Dipublikasikan: 2 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 2 Desember 2025
Dipublikasikan: 2 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 2 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Neglect of Probability Fallacy adalah jenis kesalahan berpikir yang terjadi ketika seseorang mengabaikan besarnya kemungkinan atau probabilitas dari suatu peristiwa saat membuat keputusan atau penilaian. Alih-alih mempertimbangkan risiko nyata berdasarkan peluang matematis atau statistik, orang cenderung fokus pada ketakutan, intuisi, emosi, atau gambaran mental yang bias. Fallacy ini umum ditemukan dalam konteks ekonomi, kesehatan, manajemen risiko, kebijakan publik, hingga perilaku sehari-hari—misalnya seseorang lebih takut naik pesawat daripada mengendarai motor, padahal statistik menunjukkan risiko kecelakaan motor jauh lebih tinggi. Fenomena ini dapat menghasilkan keputusan yang tidak proporsional, salah sasaran, atau bahkan berbahaya karena tidak selaras dengan probabilitas faktual.
Daftar Isi
Neglect of Probability Fallacy, atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai “Kesalahan Mengabaikan Probabilitas,” adalah kesalahan logika yang muncul ketika individu gagal mempertimbangkan tingkat kemungkinan suatu peristiwa, sehingga keputusan atau kesimpulan diambil tanpa mengacu pada data statistik atau probabilitas yang relevan.
Fallacy ini muncul karena manusia secara kognitif cenderung memakai heuristic, seperti availability heuristic atau affect heuristic, yang membuat orang menilai sesuatu berdasarkan kemudahan mengingat contoh emosional atau seberapa kuat dampak emosionalnya, bukan pada probabilitas aktual.
Ciri-cirinya:
Fallacy ini muncul dalam:
Beberapa ilustrasi nyata dari kesalahan ini:
Untuk menghindari kesalahan ini, beberapa langkah berikut dapat diterapkan: