Metodisme

Dipublikasikan: 8 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Metodisme adalah sebuah tradisi dalam Kekristenan Protestan yang berakar pada gerakan pembaruan rohani yang dipelopori oleh John Wesley dan saudaranya, Charles Wesley, pada abad ke-18 di Inggris. Gerakan ini awalnya muncul sebagai upaya untuk memperbarui kehidupan spiritual dalam Gereja Inggris melalui disiplin rohani yang teratur—karena itulah disebut “Methodist.” Metodisme menekankan pengalaman pribadi akan anugerah Allah, kesalehan praktis, serta komitmen terhadap pelayanan sosial dan misi.

Ajaran Metodisme

Ajaran Metodisme didasarkan pada teologi Wesleyan yang berciri khas dalam beberapa aspek berikut:

  1. Keselamatan sebagai Proses Anugerah
    John Wesley mengajarkan tiga tahap anugerah:
    • Prevenient Grace: anugerah yang mendahului dan membangkitkan kemampuan manusia untuk merespons Allah.
    • Justifying Grace: anugerah yang memulihkan hubungan manusia dengan Allah melalui iman kepada Kristus.
    • Sanctifying Grace: anugerah yang memurnikan dan mengubahkan manusia menuju kesempurnaan kasih.
  2. Kesempurnaan Kristen (Christian Perfection)
    Wesley menekankan bahwa orang percaya dapat mengalami pertumbuhan rohani hingga hidup dalam kasih yang sempurna, meski bukan berarti tanpa cacat secara mutlak.
  3. Pengalaman Rohani yang Personal
    Metodisme memandang iman harus dialami secara pribadi—bukan sekadar dipahami secara intelektual.
  4. Kitab Suci, Tradisi, Nalar, dan Pengalaman (Wesleyan Quadrilateral)
    Keempat sumber ini digunakan bersama untuk merumuskan keputusan teologis dan etis.
  5. Sakramen
    Metodisme menerima dua sakramen utama: Baptisan dan Perjamuan Kudus, yang dipandang sebagai sarana anugerah.
  6. Etika Sosial dan Perbuatan Kasih
    Kesalehan batin harus diekspresikan dalam tindakan nyata, seperti pelayanan kepada kaum tertindas, pendidikan, perawatan kesehatan, dan usaha kemanusiaan.

Sejarah Perkembangan Metodisme

Metodisme bermula ketika John Wesley, seorang imam Anglikan, mengalami pengalaman spiritual yang mendalam pada tahun 1738, yang dikenal sebagai “pengalaman Aldersgate.” Ia merasa hatinya “aneh sekali hangat” ketika mendengar pembacaan tafsir Luther atas Roma 1:17, yang menegaskan keselamatan oleh iman.

Orang lain juga membaca :  Leninisme

Wesley dan kelompoknya mulai berkumpul dalam kelompok kecil (kelas dan band) untuk praktik rohani teratur, membaca Alkitab bersama, saling mengaku dosa, dan saling mendorong dalam kehidupan kudus. Gerakan ini menyebar dengan cepat melalui khotbah-khotbah di luar ruangan dan aktivitas misi yang aktif.

Pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19:

  • Metodisme menyebar ke Amerika dan berkembang sangat pesat melalui circuit riders (pengkhotbah keliling).
  • Pada tahun 1784, Gereja Metodis dibentuk secara independen dari Gereja Inggris di Amerika Serikat.
  • Pada abad ke-19, Metodisme menjadi salah satu gerakan Kristen terbesar di dunia, terutama di Inggris, Amerika, Afrika, dan Asia.

Metodisme juga berperan penting dalam perkembangan gerakan sosial, seperti penghapusan perbudakan, pendidikan umum, dan reformasi masyarakat.

Tokoh-Tokoh Metodisme

  1. John Wesley (1703–1791) – Pendiri gerakan Metodis dan tokoh utama teologi Wesleyan.
  2. Charles Wesley (1707–1788) – Penyair himne rohani yang menulis lebih dari 6.000 lagu pujian.
  3. George Whitefield (1714–1770) – Penginjil besar yang bekerja bersama Wesley pada awal gerakan.
  4. Francis Asbury (1745–1816) – Bapak Metodisme Amerika dan penyebar Metodisme di wilayah Amerika Utara.
  5. Phoebe Palmer (1807–1874) – Pemimpin kebangunan kesalehan dalam tradisi Metodis dan pendorong gerakan kekudusan (Holiness Movement).

Referensi

  • Heitzenrater, R. P. (1995). Wesley and the People Called Methodists. Abingdon Press.
  • Maddox, R. L. (1994). Responsible Grace: John Wesley’s Practical Theology. Kingswood Books.
  • Rack, H. D. (2003). Reasonable Enthusiast: John Wesley and the Rise of Methodism. Epworth Press.
  • Wigger, J. H. (2009). American Saint: Francis Asbury and the Methodists. Oxford University Press.
  • Abraham, W. J. (2010). Wesley for Armchair Theologians. Westminster John Knox Press.
Previous Article

Anglikanisme

Next Article

Baptisme

Citation copied!