Sir Bernard Arthur Owen Williams

Dipublikasikan: 12 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 12 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Sir Bernard Arthur Owen Williams adalah salah satu filsuf moral paling berpengaruh di Inggris pada abad ke-20, dikenal karena kritiknya yang tajam terhadap moralitas modern, utilitarianisme, teori Kantian, dan gagasan tentang identitas serta tanggung jawab moral. Dengan gaya argumentasi yang elegan, skeptis, dan sangat sensitif terhadap kompleksitas pengalaman moral manusia, Williams menawarkan pendekatan etika yang menolak bentuk-bentuk teori moral yang terlalu sistematis. Ia menekankan pentingnya sejarah, psikologi, emosi, dan integritas pribadi dalam memahami kehidupan etis. Pemikirannya menandai perubahan besar dari teori moral abstrak menuju etika yang lebih realistis, manusiawi, dan terikat konteks.

Biografi Sir Bernard Arthur Owen Williams

Sir Bernard Williams lahir pada 21 September 1929 di Westcliff-on-Sea, Inggris. Ia menempuh pendidikan klasik di Chigwell School dan Balliol College, Oxford, tempat ia dikenal sebagai mahasiswa brilian dengan minat luas dalam sastra, sejarah, dan filsafat. Setelah wajib militer di Royal Air Force, Williams kembali ke Oxford dan kemudian mengajar di University College London serta Bedford College.

Pada 1979, ia menjadi Knightbridge Professor of Philosophy di Cambridge University, salah satu posisi paling prestisius dalam filsafat moral Inggris. Ia juga sempat menjadi rektor di King’s College, Cambridge, serta mengajar di University of California, Berkeley. Selain karier akademik, Williams aktif dalam berbagai komite publik, termasuk komite etika medis dan kebijakan pendidikan.

Orang lain juga membaca :  Ludwig Feuerbach

Karya-karyanya seperti Ethics and the Limits of Philosophy dan Moral Luck menjadikannya tokoh utama dalam perdebatan etika kontemporer. Williams wafat pada 2003, tetapi pemikirannya masih menjadi fondasi bagi filsafat moral modern, terutama bagi mereka yang menolak penyederhanaan moralitas menjadi aturan atau kalkulus semata.

Pemikiran Sir Bernard Arthur Owen Williams

Kritik terhadap Moralitas Sistematis Modern

Menolak “moralitas” sebagai konstruksi abstrak

Dalam Ethics and the Limits of Philosophy (1985), Williams membedakan antara morality (suatu tradisi moral sempit yang menekankan kewajiban absolut) dan ethics (pemahaman lebih luas tentang bagaimana manusia seharusnya hidup). Williams menolak moralitas model Kantian yang menuntut:

  • Objektivitas mutlak
  • Pandangan impersonal
  • Kewajiban universal
  • Independensi dari seluruh kondisi psikologis dan historis

Menurutnya, teori-teori seperti Kantianisme dan utilitarianisme terlalu menyederhanakan kehidupan moral dan gagal menangkap kompleksitas pengalaman manusia.

Moralitas sebagai proyek yang gagal

Williams berargumen bahwa proyek moralitas modern mencoba menggantikan sumber-sumber etis tradisional (seperti eudaimonia Aristotelian) dengan prinsip-prinsip universal yang terlepas dari konteks. Ia melihat ini sebagai kegagalan filosofis dan budaya.

Kritik terhadap Utilitarianisme: Integritas dan Agen Moral

Dalam esainya yang terkenal tentang “integritas,” Williams mengkritik utilitarianisme karena mengabaikan identitas moral personal dan komitmen individu. Utilitarianisme menuntut bahwa seorang agen harus:

  • Memperlakukan dirinya sebagai wadah konsekuensial netral
  • Mengabaikan nilai proyek hidup yang membentuk identitasnya

Menurut Williams:

  • Tindakan moral harus berakar pada apa yang secara mendalam membentuk diri seseorang
  • Memaksa agen untuk mengorbankan komitmennya demi konsekuensi total adalah bentuk alienasi moral
  • Integritas merupakan bagian esensial dalam kehidupan etis, bukan sekadar preferensi

Argumentasi ini menjadi salah satu kritik paling berpengaruh terhadap utilitarianisme.

Moral Luck dan Tantangan terhadap Tanggung Jawab Moral

Williams, bersama Thomas Nagel, memperkenalkan konsep moral luck, yaitu kondisi ketika nasib moral seseorang dipengaruhi oleh faktor yang berada di luar kendali mereka. Williams menunjukkan bahwa:

  • Tindakan moral tidak dapat dipisahkan dari hasil dan keadaan yang tak sepenuhnya dikendalikan agen
  • Moralitas tradisional yang mengharuskan kontrol penuh tidak realistis
  • Identitas moral seseorang terbentuk melalui pengalaman, sejarah pribadi, dan keadaan yang tidak ia pilih
Orang lain juga membaca :  Basilides

Pandangan ini menggugah kembali perdebatan tentang tanggung jawab, rasa bersalah, dan penilaian moral.

Pandangan Historis tentang Etika

Williams menekankan bahwa filsafat moral harus memperhatikan sejarah intelektual. Dalam karyanya Shame and Necessity, ia mengargumentasikan bahwa moralitas Yunani kuno—meskipun tidak memiliki konsep moralitas modern—lebih realistis dan dekat dengan pengalaman manusia dibanding moralitas modern berbasis kewajiban.

Menurut Williams:

  • Konsep seperti rasa malu, kehormatan, dan keharusan lebih sesuai untuk menggambarkan kondisi manusia
  • Moralitas modern yang menekankan “kesalahan” dan “kewajiban” sering kali tidak selaras dengan kehidupan nyata
  • Pemahaman moral manusia harus mempertimbangkan sejarah budaya

Internal vs External Reasons

Williams terkenal karena internal reasons thesis, yang menyatakan bahwa seseorang hanya memiliki alasan untuk bertindak jika alasan tersebut berhubungan dengan keinginannya, komitmennya, atau disposisinya.
Ia menolak external reasons, yaitu alasan moral yang diklaim berlaku bagi seseorang terlepas dari motivasi atau komitmennya.

Menurut Williams:

  • Klaim bahwa alasan moral bersifat universal dan objektif adalah ilusi
  • Alasan harus dipahami dalam konteks psikologis dan motivasional agen
  • Moralitas tidak dapat berdiri di luar kehidupan agen sebagai aturan abstrak

Ini membuat Williams salah satu kritikus terkuat objektivisme moral.

Pencarian Etika yang Lebih Manusiawi

Williams mengusulkan etika yang lebih dekat dengan kehidupan aktual, bukan teori sistematis. Etika seharusnya:

  • Berakar pada pengalaman manusia
  • Menekankan emosi, identitas, integritas, dan hubungan personal
  • Mengakui peran sejarah, budaya, dan konteks
  • Menolak absolutisme moral
  • Menggambarkan bagaimana manusia seharusnya hidup, bukan sekadar aturan benar-salah

Pendekatan ini menghubungkan kembali filsafat moral dengan psikologi moral, sastra, politik, dan sejarah.

Karya-Karya Penting Sir Bernard Arthur Owen Williams

  • Ethics and the Limits of Philosophy (1985)
  • Shame and Necessity (1993)
  • Moral Luck (1981)
  • Problems of the Self (1973)
  • Truth and Truthfulness (2002)
  • Berbagai esai tentang utilitarianisme, integritas, alasan moral, dan sejarah etika
Orang lain juga membaca :  Hippocrates

Referensi

  • Williams, B. (1985). Ethics and the limits of philosophy. Harvard University Press.
  • Williams, B. (1993). Shame and necessity. University of California Press.
  • Williams, B. (2002). Truth and truthfulness: An essay in genealogy. Princeton University Press.
  • Nagel, T. (1979). Mortal questions. Cambridge University Press.
  • Smart, J. J. C., & Williams, B. (1973). Utilitarianism: For and against. Cambridge University Press.
  • Cottingham, J. (Ed.). (2003). Western philosophy: An anthology. Blackwell.

Citation

Previous Article

Alasdair Chalmers MacIntyre

Next Article

Gertrude Elizabeth Margaret Anscombe

Citation copied!