Dipublikasikan: 3 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 3 Desember 2025
Dipublikasikan: 3 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 3 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Sunk Cost Fallacy adalah kesalahan penalaran ketika seseorang terus melanjutkan suatu tindakan, proyek, atau keputusan hanya karena sudah menginvestasikan waktu, uang, tenaga, atau emosi di masa lalu—meskipun tindakan tersebut tidak lagi rasional atau menguntungkan. Alih-alih menilai pilihan berdasarkan manfaat masa depan, orang terjebak pada investasi yang sudah tidak bisa dikembalikan (sunk cost), sehingga keputusan menjadi tidak objektif.
Daftar Isi
Sunk Cost Fallacy adalah informal fallacy dan bias kognitif di mana seseorang mempertahankan komitmen pada sesuatu karena tidak ingin “merasa rugi” atas apa yang telah dikeluarkan sebelumnya.
Padahal, secara ekonomi dan logika, biaya masa lalu tidak boleh mempengaruhi keputusan masa depan; yang relevan hanyalah keuntungan dan kerugian ke depan (future costs and benefits).
Fallacy ini sering muncul dalam:
Ciri-ciri umum: