Dipublikasikan: 19 Januari 2026
Terakhir diperbarui: 19 Januari 2026
Dipublikasikan: 19 Januari 2026
Terakhir diperbarui: 19 Januari 2026
Raymond Kelvin Nando — Loki adalah figur sentral dalam folklor dan mitologi Nordik yang dikenal sebagai dewa penipu, pengacau kosmis, sekaligus agen perubahan yang ambigu. Berbeda dengan dewa-dewa Nordik lain yang merepresentasikan kekuatan, ketertiban, dan kehormatan, Loki menempati posisi liminal antara kawan dan lawan para dewa Æsir. Dalam kajian folklor, Loki dipahami sebagai figur trickster yang mencerminkan ketegangan antara keteraturan dan kekacauan, kreativitas dan kehancuran, serta kecerdikan dan pengkhianatan dalam kosmologi Skandinavia.
Daftar Isi
Folklor Loki tidak tersusun dalam satu narasi linear, melainkan tersebar dalam berbagai mitos Nordik yang terekam dalam Poetic Edda dan Prose Edda. Loki digambarkan sebagai makhluk cerdas, licik, dan mampu berubah wujud, sering kali terlibat dalam petualangan bersama Odin dan Thor. Pada banyak kisah awal, Loki berperan sebagai penolong para dewa, meskipun dengan cara yang manipulatif dan penuh tipu daya.
Loki terlibat dalam berbagai peristiwa penting, seperti membantu memperoleh harta sakral para dewa, termasuk palu Mjölnir milik Thor, meskipun masalah tersebut sering kali berawal dari ulahnya sendiri. Namun seiring waktu, peran Loki semakin gelap. Ia menjadi penyebab kematian Baldr, dewa cahaya dan kesucian, dengan menipu Höðr agar melemparkan tombak mistletoe yang mematikan.
Akibat perbuatannya, Loki dihukum oleh para dewa dengan dirantai di dalam gua, di mana racun ular menetes ke wajahnya sebagai siksaan abadi. Penderitaan Loki berlanjut hingga Ragnarök, kiamat dalam mitologi Nordik, di mana ia terbebas dan memimpin kekuatan kekacauan melawan para dewa. Dalam pertempuran terakhir, Loki bertarung melawan Heimdall, dan keduanya saling membunuh, menandai kehancuran tatanan lama dan kelahiran kembali dunia.
Folklor Loki termasuk dalam kategori mitologi, khususnya mitologi Nordik. Dalam klasifikasi folklor, kisah Loki dapat dikelompokkan sebagai:
Sebagai mitos, kisah Loki berfungsi menjelaskan struktur kosmos, konflik moral, dan siklus kehancuran serta pembaruan dunia.
Folklor Loki berkembang dalam masyarakat Skandinavia pra-Kristen yang memiliki pandangan dunia keras, penuh konflik alam, dan ketidakpastian hidup. Dalam konteks ini, Loki merepresentasikan kekuatan tak terduga yang selalu mengancam keteraturan, namun sekaligus diperlukan untuk menciptakan perubahan.
Budaya Nordik menghargai kehormatan, keberanian, dan kesetiaan, tetapi juga menyadari keberadaan kekacauan sebagai bagian tak terpisahkan dari kosmos. Loki mencerminkan paradoks ini. Ia bukan sepenuhnya jahat, tetapi juga tidak dapat dipercaya. Transformasi Loki dari sekutu menjadi musuh para dewa sering ditafsirkan sebagai refleksi ketakutan masyarakat Nordik terhadap pengkhianatan, perubahan sosial, dan keruntuhan nilai lama, terutama menjelang era transisi ke pengaruh Kristen.
Folklor Loki memiliki makna dan fungsi penting dalam mitologi Nordik dan kajian folklor, antara lain: