Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Lutheranisme adalah salah satu cabang besar dalam Kekristenan Protestan yang berakar pada ajaran Martin Luther, reformator Jerman abad ke-16. Gerakan ini lahir dari keinginan untuk membarui Gereja Barat berdasarkan prinsip-prinsip Kitab Suci, khususnya mengenai pembenaran oleh iman dan kebebasan Kristen. Lutheranisme menjadi fondasi banyak gereja di Eropa dan kemudian tersebar ke seluruh dunia melalui migrasi dan misi.
Daftar Isi
Ajaran Lutheranisme dirumuskan dalam Konkordia (The Book of Concord, 1580), yang berisi pengakuan iman resmi gereja-gereja Lutheran. Beberapa pokok ajarannya meliputi:
Gerakan Lutheran bermula ketika Martin Luther mempublikasikan 95 Tesis pada tahun 1517. Konflik dengan otoritas gereja dan teologi skolastik memuncak ketika Luther dikucilkan pada tahun 1521. Namun, ajaran Luther memperoleh dukungan signifikan di Jerman, Skandinavia, dan beberapa wilayah Eropa Tengah.
Ajaran-ajaran Luther dirumuskan secara sistematis dalam Augsburg Confession (1530) oleh Philipp Melanchthon, yang kemudian menjadi dokumen kunci Lutheranisme. Reformasi Lutheran berkembang pesat di Jerman Utara, Denmark, Swedia, Norwegia, dan Finlandia—sering dengan dukungan raja-raja setempat.
Pada abad ke-19 dan 20, Lutheranisme menyebar melalui imigrasi ke Amerika Serikat, berkembang menjadi denominasi besar seperti ELCA dan LCMS. Lutheranisme juga membentuk komunitas penting di Afrika dan Asia melalui gerakan misi.
Pada era modern, Lutheranisme terlibat aktif dalam dialog ekumenis, seperti pernyataan bersama Katolik–Lutheran tentang doktrin pembenaran (1999). Tradisi ini tetap mempertahankan keseimbangan antara liturgi yang kaya, kesederhanaan teologi, dan fokus pada anugerah Allah.