Reformis

Dipublikasikan: 8 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Reformis adalah istilah yang digunakan dalam konteks teologi dan kepercayaan untuk merujuk pada gerakan atau aliran yang menekankan pembaruan doktrin, ibadah, dan praktik keagamaan berdasarkan prinsip Alkitab atau sumber suci lainnya, sambil menolak tradisi yang dianggap menyimpang atau kurang sesuai dengan ajaran asli. Dalam Kristen, Reformisme identik dengan Reformasi Protestan yang dipelopori oleh tokoh-tokoh seperti Martin Luther dan John Calvin, yang menekankan otoritas Alkitab, keselamatan melalui iman, dan penghapusan praktik-praktik gereja yang dianggap tidak alkitabiah. Reformisme bertujuan menyesuaikan praktik keagamaan dengan prinsip teologis murni dan membimbing umat untuk hidup sesuai kehendak Allah.

Ajaran Reformis

Ajaran reformis menekankan prinsip-prinsip inti yang bersumber dari teks suci, dengan fokus pada iman pribadi, rahmat Allah, dan hubungan langsung antara individu dengan Tuhan. Dalam Kristen Reformis, ajaran utama meliputi doktrin sola scriptura (hanya Alkitab sebagai otoritas tertinggi), sola fide (keselamatan melalui iman), dan sola gratia (rahmat Allah semata). Reformisme juga menekankan kesederhanaan dalam ibadah, penghapusan praktik yang dianggap berlebihan atau tidak alkitabiah, dan pentingnya pendidikan agama yang mendalam untuk memahami firman Tuhan.

Selain itu, gerakan reformis menekankan kehidupan moral yang disiplin, keterlibatan sosial, dan tanggung jawab individu dalam menyebarkan ajaran yang benar. Pendidikan teologi, penerbitan literatur, dan studi Alkitab sistematis menjadi sarana utama untuk menanamkan nilai-nilai reformis pada komunitas dan generasi muda.

Sejarah Perkembangan Reformisme

Reformisme berkembang pesat pada abad ke-16 sebagai reaksi terhadap praktik-praktik yang dianggap menyimpang dalam Gereja Katolik, seperti penjualan indulgensi dan penyimpangan hierarki gereja. Martin Luther memulai Reformasi di Jerman pada 1517 dengan mempublikasikan 95 Tesis, menyerukan kembalinya Gereja kepada prinsip-prinsip Alkitab. Di Swiss, John Calvin mengembangkan teologi reformis yang menekankan predestinasi, disiplin gereja, dan tata ibadah yang sederhana namun mendalam.

Orang lain juga membaca :  Komunitarianisme

Gerakan Reformis menyebar ke berbagai wilayah Eropa, termasuk Belanda, Skotlandia, Prancis, dan Inggris, menyesuaikan doktrin dengan konteks budaya dan sosial masing-masing. Sekolah-sekolah teologi reformis dan penerbitan buku-buku keagamaan membantu menyebarkan pemahaman baru ini kepada masyarakat luas. Pada abad ke-17 dan ke-18, Reformisme beradaptasi dengan perkembangan politik dan sosial, termasuk hubungan dengan negara, pendidikan publik, dan advokasi moral.

Pada era modern, Reformisme Kristen telah menghasilkan berbagai denominasi, seperti Presbiterian, Reformed, dan sebagian komunitas Baptis. Gerakan ini tetap menekankan pendidikan, etika, dan disiplin rohani, sambil mengintegrasikan pemahaman baru tanpa kehilangan prinsip dasar Alkitab. Reformisme modern juga menekankan keterlibatan aktif umat dalam pelayanan sosial, dakwah, dan dialog antaragama, sebagai bagian dari penerapan ajaran iman dalam kehidupan nyata.

Tokoh-Tokoh Berpengaruh dalam Reformisme

Tokoh utama termasuk Martin Luther, yang memulai Reformasi di Jerman, dan John Calvin, yang mengembangkan teologi sistematis dan struktur gereja reformis. Ulrich Zwingli di Swiss juga berperan penting dalam membentuk praktik liturgi sederhana dan penekanan pada disiplin rohani. Tokoh-tokoh lainnya termasuk John Knox di Skotlandia, yang mendirikan Gereja Presbiterian, serta pemimpin komunitas reformis modern yang menekankan pendidikan, pelayanan sosial, dan pengajaran Alkitab.

Referensi

  • McGrath, A. E. (2012). Reformation Thought: An Introduction. Wiley-Blackwell.
  • Bainton, R. H. (2009). Here I Stand: A Life of Martin Luther. Abingdon Press.
  • Calvin, J. (2008). Institutes of the Christian Religion. Hendrickson Publishers.
  • Gonzalez, J. L. (2010). The Story of Christianity, Volume 2: The Reformation to the Present Day. HarperOne.
  • Lindberg, C. (1996). The European Reformations. Blackwell Publishers.
  • Oberman, H. A. (1994). The Reformation: Roots and Ramifications. T&T Clark.
  • Noll, M. A. (2004). Turning Points: Decisive Moments in the History of Christianity. Baker Academic.
Orang lain juga membaca :  Anomisme

Citation

Previous Article

Konservatif

Next Article

Rekonstruksionisme

Citation copied!