Soekarno

Dipublikasikan: 12 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 12 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Soekarno adalah proklamator kemerdekaan Indonesia, negarawan, dan pemikir politik yang berperan penting dalam membentuk identitas nasional Indonesia. Selain sebagai presiden pertama Indonesia, ia dikenal karena pemikiran politiknya yang berfokus pada nasionalisme, persatuan bangsa, dan pembentukan negara modern yang berdaulat. Soekarno menekankan pentingnya ideologi sebagai fondasi moral, politik, dan sosial bangsa, serta memandang peran rakyat, budaya, dan sejarah sebagai elemen integral dalam pembangunan negara. Pemikirannya telah memberikan dampak besar terhadap politik, pendidikan, dan filsafat sosial di Indonesia.

Biografi Soekarno

Soekarno lahir pada 6 Juni 1901 di Surabaya, Jawa Timur. Ia menempuh pendidikan teknik sipil di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang Institut Teknologi Bandung). Sejak muda, Soekarno aktif dalam organisasi pergerakan kemerdekaan Indonesia, memimpin perdebatan politik, dan mengembangkan ideologi nasionalisme yang mengedepankan persatuan dan kedaulatan bangsa.

Pada 17 Agustus 1945, Soekarno bersama Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Sebagai presiden pertama (1945–1967), ia mendorong pembentukan Pancasila sebagai dasar negara dan menjadi penggerak politik anti-kolonial serta pengembangan diplomasi internasional untuk Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Soekarno wafat pada 21 Juni 1970, meninggalkan warisan pemikiran politik dan ideologi yang terus dikaji hingga kini.

Pemikiran Soekarno

Nasionalisme dan Persatuan Bangsa

Salah satu konsep utama Soekarno adalah nasionalisme yang mengedepankan persatuan bangsa. Ia menekankan bahwa Indonesia, sebagai negara yang terdiri dari berbagai suku, budaya, dan agama, memerlukan ideologi dan identitas nasional yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat. Soekarno percaya bahwa persatuan bangsa merupakan fondasi bagi pembangunan politik, ekonomi, dan sosial. Pemikiran ini tercermin dalam pidato-pidatonya yang menekankan semangat persatuan dan kesatuan sebagai kekuatan bangsa untuk merdeka dan berdaulat.

Orang lain juga membaca :  Maurice Blondel

Pancasila sebagai Filsafat Negara

Soekarno menekankan Pancasila bukan hanya sebagai dasar hukum formal, tetapi juga sebagai filsafat moral dan politik bangsa. Ia menekankan bahwa lima sila Pancasila harus menjadi pedoman kehidupan sosial, politik, dan ekonomi, serta membimbing tindakan individu dan kolektif. Pemikirannya menekankan integrasi nilai moral, spiritual, dan sosial dalam setiap aspek kehidupan bangsa, sehingga Pancasila menjadi fondasi etis dan filosofis pembangunan nasional.

Demokrasi Terpimpin dan Partisipasi Rakyat

Dalam konteks politik, Soekarno mengembangkan konsep Demokrasi Terpimpin, yang menekankan keseimbangan antara kepemimpinan yang visioner dan partisipasi rakyat. Ia melihat demokrasi sebagai proses pengambilan keputusan yang harus mempertimbangkan aspirasi rakyat, kestabilan politik, dan kebutuhan pembangunan nasional. Soekarno menekankan bahwa rakyat bukan hanya objek kebijakan, tetapi juga subjek aktif dalam menentukan arah bangsa melalui pendidikan politik dan kesadaran nasional.

Anti-Kolonialisme dan Politik Internasional

Soekarno adalah tokoh anti-kolonial yang menekankan pentingnya kemerdekaan, kedaulatan, dan persamaan di mata internasional. Ia mendorong diplomasi yang menekankan kerjasama regional dan global, termasuk peran Indonesia dalam Gerakan Non-Blok. Pemikiran ini menunjukkan keyakinannya bahwa pembangunan bangsa harus selaras dengan kedaulatan nasional dan posisi strategis Indonesia di panggung internasional.

Pendidikan dan Pembangunan Karakter Bangsa

Soekarno menekankan pendidikan sebagai sarana pembangunan karakter dan kesadaran nasional. Ia melihat pendidikan bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan moral, etika, dan patriotisme. Menurut Soekarno, generasi muda harus dibekali nilai-nilai nasionalisme, tanggung jawab sosial, dan kemampuan berpikir kritis agar mampu memajukan bangsa secara berkelanjutan.

Warisan Pemikiran

Pemikiran Soekarno tetap relevan dalam konteks pembangunan nasional, pendidikan, dan diplomasi internasional. Ideologi, nasionalisme, dan pandangan sosial-politiknya terus dikaji untuk memahami dinamika politik Indonesia dan strategi pembangunan bangsa yang berdaulat dan berkeadilan.

Orang lain juga membaca :  Noam Chomsky

Karya-Karya Soekarno

Soekarno sebagian besar menulis pidato, teks proklamasi, dan esai politik. Beberapa karya pentingnya meliputi:

  • Indonesia Menggugat (1930), kritik terhadap kolonialisme Belanda dan advokasi kemerdekaan.
  • Pidato-pidato kenegaraan, termasuk pidato proklamasi kemerdekaan dan pidato di sidang-sidang internasional.
  • Esai dan tulisan tentang nasionalisme, Pancasila, dan pembangunan bangsa.

Referensi

  • Soekarno. (1930). Indonesia menggugat. Jakarta: Balai Pustaka.
  • Ricklefs, M.C. (2001). A history of modern Indonesia since c. 1200. Palgrave.
  • Kahin, G. (1952). Nationalism and revolution in Indonesia. Cornell University Press.
  • Bertrand, R. (2013). Indonesian intellectuals and culture: Essays on contemporary thought. Routledge.
  • Cribb, R. (2001). The Indonesian killings 1965–1966: Studies from Java and Bali. Monash Asia Institute.

Citation

Previous Article

Dipa Nusantara Aidit

Next Article

Abdurrahman Wahid

Citation copied!