Dipublikasikan: 17 September 2025
Terakhir diperbarui: 26 Desember 2025
Dipublikasikan: 17 September 2025
Terakhir diperbarui: 26 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Substansi adalah konsep fundamental dalam metafisika yang merujuk pada inti eksistensi entitas, yaitu apa yang membuat suatu objek menjadi dirinya sendiri. Substansi menegaskan identitas dan kontinuitas meski fenomena luar berubah.
Daftar Isi
Pemahaman substansi membantu menjelaskan struktur internal entitas. Setiap entitas memiliki sifat inti yang membedakannya dari entitas lain, sehingga hakikatnya dapat dipertahankan meski terjadi perubahan luar.
Kausalitas dalam kerangka substansi menyoroti hubungan antara entitas dan sifat dasarnya. Fenomena muncul dari interaksi substansi yang stabil, memastikan keteraturan dalam realitas.
Selain itu, substansi menekankan hubungan antara potensi dan aktualisasi. Potensi entitas terwujud sesuai dengan hakikat substansialnya, sehingga setiap perubahan tetap mempertahankan inti eksistensi.
Fenomena emergensi muncul ketika interaksi antar substansi menghasilkan sifat baru. Meskipun muncul kompleksitas, struktur fundamental entitas tetap dapat dikenali dan dipertahankan.
Konsep ini menekankan hubungan individu dengan keseluruhan kosmik. Substansi menyediakan fondasi bagi keteraturan sistemik, memungkinkan interaksi antar entitas berlangsung harmonis.
Selain itu, prinsip substansi memperkuat identitas dan kohesi internal. Struktur inti memastikan entitas tetap konsisten dan koheren meski terlibat dalam dinamika eksistensial yang kompleks.
Substansi juga relevan untuk fleksibilitas dan adaptabilitas eksistensial. Dengan memahami inti eksistensi, entitas dapat menavigasi perubahan sambil mempertahankan integritas hakikatnya.
Konsep ini menyediakan kerangka refleksi tentang hakikat, kausalitas, dan keteraturan kosmik. Analisis substansi memungkinkan pemahaman mendalam tentang struktur fundamental yang mendasari realitas.
Kesimpulannya, substansi menekankan inti eksistensi, identitas, kausalitas, potensi, emergensi, dan keterhubungan kosmik. Memahami prinsip ini memungkinkan analisis eksistensi yang koheren, stabil, dan adaptif dalam metafisika.
Substansi dalam metafisika adalah konsep yang merujuk pada sesuatu yang dianggap sebagai dasar keberadaan, yaitu entitas yang ada dengan sendirinya dan menjadi penopang sifat-sifat atau atribut. Dalam filsafat klasik, substansi dipahami sebagai “apa yang sungguh-sungguh ada” di balik perubahan dan penampakan.
Konsep substansi telah dibahas sejak filsafat Yunani kuno, terutama oleh Aristoteles, yang memandang substansi sebagai individu konkret seperti manusia atau benda alam. Dalam filsafat modern, pemikir seperti Descartes, Spinoza, dan Leibniz menafsirkan substansi secara berbeda, mulai dari dualisme jiwa-tubuh hingga gagasan tentang satu substansi tunggal atau monade.
Konsep substansi penting karena menjadi dasar untuk memahami realitas, identitas, dan perubahan. Dengan membahas substansi, metafisika mencoba menjawab pertanyaan mendasar tentang apa yang benar-benar ada, bagaimana sesuatu tetap sama meskipun berubah, dan bagaimana hubungan antara benda, sifat, serta keberadaan itu sendiri.