Dipublikasikan: 3 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 3 Desember 2025
Dipublikasikan: 3 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 3 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Retrospective Determinism Fallacy adalah kekeliruan berpikir yang menganggap bahwa suatu peristiwa di masa lalu “pasti” terjadi karena kini kita mengetahui hasil akhirnya. Dengan kata lain, apa yang sudah terjadi dianggap sebagai sesuatu yang tidak mungkin terjadi dengan cara lain. Fallacy ini lahir dari kesalahan dalam memandang sejarah secara deterministik dan linier, seolah-olah semua faktor penyebab jelas, pasti, dan tidak dapat berubah. Padahal, banyak peristiwa masa lalu bersifat kontingen dan dipengaruhi oleh ketidakpastian, peluang, serta keputusan yang kompleks.
Daftar Isi
Retrospective Determinism Fallacy adalah kesalahan logika ketika seseorang menilai bahwa hasil suatu peristiwa adalah sesuatu yang tak terelakkan, hanya karena peristiwa itu sudah terjadi.
Fallacy ini menciptakan ilusi kepastian dengan memproyeksikan pengetahuan masa kini ke masa lalu, mengabaikan ketidakpastian yang sebenarnya dialami oleh para pelaku pada waktu itu.
Ciri-ciri fallacy ini:
Fallacy ini sering muncul dalam analisis sejarah, penilaian strategi bisnis, ilmu politik, dan debat publik yang mendasarkan argumen pada “kepastian” hasil masa lalu.