Saksi-Saksi Yehuwa

Dipublikasikan: 8 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Saksi-Saksi Yehuwa adalah gerakan keagamaan Kristen modern yang menekankan penafsiran literal Alkitab, penginjilan aktif, dan hidup moral yang ketat. Gerakan ini didirikan pada akhir abad ke-19 oleh Charles Taze Russell di Amerika Serikat dan dikenal karena aktivitas dakwahnya dari rumah ke rumah, penolakan terhadap partisipasi politik dan militer, serta keyakinan eskatologis yang kuat tentang Kerajaan Allah yang akan datang. Nama “Yehuwa” merujuk pada penyebutan nama Allah yang dianggap sakral dalam ajaran mereka.

Ajaran Saksi-Saksi Yehuwa

Ajaran Saksi-Saksi Yehuwa berfokus pada kepatuhan kepada Alkitab, yang dianggap sebagai firman Allah yang literal dan mutlak. Mereka menekankan pentingnya mengabarkan Kerajaan Allah sebagai solusi bagi masalah manusia, dengan keyakinan bahwa bumi akan dibersihkan dari kejahatan dan digantikan oleh pemerintahan ilahi yang adil. Kepercayaan ini mendorong praktik dakwah aktif melalui kunjungan rumah ke rumah, publikasi literatur seperti majalah Awake! dan The Watchtower, serta pendidikan keagamaan bagi semua anggota.

Selain itu, Saksi-Saksi Yehuwa menekankan moralitas pribadi yang ketat, termasuk menjauhi perilaku yang dianggap dosa, seperti merokok, perjudian, perzinahan, dan konsumsi narkoba. Mereka menolak transfusi darah karena interpretasi literal terhadap Alkitab, serta menahan diri dari partisipasi dalam politik, militer, dan upacara nasional yang dianggap menyembah negara. Dalam ibadah, Saksi-Saksi Yehuwa berkumpul dalam pertemuan rutin di Balai Kerajaan (Kingdom Hall), mengikuti studi Alkitab, dan mengadakan pertemuan publik untuk memperkuat iman dan solidaritas komunitas.

Sejarah Perkembangan Saksi-Saksi Yehuwa

Gerakan Saksi-Saksi Yehuwa bermula pada akhir abad ke-19 ketika Charles Taze Russell, seorang penginjil dan penulis Amerika, mulai mengkaji Alkitab secara mendalam dan menekankan pentingnya mempelajari nubuatan eskatologis. Russell menolak beberapa ajaran tradisional gereja Kristen tentang Trinitas dan neraka abadi, dan mengembangkan pandangan unik tentang Kerajaan Allah yang akan segera didirikan di bumi. Pada tahun 1879, Russell mulai menerbitkan jurnal Zion’s Watch Tower and Herald of Christ’s Presence, yang menjadi cikal bakal organisasi Saksi-Saksi Yehuwa modern.

Orang lain juga membaca :  Buddhisme

Setelah wafat Russell pada 1916, kepemimpinan diteruskan oleh Joseph Franklin Rutherford, yang memperkenalkan nama resmi “Saksi-Saksi Yehuwa” pada 1931 dan menata struktur organisasi secara lebih sentralistik. Di bawah kepemimpinan Rutherford, gerakan ini menekankan disiplin moral yang ketat, penginjilan aktif, dan kepatuhan penuh terhadap ajaran Alkitab yang diinterpretasikan oleh Badan Pimpinan (Governing Body). Pada abad ke-20, Saksi-Saksi Yehuwa menyebar ke berbagai negara melalui penginjilan internasional, mendirikan jaringan Balai Kerajaan, dan membangun sistem pendidikan serta literatur yang mendukung misi global mereka.

Gerakan ini menghadapi banyak tantangan, termasuk penolakan hukum di beberapa negara karena menolak wajib militer, upacara kenegaraan, dan transfusi darah. Meskipun demikian, komunitas Saksi-Saksi Yehuwa berhasil mempertahankan identitas mereka melalui kepatuhan disiplin terhadap ajaran, sistem organisasi yang kuat, dan fokus pada misi penginjilan. Pada era modern, mereka tetap aktif dalam kegiatan dakwah global, pendidikan agama, dan publikasi literatur, dengan jutaan anggota yang tersebar di seluruh dunia, menjadikan Saksi-Saksi Yehuwa salah satu gerakan Kristen dengan pengaruh internasional yang signifikan.

Tokoh-Tokoh Berpengaruh dalam Saksi-Saksi Yehuwa

Tokoh pendiri adalah Charles Taze Russell, yang memulai kajian Alkitab dan mendirikan organisasi awal. Joseph Franklin Rutherford menjadi tokoh kunci yang membentuk struktur organisasi modern, memperkenalkan nama resmi, dan menegaskan disiplin serta kepatuhan anggota. Tokoh-tokoh lain dalam Badan Pimpinan (Governing Body) melanjutkan pengawasan doktrin, penerbitan literatur, dan ekspansi internasional, memastikan keseragaman ajaran dan praktik di seluruh komunitas global.

Referensi

  • Penton, M. J. (1997). Apocalypse Delayed: The Story of Jehovah’s Witnesses. University of Toronto Press.
  • Franz, R. (2007). Crisis of Conscience. Commentary Press.
  • Chryssides, G. D. (2008). Jehovah’s Witnesses: Continuity and Change. Routledge.
  • Wills, L. (2009). The Jehovah’s Witnesses in America: A Historical and Sociological Perspective. NYU Press.
  • Rogerson, J. (2015). Contemporary Religious Movements: Jehovah’s Witnesses and Beyond. Palgrave Macmillan.
  • Holden, A. (2013). Jehovah’s Witnesses and the Secular World: Challenges and Adaptation. Routledge.
Orang lain juga membaca :  Dispensasionalisme

Citation

Previous Article

Jainisme

Next Article

Jansenisme

Citation copied!