Dipublikasikan: 12 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 12 Desember 2025
Dipublikasikan: 12 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 12 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Rocky Gerung adalah seorang filsuf publik, intelektual, dan pengamat politik Indonesia yang dikenal karena pemikiran kritisnya terhadap budaya politik, demokrasi, dan filsafat sosial di Indonesia. Ia menekankan pentingnya rasionalitas, refleksi filosofis, dan kritik terhadap praktik kekuasaan untuk membangun masyarakat yang berpikir kritis dan sadar politik. Pemikirannya banyak disampaikan melalui ceramah, diskusi publik, kolom opini, dan video yang beredar luas di media massa dan platform digital. Pemikiran Rocky Gerung menggabungkan tradisi filsafat Barat, terutama filsafat kontinental, dengan konteks sosial-politik Indonesia, menjadikannya salah satu figur penting dalam diskursus filsafat publik kontemporer.
Daftar Isi
Rocky Gerung lahir pada 20 Mei 1959 di Jakarta, Indonesia. Ia menempuh pendidikan di bidang filsafat dan ilmu sosial, kemudian aktif sebagai pengajar dan pembicara publik. Rocky dikenal luas melalui ceramah, kuliah umum, dan diskusi di berbagai forum publik, baik akademik maupun media massa. Ia juga sering muncul dalam wawancara, talkshow, dan video di media sosial yang membahas filsafat, politik, dan budaya. Meski jarang menulis buku akademik, Rocky telah menulis berbagai artikel, esai, dan kolom opini yang membahas filsafat sosial, politik, dan pendidikan publik.
Sebagai tokoh publik, Rocky Gerung dikenal dengan gaya komunikasinya yang lugas, kritis, dan provokatif. Ia menekankan bahwa filsafat bukan hanya disiplin akademik, tetapi alat praktis untuk menilai, memahami, dan memperbaiki kehidupan sosial-politik. Ia mendorong masyarakat untuk berpikir rasional, mempertanyakan otoritas, dan tidak menerima narasi politik secara dogmatis. Pemikirannya sangat relevan dalam konteks pendidikan filsafat publik dan pengembangan kesadaran kritis di masyarakat.
Salah satu fokus utama Rocky Gerung adalah filsafat publik, yaitu gagasan bahwa filsafat harus hadir dalam kehidupan masyarakat sebagai alat refleksi, analisis, dan kritik sosial. Ia menekankan bahwa warga negara harus mampu berpikir kritis, mempertanyakan asumsi, dan menilai kebijakan publik secara rasional. Dalam ceramah dan kolomnya, Rocky sering membahas bagaimana masyarakat dapat menggunakan filsafat untuk memahami kompleksitas politik, budaya, dan sosial di Indonesia. Ia menekankan bahwa filsafat publik tidak hanya diperuntukkan bagi akademisi, tetapi juga bagi masyarakat luas, sehingga warga negara mampu memahami konteks sosial-politik, menilai tindakan pemerintah, dan mengambil keputusan yang etis.
Pemikiran Rocky Gerung juga menekankan pentingnya kritik terhadap praktik politik dan kekuasaan. Ia menyoroti bagaimana politik sering dijalankan tanpa transparansi, akuntabilitas, atau pertimbangan moral yang matang. Melalui ceramah dan kolom opini, Rocky mendorong masyarakat untuk berpikir kritis terhadap kebijakan publik, praktik birokrasi, dan perilaku elit politik. Ia menekankan bahwa filsafat harus digunakan untuk menilai legitimasi kekuasaan dan memastikan bahwa kebijakan publik selaras dengan prinsip keadilan, etika, dan kepentingan rakyat. Kritiknya sering bersifat analitis dan reflektif, dengan menekankan rasionalitas dan etika sebagai dasar penilaian politik.
Rocky Gerung menekankan bahwa rasionalitas dan etika adalah fondasi untuk membangun masyarakat yang sadar dan bertanggung jawab. Ia berargumen bahwa pengembangan kemampuan berpikir kritis memungkinkan individu menilai informasi secara objektif, memahami kompleksitas sosial-politik, dan bertindak secara etis. Dalam berbagai diskusi publik, Rocky menekankan bahwa filsafat tidak boleh dipisahkan dari kehidupan nyata. Individu harus mampu menggunakan rasionalitas untuk menilai narasi politik, budaya, dan sosial, serta mengembangkan etika kritis yang mampu menuntun tindakan sehari-hari.
Dalam konteks demokrasi, Rocky Gerung menekankan bahwa kesadaran kritis warga negara adalah kunci bagi demokrasi yang sehat. Ia berpendapat bahwa demokrasi bukan sekadar prosedur politik, tetapi juga proses interaksi sosial-politik yang membutuhkan partisipasi aktif, refleksi, dan evaluasi kritis dari masyarakat. Menurutnya, pendidikan politik dan filsafat publik adalah sarana penting untuk membentuk warga negara yang rasional, etis, dan berdaya kritis. Dalam ceramah-ceramahnya, Rocky sering membahas bagaimana masyarakat dapat mempertahankan kebebasan berpikir, mengkritisi otoritas, dan mengambil keputusan yang mendukung keadilan sosial.
Rocky Gerung menggabungkan pemikiran filsafat Barat, khususnya filsafat kontinental, dengan konteks sosial-politik Indonesia. Ia menekankan bahwa teori-teori filsafat Barat dapat dijadikan alat analisis kritis terhadap kondisi lokal, termasuk politik, budaya, dan sosial. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat Indonesia untuk memahami kompleksitas sosial-politik secara mendalam, sekaligus menjaga relevansi nilai-nilai lokal dalam praktik sosial dan politik. Rocky juga menekankan pentingnya refleksi filosofis dalam menilai fenomena kontemporer, termasuk budaya populer, media, dan praktik demokrasi.
Karena jarang menulis buku, karya Rocky Gerung sebagian besar berupa: