Dipublikasikan: 1 November 2025
Terakhir diperbarui: 1 November 2025
Dipublikasikan: 1 November 2025
Terakhir diperbarui: 1 November 2025
Raymond Kelvin Nando — Libertarianisme merupakan ideologi politik yang menekankan kebebasan individu secara maksimal dan pembatasan peran negara hanya pada fungsi yang paling esensial, seperti perlindungan terhadap hak milik, hukum, dan keamanan. Ideologi ini lahir sebagai reaksi terhadap intervensi negara yang dianggap berlebihan dalam kehidupan pribadi dan ekonomi. Libertarianisme menekankan tanggung jawab pribadi, hak untuk memilih, dan hak atas properti sebagai fondasi masyarakat yang bebas dan adil.
Daftar Isi
Libertarianisme dapat didefinisikan sebagai pandangan politik yang menekankan kebebasan individu sebagai nilai tertinggi, dengan intervensi negara seminimal mungkin untuk melindungi hak-hak dasar seperti properti dan keamanan.
“That government is best which governs least.”
— Henry David Thoreau, Civil Disobedience (1849), p. 7
Libertarianisme percaya bahwa individu memiliki kapasitas rasional untuk mengatur hidupnya sendiri tanpa campur tangan berlebihan dari negara atau institusi lain.
Libertarianisme menekankan hak setiap individu untuk menentukan jalan hidupnya sendiri, termasuk pilihan ekonomi, sosial, dan politik.
“Each individual has the right to his life, liberty, and property, free from coercion by others.”
— Robert Nozick, Anarchy, State, and Utopia (1974), p. 27
Kebebasan individu adalah prinsip utama, selama tidak merugikan kebebasan orang lain.
Libertarianisme menekankan negara hanya berfungsi untuk melindungi hak-hak dasar individu, seperti hukum, pertahanan, dan keamanan, tanpa campur tangan dalam ekonomi atau kehidupan pribadi.
“The state is justified only to protect individuals from force, theft, and fraud.”
— Robert Nozick, Anarchy, State, and Utopia (1974), p. 29
Setiap intervensi lain dianggap membatasi kebebasan dan tanggung jawab pribadi.
Libertarianisme menekankan hak atas properti pribadi sebagai inti kebebasan, termasuk hak untuk mendapatkan, menggunakan, dan mentransfer properti.
“Property rights are the cornerstone of liberty; without them, freedom is meaningless.”
— Murray Rothbard, Man, Economy, and State (1962), p. 53
Kepemilikan pribadi dianggap sebagai sarana bagi individu untuk mengejar tujuan dan melindungi kebebasan.
Libertarianisme mendukung ekonomi pasar bebas yang tidak diatur oleh negara, percaya bahwa mekanisme pasar menghasilkan efisiensi dan inovasi terbaik.
“The spontaneous order of the market reflects the choices of free individuals better than any central planning.”
— Friedrich Hayek, The Road to Serfdom (1944), p. 89
Negara yang mengatur ekonomi dianggap menghambat kebebasan dan merugikan masyarakat secara keseluruhan.
Libertarianisme menekankan tanggung jawab pribadi dan interaksi sukarela sebagai dasar etika sosial, bukan kewajiban yang dipaksakan oleh pemerintah.
“All human interactions should be voluntary; coercion destroys moral agency.”
— Murray Rothbard, For a New Liberty (1973), p. 14
Individu bebas untuk bekerja sama, berdagang, atau membantu sesama sesuai kehendak sendiri tanpa paksaan negara.
Liberalism klasik mendukung kebebasan individu dan pasar, tetapi masih menerima peran negara tertentu dalam kesejahteraan sosial. Libertarianisme menekankan negara seminimal mungkin dan kebebasan individu secara maksimal.
Sebagian libertarian radikal menolak pajak sebagai bentuk koersi, sedangkan libertarian moderat menerima pajak minimal untuk fungsi dasar negara seperti pertahanan dan hukum.
Libertarianisme menekankan bahwa kesejahteraan harus dicapai melalui tindakan sukarela dan pasar bebas, bukan melalui intervensi atau redistribusi negara.