keadaan berubah. Tere Liye menulis dengan empati yang dalam terhadap kompleksitas perasaan manusia, tanpa menghakimi atau memaksakan kesimpulan tunggal kepada pembaca.
Secara keseluruhan, Dikatakan Atau Tidak Dikatakan Itu Tetap Cinta adalah sebuah novel kontemplatif yang mengajak pembaca berdamai dengan perasaan-perasaan yang tidak selalu memiliki tempat untuk diucapkan. Buku ini cocok bagi siapa pun yang pernah mencintai dalam diam, pernah ragu untuk mengungkapkan, atau pernah memilih menjaga daripada memiliki. Melalui novel ini, Tere Liye mengingatkan bahwa cinta tidak diukur dari seberapa lantang ia disuarakan, melainkan dari seberapa tulus ia dijalani.
Link Download : Tere Liye – Dikatakan Atau Tidak Dikatakan Itu Tetap Cinta [PDF]
Download koleksi ebooks lainnya disini