Raymond Kelvin Nando — Sriwijaya karya Raden Benedictus Slamet Muljana adalah salah satu karya fundamental dalam kajian sejarah Nusantara, khususnya mengenai keberadaan dan kejayaan Kerajaan Sriwijaya sebagai pusat kekuasaan maritim terbesar di Asia Tenggara pada abad ke-7 hingga abad ke-13. Dalam buku ini, Slamet Muljana mengurai secara mendalam bukti-bukti historis, arkeologis, dan linguistik untuk merekonstruksi gambaran yang lebih jelas tentang Sriwijaya, sebuah kerajaan yang kerap disebut namun lama diselimuti misteri akibat minimnya sumber tertulis lokal. Dengan kajian ilmiah yang teliti, ia berhasil menempatkan Sriwijaya sebagai salah satu poros penting dalam perkembangan kebudayaan dan perdagangan internasional di kawasan Asia Tenggara.
Muljana memulai pembahasannya dengan mengidentifikasi berbagai sumber primer, terutama prasasti-prasasti seperti Kedukan Bukit, Talang Tuwo, dan Kota Kapur, yang menjadi landasan kuat dalam memahami struktur politik, administrasi, dan visi spiritual Sriwijaya. Ia menunjukkan bagaimana kerajaan ini tidak hanya mengandalkan kekuatan militer, tetapi juga mengembangkan jaringan perdagangan maritim luas yang menjadikannya pusat ekonomi dan intelektual. Posisi geografisnya yang strategis di jalur pelayaran Selat Malaka memungkinkan Sriwijaya menguasai arus perdagangan antara Tiongkok dan India.
Salah satu kontribusi penting Muljana adalah pembahasannya mengenai identitas Sriwijaya sebagai pusat studi agama Buddha Mahayana. Kerajaan ini bukan hanya menguasai jalur perdagangan, tetapi juga menjadi tujuan para pelajar dan peziarah agama dari berbagai wilayah, termasuk I-Tsing, seorang biksu Tiongkok yang mencatat Sriwijaya sebagai pusat pembelajaran Buddha pada abad ke-7. Hal ini memperlihatkan bahwa Sriwijaya memiliki peranan besar dalam penyebaran intelektual dan spiritual di kawasan Asia Tenggara.
Muljana juga menelusuri struktur pemerintahan Sriwijaya yang bersifat mandala, yaitu sistem politik yang mengandalkan hubungan kesetiaan antarwilayah. Melalui pendekatan ini, ia berhasil menjelaskan bagaimana Sriwijaya menjaga stabilitas kekuasaan dan memperluas pengaruhnya tanpa harus selalu melakukan ekspansi fisik secara langsung. Selain itu, ia membahas interaksi Sriwijaya dengan kekuatan asing seperti Dinasti Tang, Chola India, serta kerajaan-kerajaan di Nusantara seperti Jawa dan Bali. Dari sinilah terlihat bahwa Sriwijaya berada pada jantung diplomasi dan perdagangan antarbangsa.
Buku Sriwijaya juga mengungkapkan dinamika kejatuhan kerajaan ini akibat berbagai faktor internal dan eksternal, termasuk serangan Kerajaan Chola pada abad ke-11 serta perubahan rute perdagangan internasional. Muljana menekankan bahwa meskipun Sriwijaya akhirnya kehilangan dominasinya, warisan budaya, bahasa, dan struktur sosial yang ditinggalkannya tetap berpengaruh besar dalam pembentukan identitas masyarakat Nusantara modern.
Dengan analisisnya yang kaya data, tajam, dan komprehensif, Slamet Muljana menghadirkan karya ilmiah yang sangat penting bagi siapa pun yang ingin memahami sejarah awal Indonesia. Sriwijaya tidak hanya menyajikan narasi sejarah, tetapi juga membangkitkan kesadaran mengenai kejayaan maritim Nusantara yang sering kali terlupakan.
Link Download : Raden Benedictus Slamet Muljana – Sriwijaya [PDF]
Download koleksi ebooks lainnya disini