Paganisme

Dipublikasikan: 8 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Paganisme adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada kepercayaan dan praktik keagamaan yang bersifat politeistik, animistik, atau tradisional, terutama sebelum munculnya agama-agama monoteistik seperti Kristen, Islam, dan Yudaisme. Paganisme tidak merujuk pada satu agama tunggal, melainkan mencakup berbagai sistem kepercayaan yang berbeda, termasuk penyembahan dewa-dewi alam, roh leluhur, dan kekuatan kosmik. Fokus utama Paganisme adalah harmoni dengan alam, siklus musiman, dan keterlibatan dalam ritual kolektif.

Ajaran Paganisme

Ajaran Paganisme sangat bervariasi tergantung pada budaya dan tradisi, tetapi secara umum menekankan kultus alam, pemujaan dewa-dewi, dan praktik magis atau ritus sakral. Paganisme percaya bahwa kekuatan ilahi hadir di seluruh alam semesta, termasuk gunung, sungai, hutan, dan langit. Ritual Pagan biasanya melibatkan persembahan, doa, tarian, dan perayaan musiman untuk menghormati dewa atau roh alam.

Selain itu, Paganisme menekankan siklus kehidupan, kematian, dan kelahiran kembali, serta tanggung jawab moral terhadap lingkungan dan komunitas. Banyak tradisi Pagan juga mengajarkan keterhubungan antara manusia dan kosmos, serta pentingnya keseimbangan antara kekuatan spiritual, sosial, dan alam.

Sejarah Perkembangan Paganisme

Paganisme merupakan bentuk kepercayaan dominan di berbagai peradaban kuno, termasuk Mesir, Yunani, Romawi, Keltik, dan Skandinavia, sebelum munculnya agama-agama monoteistik besar. Di Eropa kuno, istilah paganus awalnya digunakan oleh Kristen untuk menyebut mereka yang masih mengikuti kepercayaan tradisional.

Seiring berkembangnya Kekristenan dan Islam, banyak praktik Pagan di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika diserap, dimodifikasi, atau ditekan oleh agama-agama monoteistik. Meski begitu, beberapa tradisi Pagan bertahan melalui folklor, ritus rakyat, dan praktik esoterik. Pada abad ke-20, terjadi kebangkitan modern Paganisme, termasuk Wicca, Druidisme, dan gerakan Neo-Pagan, yang menekankan penyembahan alam, spiritualitas pribadi, dan praktik ritual yang diinspirasi tradisi kuno.

Orang lain juga membaca :  Anarkisme Pemberontakan

Tokoh-Tokoh Berpengaruh dalam Paganisme

Paganisme klasik umumnya tidak memiliki tokoh tunggal, tetapi figur seperti Orfeus dalam tradisi Yunani, Druids di peradaban Keltik, dan penyair serta imam Mesir kuno memainkan peran penting dalam ritual dan penyebaran ajaran. Dalam Paganisme modern, tokoh seperti Gerald Gardner (pendiri Wicca) dan Doreen Valiente (penulis dan praktisi Wicca) menjadi pengaruh utama dalam membentuk dan menyebarkan praktik Neo-Pagan.

Referensi

  • Hutton, R. (1999). The Triumph of the Moon: A History of Modern Pagan Witchcraft. Oxford University Press.
  • Burkert, W. (1985). Greek Religion: Archaic and Classical. Harvard University Press.
  • Cunliffe, B. (1997). The Ancient Celts. Oxford University Press.
  • Pagels, E. (1995). The Origin of Satan: How Christians Demonized Jews, Pagans, and Heretics. Random House.
  • Strmiska, M. F. (2005). Modern Paganism in World Cultures: Comparative Perspectives. ABC-CLIO.
  • Ellis, P. B. (1998). The Druids. Constable & Robinson.

Citation

Previous Article

Orfisme

Next Article

Pelagianisme

Citation copied!