Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Restorasionisme adalah gerakan keagamaan yang menekankan pemulihan ajaran dan praktik Kekristenan awal seperti yang dijalankan oleh gereja mula-mula pada abad pertama Masehi. Gerakan ini muncul pada abad ke-19 di Amerika Serikat sebagai respons terhadap perpecahan denominasi Kristen dan dianggap sebagai upaya untuk menghapus tradisi manusia yang dianggap menyimpang dari Injil asli. Penganut Restorasionisme percaya bahwa Alkitab saja menjadi pedoman hidup dan praktik gereja harus meniru model Kristen mula-mula, termasuk baptisan, perjamuan kudus, dan kehidupan komunitas yang sederhana.
Daftar Isi
Ajaran Restorasionisme menekankan kembali ke Alkitab sebagai satu-satunya otoritas dalam kehidupan iman, serta menolak tradisi gereja atau doktrin yang dianggap sebagai tambahan manusia. Praktik ibadah meniru gereja awal, termasuk baptisan bagi orang percaya, perjamuan kudus setiap minggu, doa, puasa, dan pelayanan komunitas.
Restorasionisme menekankan kesatuan umat Kristen dengan menghapus sekat denominasi, serta mengutamakan kehidupan suci, penginjilan aktif, dan ketaatan pada perintah Yesus Kristus. Fokus gerakan ini adalah menghidupkan kembali iman dan praktik yang murni, sesuai dengan catatan Perjanjian Baru.
Restorasionisme muncul pada awal abad ke-19 di Amerika Serikat, dipelopori oleh tokoh seperti Thomas Campbell dan Alexander Campbell, yang menekankan pentingnya kesatuan gereja dan pemurnian ajaran Kristen. Gerakan ini dikenal sebagai Disciples of Christ atau Churches of Christ dan berfokus pada pengembalian praktik gereja mula-mula, baptisan iman, dan pemurnian moral.
Gerakan Restorasionisme berkembang sebagai tanggapan terhadap fragmentasi denominasi Kristen, berusaha menyatukan pengikut Kristen berdasarkan Alkitab dan contoh gereja awal. Restorasionisme kemudian menyebar ke Amerika Utara dan bagian dunia lainnya, memengaruhi kelompok yang menekankan ibadah sederhana, penginjilan aktif, dan kepatuhan pada Alkitab sebagai satu-satunya pedoman iman.
Thomas Campbell dan Alexander Campbell adalah tokoh utama pendiri gerakan Restorasionisme yang menekankan kesatuan Kristen dan kembali kepada praktik gereja mula-mula. Barton W. Stone adalah tokoh penting lain yang berperan dalam penyebaran ajaran dan penggabungan beberapa kelompok gereja awal. Tokoh-tokoh ini membantu membentuk denominasi modern seperti Disciples of Christ, Churches of Christ, dan Christian Church yang menekankan pemurnian iman berdasarkan Alkitab.