Sunni

Dipublikasikan: 8 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Sunni adalah cabang terbesar dalam Islam yang menekankan pentingnya Sunnah, yaitu ajaran, perkataan, dan perbuatan Nabi Muhammad, sebagai pedoman utama dalam kehidupan beragama. Sunni menekankan kepemimpinan berdasarkan konsensus umat (ijma’) dan tradisi sahabat Nabi, serta memelihara praktik ibadah, hukum, dan akhlak yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Sekitar 85–90% umat Islam dunia tergolong Sunni.

Ajaran Sunni

Beberapa prinsip inti dalam Sunni meliputi:

  1. Rukun Iman dan Rukun Islam
    Sunni mematuhi enam rukun iman dan lima rukun Islam sebagaimana ajaran Islam secara umum, menekankan keseimbangan antara iman dan praktik ibadah.
  2. Sunnah dan Hadis
    • Sunnah Nabi menjadi pedoman praktis selain Al-Qur’an.
    • Hadis sahih dikumpulkan oleh ulama seperti Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan lainnya.
    • Sunnah membantu menjelaskan hukum dan tata cara ibadah.
  3. Kepemimpinan dan Khalifah
    Sunni menekankan kepemimpinan melalui konsensus umat dan pengangkatan khalifah, bukan penunjukan ilahi seperti dalam Syiah. Khalifah berfungsi sebagai pemimpin politik dan pelindung hukum Islam.
  4. Mazhab Fiqh
    Sunni memiliki empat mazhab utama dalam fiqh:
    • Hanafi – fleksibel dan luas, dominan di Asia Selatan dan Asia Tengah.
    • Maliki – menekankan praktik Madinah, populer di Afrika Utara.
    • Syafi’i – menekankan teks Al-Qur’an dan Hadis, dominan di Asia Tenggara.
    • Hanbali – konservatif dan ketat, dominan di Arab Saudi.
  5. Teologi Sunni
    Sunni menekankan keseimbangan antara akal dan wahyu dalam memahami agama, melalui mazhab teologi seperti Ash’ari dan Maturidi.
  6. Praktik dan Etika
    Fokus pada shalat, zakat, puasa, haji, dan pemeliharaan akhlak, serta menjaga persatuan umat dan tradisi keagamaan.
Orang lain juga membaca :  Animisme

Sejarah Perkembangan Sunni

  1. Masa Nabi Muhammad (610–632)
    Ajaran Sunni berakar pada praktik Nabi dan sahabat, termasuk penekanan pada ijma’ (konsensus) sebagai pedoman hukum.
  2. Abad Awal Kekhalifahan (632–750)
    Sunni berkembang melalui Kekhalifahan Rashidun dan Umayyah, memantapkan praktik ibadah dan hukum Islam di wilayah luas.
  3. Abad Pertengahan
    • Perkembangan mazhab fiqh dan teologi.
    • Penyebaran Sunni ke Afrika, Asia, dan Eropa Timur melalui dakwah, perdagangan, dan politik.
  4. Era Modern
    Sunni tetap menjadi mayoritas di dunia Islam, mempengaruhi politik, pendidikan, dan praktik keagamaan kontemporer, dengan berbagai gerakan reformasi dan revivalisme.

Tokoh-Tokoh Berpengaruh dalam Sunni

  1. Abu Bakr (573–634) – Khalifah pertama, sahabat Nabi, simbol kepemimpinan Sunni.
  2. Umar bin Khattab (584–644) – Khalifah kedua, memperluas wilayah Islam dan sistem administrasi.
  3. Imam al-Bukhari (810–870) – Pengumpul Hadis sahih.
  4. Imam al-Ghazali (1058–1111) – Filsuf, teolog, dan reformator Sunni.
  5. Ibn Taymiyyah (1263–1328) – Teolog dan reformator, pengaruh besar dalam pemikiran Sunni konservatif.

Referensi

  • Esposito, J. L. (2011). Islam: The Straight Path (4th ed.). Oxford University Press.
  • Hallaq, W. B. (2009). Shari‘a: Theory, Practice, Transformations. Cambridge University Press.
  • Lapidus, I. M. (2014). A History of Islamic Societies (3rd ed.). Cambridge University Press.
  • Brown, J. A. C. (2009). Misquoting Muhammad: The Challenge and Choices of Interpreting the Prophet’s Legacy. Oneworld Publications.
  • Campo, J. E. (2009). Encyclopedia of Islam. Facts On File.

Citation

Previous Article

Islam

Next Article

Syiah

Citation copied!