Raymond Kelvin Nando — Letsisme merupakan ideologi sosial yang berpijak pada prinsip pertukaran sukarela dan ekonomi berbasis komunitas tanpa ketergantungan pada uang konvensional. Nama Letsisme berasal dari sistem Local Exchange Trading System (LETS), yaitu jaringan ekonomi alternatif yang memungkinkan anggota saling bertukar barang dan jasa menggunakan mata uang lokal atau satuan kredit non-komersial. Ideologi ini tumbuh sebagai respons terhadap kapitalisme yang dianggap menciptakan ketimpangan dan keterasingan ekonomi, dengan menekankan nilai solidaritas, keberlanjutan, dan kemandirian lokal.
Daftar Isi
Pengertian Letsisme
Letsisme dapat didefinisikan sebagai sistem ekonomi komunitarian yang berlandaskan pertukaran setara dan saling membantu antarindividu dalam masyarakat lokal. Sistem ini tidak bergantung pada uang nasional, melainkan pada sistem kredit internal yang mencerminkan kontribusi dan kebutuhan anggotanya.
“Money should serve the community, not the other way around.”
— Michael Linton, Local Exchange Trading Systems Manual (1983), p. 7
Dalam pandangan letsisme, uang hanyalah alat, bukan tujuan. Ia berupaya mengembalikan fungsi ekonomi sebagai sarana memperkuat hubungan sosial dan kesejahteraan bersama, bukan akumulasi kekayaan individu.
Tokoh Letsisme
- Michael Linton — pencipta sistem LETS di Kanada pada awal 1980-an; menekankan ekonomi lokal yang demokratis dan berkeadilan.
- David Boyle — penulis dan ekonom yang mempopulerkan konsep mata uang alternatif dan ekonomi partisipatif.
- Helena Norberg-Hodge — aktivis ekonomi lokal yang mendukung sistem berbasis komunitas melalui Local Futures.
- E. F. Schumacher — melalui gagasannya Small is Beautiful, ia mempengaruhi semangat letsisme dalam menolak sentralisasi ekonomi global.
- Margrit Kennedy — ekonom yang mengkritik sistem moneter berbasis bunga dan mengusulkan mata uang komplementer untuk memperkuat kedaulatan ekonomi lokal.
Prinsip dan Gagasan Utama Letsisme
Ekonomi Berbasis Komunitas
Letsisme menekankan bahwa kekuatan ekonomi sejati berasal dari partisipasi aktif masyarakat lokal.
“Community currencies are tools for building community.”
— David Boyle, Funny Money (1999), p. 42
Sistem LETS memungkinkan anggota komunitas untuk saling menukar jasa seperti mengajar, memperbaiki rumah, atau perawatan anak dengan menggunakan kredit komunitas. Ini menciptakan sirkulasi ekonomi lokal yang berkelanjutan tanpa harus bergantung pada sistem keuangan global.
Keadilan dan Kesetaraan dalam Pertukaran
Dalam letsisme, setiap bentuk kerja memiliki nilai yang sama dalam konteks sosial.
“No one should be poor in the midst of abundance.”
— E. F. Schumacher, Small is Beautiful (1973), p. 59
Dengan menggunakan sistem kredit lokal, letsisme menghapus hierarki nilai yang sering muncul dalam ekonomi pasar. Tukang kebun, pengrajin, dan guru memiliki kedudukan yang setara dalam kontribusinya terhadap kesejahteraan bersama.
Kemandirian Lokal
Letsisme mendorong desentralisasi ekonomi agar masyarakat dapat mandiri dari sistem keuangan nasional dan global yang fluktuatif.
“Local self-reliance is the foundation of real freedom.”
— Helena Norberg-Hodge, Ancient Futures (1991), p. 84
Kemandirian ini tidak berarti isolasi, tetapi menumbuhkan daya tahan ekonomi melalui solidaritas lokal dan sirkulasi sumber daya dalam komunitas. Dengan demikian, masyarakat menjadi lebih tangguh menghadapi krisis global.
Ekonomi Non-Eksploitatif dan Ekologis
Letsisme berpandangan bahwa ekonomi harus melayani manusia dan lingkungan secara berkelanjutan.
“We need a money system that rewards cooperation, not competition.”
— Margrit Kennedy, Interest and Inflation Free Money (1995), p. 21
Sistem pertukaran lokal membantu mengurangi konsumsi berlebihan, emisi karbon dari transportasi global, dan eksploitasi sumber daya. Ia sejalan dengan nilai-nilai ekologis dan prinsip keadilan sosial yang menolak eksploitasi tenaga kerja maupun alam.
Demokrasi Ekonomi dan Partisipasi Sosial
Letsisme menegaskan pentingnya demokrasi ekonomi, di mana setiap anggota memiliki hak yang sama dalam pengambilan keputusan.
“The economy is too important to be left to economists.”
— David Boyle, The New Economics (2003), p. 12
Keputusan tentang nilai pertukaran, jumlah kredit, dan aturan komunitas dibuat secara kolektif. Hal ini menciptakan rasa kepemilikan bersama atas sistem ekonomi yang adil dan transparan.
FAQ
Apakah letsisme sama dengan barter?
Tidak. Barter adalah pertukaran langsung antara dua pihak, sedangkan letsisme menggunakan sistem kredit yang memungkinkan pertukaran multilateral di dalam komunitas.
Apakah letsisme dapat menggantikan uang nasional?
Tidak sepenuhnya. Letsisme berfungsi sebagai sistem komplementer, bukan pengganti, yang memperkuat ekonomi lokal dan mengurangi ketergantungan pada sistem moneter nasional.
Apa manfaat sosial dari letsisme?
Letsisme memperkuat jaringan sosial, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan rasa solidaritas serta kepercayaan antaranggota komunitas.
Referensi
- Linton, M. (1983). Local Exchange Trading Systems Manual. Courtenay: Comox Valley LETS.
- Schumacher, E. F. (1973). Small is Beautiful: Economics as if People Mattered. London: Blond & Briggs.
- Norberg-Hodge, H. (1991). Ancient Futures: Learning from Ladakh. San Francisco: Sierra Club Books.
- Boyle, D. (1999). Funny Money. London: HarperCollins.
- Kennedy, M. (1995). Interest and Inflation Free Money. Seva International.
- Boyle, D. (2003). The New Economics. London: Earthscan.