Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Nestorianisme adalah aliran teologi kristologis yang muncul pada abad ke-5, dinamai dari Nestorius, Patriark Konstantinopel. Ajaran ini menekankan perbedaan yang tegas antara sifat ilahi dan manusia dari Yesus Kristus, sehingga sering dikaitkan dengan gagasan bahwa Kristus memiliki dua pribadi yang berbeda. Nestorianisme muncul sebagai tanggapan terhadap kontroversi mengenai hubungan antara keilahian dan kemanusiaan Kristus, tetapi kemudian dikritik oleh Gereja arus utama karena dianggap menyimpang dari ajaran Chalcedon.
Daftar Isi
Ajaran Nestorianisme menekankan bahwa Yesus Kristus memiliki dua sifat yang berbeda dan tetap terpisah dalam satu pribadi. Nestorianisme menolak penggunaan istilah Theotokos (“Pembawa Tuhan”) untuk Maria, ibu Yesus, karena dianggap meniadakan perbedaan antara kemanusiaan dan keilahian Kristus. Sebagai gantinya, Maria disebut Christotokos (“Pembawa Kristus”) yang menekankan bahwa ia melahirkan sisi manusia Kristus, bukan pribadi ilahi secara keseluruhan.
Dalam praktik teologis, Nestorianisme menekankan bahwa keselamatan manusia tercapai melalui pengakuan dan penghayatan dualitas sifat Kristus, serta melalui iman dan sakramen yang menekankan peran Yesus sebagai perantara antara manusia dan Allah. Penghayatan moral dan disiplin rohani tetap menjadi bagian dari kehidupan komunitas Nestorian.
Nestorianisme muncul di Konstantinopel pada awal abad ke-5, dengan Nestorius sebagai Patriark (428–431 M). Kontroversi ini memuncak dalam Konsili Efesus (431 M), di mana Nestorius dicurigai menyimpang dari doktrin Kristologi resmi dan akhirnya diasingkan. Penolakan ini menyebabkan pengikut Nestorianisme berpindah ke wilayah Timur, terutama Persia, Mesopotamia, dan Asia Tengah.
Di wilayah Persia, Nestorianisme berkembang pesat dan mendirikan Gereja Timur yang dikenal sebagai Gereja Timur Siria (Church of the East). Gereja ini menjadi pusat misi ke Asia, termasuk India, Cina, dan Mongolia. Nestorianisme memainkan peran penting dalam penyebaran Kristen ke Asia Timur sebelum Islam muncul sebagai kekuatan dominan di wilayah tersebut. Meskipun dikucilkan di Kekaisaran Bizantium, Nestorianisme tetap bertahan sebagai tradisi yang berpengaruh di Timur hingga era modern.
Nestorius adalah tokoh sentral sebagai penggagas ajaran yang menekankan pemisahan sifat Kristus. Tokoh penting lainnya termasuk para uskup dan misionaris Gereja Timur, seperti Alopen yang membawa Kristen Nestorian ke Cina pada abad ke-7, serta para pemimpin akademik dan teolog yang mengembangkan pendidikan, liturgi, dan misi komunitas Nestorian di Asia.