Simon Critchley

Dipublikasikan: 13 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 13 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Simon Critchley adalah seorang filsuf kontemporer kelahiran Inggris yang dikenal luas karena pemikirannya yang menggabungkan filsafat kontinental, etika, politik, fenomenologi, dan refleksi budaya populer. Ia menempati posisi penting dalam filsafat kontemporer karena kemampuannya menjembatani pemikiran filsafat Eropa—khususnya Levinas, Heidegger, Derrida, dan Hegel—dengan problem-problem etika dan politik dunia modern seperti nihilisme, demokrasi, terorisme, humor, dan kehidupan sehari-hari. Critchley juga dikenal sebagai filsuf publik yang menulis dengan gaya reflektif dan aksesibel tanpa kehilangan kedalaman konseptual, menjadikannya figur berpengaruh baik di ranah akademik maupun di luar kampus.

Biografi Simon Critchley

Simon Critchley lahir pada 27 September 1960 di Hertfordshire, Inggris. Ia menempuh pendidikan filsafat di University of Essex, sebuah institusi yang dikenal sebagai pusat filsafat kontinental di dunia berbahasa Inggris. Di sana, ia terlibat langsung dalam tradisi fenomenologi dan teori kritis, serta mulai mengembangkan minat mendalam terhadap pemikiran Emmanuel Levinas, yang kemudian menjadi salah satu pengaruh terbesarnya. Critchley menyelesaikan studi doktoralnya dengan penelitian yang berfokus pada etika dan dekonstruksi, khususnya dalam dialog dengan pemikiran Prancis kontemporer.

Critchley kemudian mengajar di berbagai universitas ternama, termasuk University of Essex dan The New School for Social Research di New York, tempat ia menjabat sebagai profesor filsafat. Ia juga pernah menjadi direktur Centre for Theoretical Studies in the Humanities and Social Sciences di Essex. Selain aktivitas akademiknya, Critchley aktif menulis esai, kolom, dan buku yang menjangkau pembaca luas, serta terlibat dalam diskursus publik tentang politik, seni, musik, dan sepak bola. Peran gandanya sebagai akademisi dan intelektual publik menjadikan Critchley figur unik dalam lanskap filsafat kontemporer.

Orang lain juga membaca :  Maurice Merleau-Ponty

Pemikiran Simon Critchley

Etika sebagai Tanggapan terhadap Tuntutan yang Tak Terpenuhi

Salah satu gagasan sentral dalam pemikiran Critchley adalah pemahaman etika sebagai tanggapan terhadap tuntutan yang datang dari luar diri subjek. Terinspirasi oleh Emmanuel Levinas, Critchley menekankan bahwa etika bukanlah sistem norma rasional yang otonom, melainkan pengalaman keterikatan pada tuntutan yang tidak pernah sepenuhnya dapat dipenuhi. Subjek etis, dalam pandangannya, selalu berada dalam kondisi keterlambatan dan ketidakcukupan, namun justru dari situ muncul tanggung jawab moral. Etika bukan tentang kesempurnaan moral, melainkan tentang komitmen yang rapuh dan terus-menerus diperbarui.

Nihilisme dan Krisis Makna

Critchley secara konsisten bergulat dengan problem nihilisme dalam filsafat modern dan kontemporer. Ia melihat nihilisme bukan sekadar penolakan nilai, melainkan kondisi eksistensial di mana klaim makna dan legitimasi kehilangan daya ikatnya. Alih-alih mencari solusi metafisik atau fundamentalis, Critchley mengusulkan pendekatan etis dan politis yang bersifat imanen. Baginya, tanggapan terhadap nihilisme terletak pada pengakuan akan kerapuhan makna dan penciptaan komitmen-komitmen lokal yang bersifat sementara namun signifikan. Dengan cara ini, ia menawarkan alternatif terhadap sikap sinis maupun dogmatis dalam menghadapi krisis makna modern.

Politik, Anarkisme, dan Demokrasi

Dalam filsafat politiknya, Critchley mengembangkan pendekatan yang sering disebut sebagai anarkisme etis. Ia skeptis terhadap klaim legitimasi negara dan institusi politik formal, yang menurutnya sering kali gagal memenuhi tuntutan etis warganya. Namun, skeptisisme ini tidak mengarah pada apatisme, melainkan pada bentuk politik dari bawah yang berakar pada komitmen etis dan solidaritas konkret. Critchley menekankan pentingnya tindakan kolektif non-kekerasan, ketidaktaatan sipil, dan praktik-praktik demokrasi radikal sebagai respons terhadap krisis representasi politik modern.

Humor, Tragedi, dan Kondisi Manusia

Critchley memberikan perhatian filosofis yang serius terhadap humor, ironi, dan tragedi sebagai cara manusia menghadapi absurditas dan penderitaan. Ia melihat humor bukan sebagai pelarian, melainkan sebagai strategi eksistensial yang memungkinkan jarak reflektif terhadap diri sendiri dan dunia. Dalam analisisnya tentang tragedi, Critchley menunjukkan bagaimana kesadaran akan keterbatasan dan kegagalan manusia justru membuka ruang bagi solidaritas dan empati. Humor dan tragedi, dalam kerangka ini, menjadi dua sisi dari upaya manusia untuk hidup bermakna dalam dunia yang tidak menawarkan jaminan metafisik.

Orang lain juga membaca :  Deborah Achtenberg

Filsafat, Budaya Populer, dan Kehidupan Sehari-hari

Salah satu ciri khas Critchley adalah kesediaannya untuk mengambil budaya populer—musik, sepak bola, film, dan sastra—sebagai medan refleksi filosofis yang sah. Ia menolak pemisahan ketat antara filsafat tinggi dan kehidupan sehari-hari, dan berpendapat bahwa pemikiran filosofis harus berakar pada pengalaman konkret. Pendekatan ini tidak bertujuan mereduksi filsafat menjadi hiburan, melainkan memperluas ruang refleksi kritis dan menunjukkan relevansi filsafat bagi kehidupan kontemporer.

Finitude, Kematian, dan Kehidupan Etis

Critchley juga banyak menulis tentang kematian dan kefanaan sebagai kondisi fundamental manusia. Ia menolak upaya metafisika klasik untuk menaklukkan kematian melalui janji keabadian, dan sebaliknya menekankan bahwa kesadaran akan kefanaan justru memperdalam komitmen etis dan solidaritas manusia. Kematian, dalam pandangannya, bukan akhir dari makna, melainkan kondisi yang membuat setiap tindakan dan relasi menjadi berharga. Dengan pendekatan ini, Critchley menghubungkan refleksi eksistensial dengan tanggung jawab etis secara erat.

Karya Simon Critchley

  • The Ethics of Deconstruction
  • Very Little… Almost Nothing
  • Infinitely Demanding
  • The Book of Dead Philosophers
  • On Humour
  • Faith of the Faithless
  • The Problem with Levinas

Referensi

  • Critchley, S. (1992). The ethics of deconstruction. Oxford: Blackwell.
  • Critchley, S. (1997). Very little… almost nothing. London: Routledge.
  • Critchley, S. (2007). Infinitely demanding. London: Verso.
  • Critchley, S. (2002). On humour. London: Routledge.
  • Critchley, S. (2012). Faith of the faithless. London: Verso.

Citation

Previous Article

Catherine Malabou

Next Article

Graham Harman

Citation copied!