Raymond Kelvin Nando — Michael Sandel adalah filsuf politik Amerika yang terkenal karena kritiknya terhadap liberalisme pasar, komersialisasi kehidupan publik, dan hilangnya orientasi moral dalam demokrasi modern. Ia adalah salah satu profesor paling populer di Harvard, dengan kuliahnya Justice yang diikuti jutaan orang secara global.
Daftar Isi
Biografi Michael Sandel
Michael J. Sandel lahir pada 5 Maret 1953 di Minneapolis, Minnesota. Ia menempuh pendidikan di Brandeis University, lalu menjadi Rhodes Scholar di Oxford di bawah bimbingan Charles Taylor dan terpengaruh oleh tradisi komunitarian.
Sejak tahun 1980-an, Sandel mengajar di Harvard University dan menjadi salah satu tokoh utama dalam perdebatan besar antara liberalisme vs komunitarianisme. Gaya penelitiannya menggabungkan filsafat moral, kebijakan publik, dan analisis etika populer sehingga tulisannya dapat diakses oleh banyak kalangan.
Sandel menantang gagasan bahwa politik dapat dipisahkan dari moralitas, dan berpandangan bahwa masyarakat membutuhkan diskursus moral yang sehat agar demokrasi dapat berfungsi.
Konsep-Konsep Utama
Kritik terhadap Liberalisme dan Netralitas Moral
Sandel menolak klaim liberalisme—khususnya versi Rawlsian—bahwa negara harus bersikap netral terhadap konsep the good. Baginya, politik tanpa nilai moral tidak mungkin dilakukan.
A just society requires a public engagement with what is the right way to live.
(Justice, 2009, hlm. 19)
Negara, menurut Sandel, tidak bisa menghindari pertanyaan moral dan seharusnya tidak menghindarinya.
Kritik terhadap Masyarakat yang Dikuasai Pasar
Dalam karya terkenalnya What Money Can’t Buy (2012), Sandel mengkritik bagaimana logika pasar merembes ke ranah kehidupan yang seharusnya tidak dikomodifikasi.
Menurutnya, masalah utama adalah:
- Korupsi moral: nilai intrinsik berubah oleh nilai jual beli.
- Ketidakadilan: akses terhadap hal-hal penting menjadi berbasis kemampuan membeli.
The more things money can buy, the more inequality matters.
(What Money Can’t Buy, 2012, hlm. 8)
Pasar tidak netral—ia membawa nilai, dan nilai itu sering kali merusak tatanan sosial.
Komunitarianisme dan Kebajikan Publik
Sandel memandang bahwa individu tidak dapat dipahami terlepas dari komunitas, tradisi, dan nilai bersama.
Ia menekankan pentingnya:
- solidaritas,
- partisipasi politik bermakna,
- proyek moral bersama,
- tanggung jawab sosial.
We cannot be fully human without being situated in a community that shapes our identity.
(Liberalism and the Limits of Justice, 1982, hlm. 179)
Demokratika dan Diskursus Publik
Sandel menginginkan ruang publik yang deliberatif, di mana warga negara secara terbuka memperdebatkan apa yang mereka anggap baik, benar, dan adil. Demokrasi menurutnya bersifat moral dan dialogis, bukan hanya prosedural.
Kritik terhadap Meritokrasi
Dalam bukunya The Tyranny of Merit (2020), Sandel menunjukkan bahwa meritokrasi dapat bersifat kejam karena menimbulkan:
- kesombongan bagi yang “berhasil”,
- penghinaan bagi yang “gagal”,
- perpecahan sosial.
The meritocratic ideal leads to resentment and moral injury.
(The Tyranny of Merit, 2020, hlm. 12)
Ia menyarankan pentingnya kerendahan moral dan pengakuan bahwa kesuksesan selalu hasil dari keberuntungan sosial.
Dalam Konteks Lain
Hubungan dengan Teori Politik Kontemporer
Sandel sering dilihat sebagai penantang utama liberalisme Rawlsian.
Ia mempromosikan model politik yang lebih dekat dengan:
- komunitarianisme,
- republikanisme sipil,
- demokrasi deliberatif.
Pemikirannya membentuk wacana modern mengenai etika publik, keadilan distributif, dan peran moral dalam kebijakan.
Kontribusi pada Etika Terapan
Sandel menulis dan berbicara tentang isu seperti:
- perdagangan organ,
- pendidikan elit dan meritokrasi,
- demokrasi dan populisme,
- privatisasi,
- kebebasan dan tanggung jawab moral.
Argumennya sering digunakan dalam diskusi kebijakan publik di berbagai negara.
FAQ
Apakah Sandel anti-pasar?
Tidak. Ia tidak menolak pasar, tetapi menolak dominasi pasar atas moralitas dan kehidupan publik.
Apakah Sandel seorang komunitarian?
Ia tidak secara eksplisit mengklaim diri demikian, tetapi banyak argumennya sejalan dengan tradisi komunitarian.
Mengapa kuliah “Justice” begitu terkenal?
Karena Sandel memberikan contoh konkret, dialog langsung dengan murid, dan menghubungkan filsafat abstrak dengan persoalan sehari-hari.
Referensi
- Sandel, M. (2009). Justice: What’s the Right Thing to Do? Farrar, Straus and Giroux.
- Sandel, M. (1982). Liberalism and the Limits of Justice. Cambridge University Press.
- Sandel, M. (2012). What Money Can’t Buy: The Moral Limits of Markets. Farrar, Straus and Giroux.
- Sandel, M. (2020). The Tyranny of Merit. Farrar, Straus and Giroux.
- Mulhall, S., & Swift, A. (1996). Liberals and Communitarians. Blackwell.