Dipublikasikan: 3 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 3 Desember 2025
Dipublikasikan: 3 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 3 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Regression Fallacy adalah kesalahan penalaran yang muncul ketika seseorang keliru menganggap bahwa perubahan—terutama perubahan menuju kondisi “normal”—disebabkan oleh intervensi tertentu, padahal perubahan tersebut sebenarnya merupakan hasil dari fenomena statistik yang dikenal sebagai regression toward the mean (regresi menuju rata-rata). Fallacy ini sering terjadi dalam penilaian kesehatan, olahraga, kinerja akademik, bisnis, hingga psikologi populer. Ketidaksadaran akan pola regresi alami menyebabkan orang salah menafsirkan korelasi sebagai sebab-akibat, sehingga memberikan kredit atau menyalahkan suatu tindakan atas sesuatu yang akan terjadi secara alami.
Daftar Isi
Regression Fallacy adalah informal fallacy yang terjadi ketika seseorang mengatributkan perubahan dalam performa, kondisi, atau kejadian ekstrem kepada suatu penyebab tertentu, padahal perubahan tersebut hanya merupakan efek dari regresi menuju nilai rata-rata. Secara statistik, nilai ekstrem cenderung diikuti oleh nilai yang lebih mendekati rata-rata murni karena variasi acak, bukan karena adanya intervensi nyata.
Ciri-ciri Regression Fallacy:
Regresi menuju rata-rata adalah fenomena statistik yang tidak intuitif, sehingga banyak orang salah menyimpulkan hubungan sebab akibat dari perubahan yang sebenarnya normal.