Syiah

Dipublikasikan: 8 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Syiah adalah salah satu cabang utama dalam Islam yang menekankan pentingnya kepemimpinan Imam sebagai penerus sah Nabi Muhammad. Syiah percaya bahwa hanya keturunan Nabi melalui Ali bin Abi Thalib dan Fatimah yang memiliki hak spiritual dan politik untuk memimpin umat Islam. Cabang ini menekankan keadilan, martabat para Imam, dan ajaran yang diwariskan secara eksklusif melalui garis keturunan Nabi.

Ajaran Syiah

Beberapa prinsip utama dalam Syiah meliputi:

  1. Imamah (Kepemimpinan Imam)
    • Imam adalah pemimpin yang ditunjuk secara ilahi (nass).
    • Imam memiliki pengetahuan yang sempurna tentang Al-Qur’an dan hukum Islam.
    • Imam dianggap bebas dari dosa (ismah) dan menjadi teladan moral bagi umat.
  2. Twelver Shi‘ism (Dua Belas Imam)
    • Penganut Syiah Dua Belas mengakui 12 Imam sebagai penerus Nabi.
    • Imam kedua belas, Muhammad al-Mahdi, diyakini ghaib dan akan kembali untuk menegakkan keadilan.
  3. Rukun Iman dan Praktik Ibadah
    • Mengikuti enam rukun iman dan lima rukun Islam.
    • Praktik ibadah sama dengan Islam secara umum, namun dengan penekanan pada pengakuan dan kepatuhan kepada Imam.
  4. Ashura dan Perayaan Keagamaan
    • Peringatan wafatnya Imam Husain di Karbala menjadi simbol pengorbanan, keadilan, dan penentangan terhadap tirani.
    • Ritual ini memperkuat identitas spiritual dan komunitas Syiah.
  5. Fiqh dan Hukum Syiah
    • Mengikuti fiqh Jafari, yang berbeda dalam beberapa aspek dari mazhab Sunni.
    • Menekankan prinsip ijtihad (penalaran ulama) untuk interpretasi hukum.

Sejarah Perkembangan Syiah

  1. Masa Nabi Muhammad dan Ali bin Abi Thalib (632–661)
    • Syiah muncul dari keyakinan bahwa Ali adalah penerus sah Nabi Muhammad.
    • Perselisihan politik dan perang saudara membentuk identitas awal Syiah.
  2. Periode Awal dan Karbala (abad ke-7)
    • Wafat Imam Husain di Karbala (680 M) menjadi momen penting dalam sejarah dan teologi Syiah.
    • Pengorbanan Husain menjadi simbol penegakan keadilan dan perlawanan terhadap tirani.
  3. Abad Pertengahan
    • Penyebaran Syiah ke Persia, Irak, dan Asia Selatan.
    • Pembentukan tradisi Twelver, Ismaili, dan Zaidi.
    • Konsolidasi teks-teks teologi dan fiqh Syiah.
  4. Era Modern
    • Syiah menjadi mayoritas di Iran dan komunitas besar di Lebanon, Irak, Pakistan, dan Azerbaijan.
    • Gerakan politik dan spiritual modern, termasuk Revolusi Islam Iran, menunjukkan pengaruh Syiah dalam masyarakat kontemporer.
Orang lain juga membaca :  Eklesiologi

Tokoh-Tokoh Berpengaruh dalam Syiah

  1. Ali bin Abi Thalib (600–661) – Imam pertama, sepupu dan menantu Nabi Muhammad.
  2. Husain bin Ali (626–680) – Imam ketiga, martir Karbala.
  3. Jafar al-Sadiq (702–765) – Imam keenam, pengembang fiqh Jafari dan teologi Syiah.
  4. Muhammad al-Mahdi (868–?) – Imam kedua belas, diyakini ghaib dan akan kembali sebagai Mahdi.
  5. Ruhollah Khomeini (1902–1989) – Pemimpin Revolusi Islam Iran dan tokoh modern Syiah.

Referensi

  • Momen, M. (1985). An Introduction to Shi‘i Islam: The History and Doctrines of Twelver Shi‘ism. Yale University Press.
  • Nasr, S. H. (2006). The Shia Revival: How Conflicts within Islam Will Shape the Future. Norton.
  • Kohlberg, E. (1986). The Imam and the Imamite Doctrine in Early Shi‘ism. E.J. Brill.
  • Amir-Moezzi, M. A. (1994). The Divine Guide in Early Shi‘ism: The Sources of Esotericism in Islam. SUNY Press.
  • Modarressi, H. (1993). Crisis and Consolidation in the Formative Period of Shi‘ite Islam: Abu Ja‘far Ibn Qiba al-Razi and His Contribution to Imamite Shi‘ism. Oxford University Press.

Citation

Previous Article

Sunni

Next Article

Sufisme

Citation copied!