Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Presbiterianisme adalah sebuah tradisi dalam Kekristenan Protestan yang menekankan sistem kepemimpinan gereja melalui para penatua (presbyteroi), otoritas Kitab Suci, teologi Reformed, dan kehidupan gereja yang tertata. Tradisi ini berakar pada reformasi yang dipimpin John Calvin di Jenewa pada abad ke-16, kemudian berkembang luas di Skotlandia melalui pengaruh John Knox dan menyebar ke berbagai wilayah dunia, termasuk Amerika Utara, Afrika, Asia, dan Oseania. Presbiterianisme menjadi salah satu bentuk institusional dari teologi Reformed yang paling berpengaruh dalam sejarah gereja.
Daftar Isi
Presbiterianisme dibangun atas sejumlah doktrin teologis khas yang mencerminkan tradisi Reformed serta praktik gereja yang terstruktur:
Presbiterianisme berakar pada Reformasi Protestan di Jenewa pada abad ke-16 di bawah kepemimpinan John Calvin, yang mengembangkan suatu bentuk teologi dan organisasi gereja berdasarkan penatua (presbyteroi) sebagaimana terlihat dalam Perjanjian Baru.
Gerakan ini kemudian dibawa ke Skotlandia oleh John Knox, yang menjadi tokoh pendiri Gereja Skotlandia (Church of Scotland). Melalui Skotlandia, model gereja Presbiterian menyebar ke Irlandia Utara dan kemudian ke Amerika Utara pada abad ke-17 dan 18. Komunitas Presbiterian memainkan peran penting dalam pembentukan pendidikan tinggi dan perkembangan institusi-institusi sosial di Amerika, termasuk pendirian sekolah dan universitas.
Pada abad ke-19 dan 20, gereja-gereja Presbiterian berkembang pesat secara global melalui misi, khususnya di Korea Selatan, Taiwan, Afrika, dan bagian lain Asia. Gereja Presbiterian Korea, misalnya, tumbuh menjadi salah satu gereja Reformed terbesar di dunia.
Di era kontemporer, Presbiterianisme terfragmentasi ke dalam berbagai denominasi, mulai dari yang sangat konservatif hingga yang lebih liberal, seperti Presbyterian Church (USA), Presbyterian Church in America (PCA), dan badan-badan Presbiterian nasional di berbagai negara.