Leninisme

Raymond Kelvin Nando — Leninisme merupakan ideologi politik dan teori revolusi yang dikembangkan oleh Vladimir Ilyich Lenin, sebagai adaptasi dari Marxisme untuk kondisi Rusia awal abad ke-20. Ideologi ini menekankan peran partai revolusioner sebagai pemimpin kelas proletariat, perlunya demokrasi terpusat (democratic centralism), serta strategi revolusi yang menekankan perlawanan terhadap kapitalisme dan imperialisme. Leninisme bertujuan membentuk negara sosialis yang terorganisir dan disiplin untuk mempersiapkan transisi menuju masyarakat tanpa kelas.

Pengertian Leninisme

Leninisme dapat didefinisikan sebagai teori revolusi proletariat yang menekankan kepemimpinan partai sebagai avant-garde kelas pekerja, penghapusan kapitalisme, dan pembangunan negara sosialis sebagai langkah transisi menuju komunisme.

“Without revolutionary theory there can be no revolutionary movement.”
— Vladimir I. Lenin, What Is To Be Done? (1902), p. 15

Leninisme menekankan bahwa kelas pekerja membutuhkan partai terorganisir untuk memimpin perjuangan, karena kesadaran kelas yang spontan dari proletariat saja tidak cukup untuk menggulingkan struktur kapitalis.

Tokoh Leninisme

  • Vladimir Ilyich Lenin — pendiri ideologi dan penerap revolusi Bolshevik; menekankan peran avant-garde partai dan strategi revolusi.
  • Leon Trotsky — teoritikus revolusi permanen yang berkolaborasi dengan Lenin dalam strategi politik internasional.
  • Joseph Stalin — menerapkan Leninisme dalam praktik pemerintahan melalui sentralisasi kekuasaan dan industrialisasi cepat di Uni Soviet.
  • Grigory Zinoviev & Lev Kamenev — tokoh penting dalam pelaksanaan dan penyebaran ideologi Lenin pada tahap awal Revolusi Rusia.
Orang lain juga membaca :  Historisisme

Prinsip dan Gagasan Utama Leninisme

Peran Partai Avant-Garde

Lenin menekankan bahwa kelas pekerja membutuhkan partai terorganisir dan disiplin untuk memimpin revolusi.

“The task of the revolutionary party is to raise the working class from trade-union consciousness to revolutionary consciousness.”
— Lenin, What Is To Be Done? (1902), p. 19

Partai avant-garde bertugas mengedukasi proletariat, merencanakan aksi revolusioner, dan menjamin kemenangan sosialisme di tengah perlawanan kelas penguasa.

Demokrasi Terpusat (Democratic Centralism)

Leninisme menganut prinsip diskusi internal yang demokratis diikuti dengan disiplin penuh dalam pelaksanaan keputusan partai.

“Freedom of discussion, unity in action.”
— Lenin, The State and Revolution (1917), p. 89

Dengan mekanisme ini, partai tetap demokratis secara internal, tetapi bertindak tegas sebagai unit tunggal dalam menghadapi lawan eksternal dan mengatur negara transisi sosialis.

Revolusi Proletariat dan Penghapusan Kapitalisme

Lenin menekankan perlunya revolusi bersenjata oleh proletariat untuk menggulingkan negara borjuis.

“The dictatorship of the proletariat is a necessary phase in the transition from capitalism to communism.”
— Lenin, The State and Revolution (1917), p. 92

Fase ini menuntut pengambilalihan alat-alat produksi dan kontrol negara untuk membasmi sisa-sisa struktur kapitalis, mempersiapkan masyarakat tanpa kelas.

Strategi Revolusi Internasional

Leninisme menekankan bahwa revolusi harus memiliki perspektif internasional karena kapitalisme adalah sistem global.

“Proletarian revolution is impossible in a single country alone; it requires the solidarity of the working class worldwide.”
— Lenin, Imperialism, the Highest Stage of Capitalism (1917), p. 42

Lenin percaya bahwa keberhasilan sosialisme di satu negara bergantung pada dukungan gerakan pekerja di negara lain, sehingga strategi revolusi bersifat transnasional.

Negara Sosialis sebagai Alat Transisi

Leninisme menekankan negara proletariat sebagai alat sementara untuk mempertahankan revolusi, menata ekonomi, dan menegakkan disiplin sosial.

“The state is an instrument for suppressing one class by another.”
— Lenin, The State and Revolution (1917), p. 72

Negara ini bersifat sementara, dan perannya adalah menghapus ketimpangan kelas sambil mempersiapkan kondisi untuk komunisme murni.

Orang lain juga membaca :  Anarkisme Komunis

FAQ

Apa bedanya Leninisme dengan Marxisme klasik?

Leninisme menekankan peran partai avant-garde, demokrasi terpusat, dan revolusi bersenjata, sementara Marxisme klasik lebih menekankan transformasi proletariat melalui kesadaran spontan dan proses sejarah.

Apakah Leninisme selalu identik dengan otoritarianisme?

Tidak secara teori. Leninisme menekankan disiplin partai dan negara proletariat sementara, tetapi sejarah menunjukkan praktik otoritarianisme muncul akibat konteks perang dan ancaman internal.

Apakah Leninisme masih relevan di era modern?

Ya. Leninisme tetap menjadi referensi teori politik revolusioner, strategi partai politik, dan analisis hubungan kekuasaan antara kelas dalam konteks global.

Referensi

  • Lenin, V. I. (1902). What Is To Be Done? Moscow: Progress Publishers.
  • Lenin, V. I. (1917). The State and Revolution. Moscow: Progress Publishers.
  • Lenin, V. I. (1917). Imperialism, the Highest Stage of Capitalism. Moscow: Progress Publishers.
  • Trotsky, L. (1937). The Revolution Betrayed. New York: Pathfinder Press.
  • Stalin, J. (1936). Foundations of Leninism. Moscow: Foreign Languages Publishing House.

Dukung berbagai Project Raymond Kelvin Nando kedepannya


Citation


Previous Article

Komunitarianisme

Next Article

Liberalisme

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *