Dipublikasikan: 3 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 3 Desember 2025
Dipublikasikan: 3 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 3 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Projection Fallacy adalah kesalahan penalaran yang terjadi ketika seseorang secara tidak sadar atau sengaja menganggap bahwa orang lain memiliki pemikiran, motivasi, nilai, atau perasaan yang sama dengannya. Fallacy ini berakar pada kecenderungan psikologis manusia untuk memproyeksikan kondisi internalnya ke orang lain, terutama ketika ia tidak mampu atau tidak mau mengakui sifat atau niat tersebut dalam dirinya sendiri. Dalam konteks argumentasi, Projection Fallacy dapat menyesatkan karena menilai argumen atau perilaku orang lain berdasarkan asumsi internal, bukan fakta objektif. Hal ini sering muncul dalam konflik interpersonal, debat politik, analisis moral, hingga interpretasi budaya.
Daftar Isi
Projection Fallacy adalah informal fallacy yang terjadi ketika seseorang mengatributkan keyakinan, niat, atau karakter personalnya kepada orang lain tanpa bukti. Fallacy ini didasari oleh mekanisme psikologis yang dikenal sebagai psychological projection, yaitu kecenderungan memproyeksikan aspek diri ke pihak lain sebagai bentuk pembelaan atau penghindaran kenyataan.
Ciri-ciri Projection Fallacy meliputi:
Dalam argumen, fallacy ini merusak objektivitas karena memaksakan kerangka mental pribadi ke orang lain, seolah-olah universal atau otomatis benar.