Komunisme

Raymond Kelvin Nando — Komunisme merupakan ideologi politik, sosial, dan ekonomi yang berpijak pada penghapusan kepemilikan pribadi atas alat produksi serta pembentukan masyarakat tanpa kelas. Dalam pandangan komunisme, seluruh kekayaan dan sumber daya dikelola secara kolektif demi kepentingan bersama. Ideologi ini berakar pada kritik terhadap eksploitasi kapitalis dan ketimpangan sosial yang muncul dari sistem ekonomi pasar bebas. Komunisme menekankan solidaritas sosial, kesetaraan, dan penghapusan alienasi manusia dari hasil kerjanya.

Pengertian Komunisme

Komunisme dapat didefinisikan sebagai sistem sosial-ekonomi yang menolak kepemilikan pribadi atas alat produksi dan bertujuan menciptakan masyarakat egaliter di mana setiap individu berkontribusi sesuai kemampuannya dan menerima sesuai kebutuhannya.

“From each according to his ability, to each according to his needs.”
— Karl Marx, Critique of the Gotha Program (1875), p. 15

Ungkapan ini merangkum ideal komunisme: penghapusan kesenjangan ekonomi melalui distribusi berdasarkan kebutuhan manusia, bukan kekayaan atau status sosial.

Tokoh Komunisme

  • Karl Marx — perumus teori dasar komunisme ilmiah bersama Friedrich Engels; mengkritik kapitalisme dan menganalisis struktur ekonomi-politik melalui konsep materialisme historis.
  • Friedrich Engels — rekan Marx yang turut menulis The Communist Manifesto dan Das Kapital, serta memperluas teori tentang perjuangan kelas.
  • Vladimir Lenin — pelopor penerapan komunisme dalam praktik politik melalui Revolusi Bolshevik 1917 di Rusia.
  • Joseph Stalin — pengembang model komunisme terpusat melalui industrialisasi dan kolektivisasi paksa di Uni Soviet.
  • Mao Zedong — pemimpin revolusi Tiongkok yang menyesuaikan komunisme dengan kondisi agraris Asia melalui Maoisme.

Prinsip dan Gagasan Utama Komunisme

Kepemilikan Kolektif atas Alat Produksi

Komunisme menolak kepemilikan pribadi atas tanah, pabrik, atau modal, karena dianggap sebagai akar ketimpangan sosial.

“The theory of the Communists may be summed up in the single sentence: Abolition of private property.”
— Karl Marx & Friedrich Engels, The Communist Manifesto (1848), p. 18

Alat produksi menjadi milik bersama yang dikelola secara kolektif oleh masyarakat atau negara demi kesejahteraan umum, bukan keuntungan individu.

Orang lain juga membaca :  Dialektikisme

Penghapusan Kelas Sosial

Bagi komunisme, sejarah manusia adalah sejarah perjuangan kelas, di mana kaum borjuis menindas kaum proletar.

“The history of all hitherto existing society is the history of class struggles.”
— Marx & Engels, The Communist Manifesto (1848), p. 3

Tujuan akhir komunisme adalah menghapuskan struktur kelas sehingga tidak ada perbedaan antara pekerja dan pemilik modal, melahirkan masyarakat yang setara dan bebas dari penindasan.

Materialisme Historis dan Dialektika

Komunisme berlandaskan pada analisis materialis terhadap sejarah, yang melihat perubahan sosial sebagai hasil dari konflik ekonomi dan hubungan produksi.

“It is not the consciousness of men that determines their being, but their social being that determines their consciousness.”
— Karl Marx, A Contribution to the Critique of Political Economy (1859), p. 21

Struktur ekonomi menentukan ideologi, politik, dan budaya masyarakat. Ketika kontradiksi dalam sistem produksi mencapai puncaknya, revolusi sosial menjadi tak terhindarkan.

Peran Negara dalam Transisi Sosial

Komunisme mengakui perlunya negara proletariat dalam masa transisi dari kapitalisme menuju masyarakat tanpa kelas.

“Between capitalist and communist society lies the period of revolutionary transformation of the one into the other.”
— Karl Marx, Critique of the Gotha Program (1875), p. 12

Negara dalam fase ini berfungsi sebagai alat untuk menghapus sisa-sisa kelas lama, namun pada akhirnya akan “layu dengan sendirinya” ketika masyarakat mencapai kesadaran komunal penuh.

Internasionalisme dan Solidaritas Pekerja

Komunisme menolak nasionalisme sempit dan menyerukan persatuan global kaum pekerja dalam melawan kapitalisme.

“Workers of the world, unite! You have nothing to lose but your chains.”
— Marx & Engels, The Communist Manifesto (1848), p. 35

Semangat internasionalisme ini melahirkan berbagai gerakan buruh dan partai komunis di seluruh dunia yang berupaya mengakhiri dominasi ekonomi global oleh negara kapitalis.

Orang lain juga membaca :  Anarkisme Komunis

FAQ

Apa perbedaan antara komunisme dan sosialisme?

Sosialisme menekankan kepemilikan kolektif namun masih memungkinkan peran negara dan pasar, sedangkan komunisme menolak sepenuhnya kepemilikan pribadi dan menghendaki masyarakat tanpa negara.

Mengapa komunisme sering dikaitkan dengan otoritarianisme?

Dalam praktik sejarah, beberapa rezim komunis seperti Uni Soviet dan Tiongkok menerapkan kontrol politik ketat demi menjaga stabilitas revolusi, meskipun hal ini bertentangan dengan cita-cita egaliter komunisme murni.

Apakah komunisme masih relevan di era modern?

Ya. Komunisme tetap menjadi referensi kritis terhadap kapitalisme global, terutama dalam isu ketimpangan ekonomi, hak pekerja, dan keadilan sosial.

Referensi

  • Marx, K., & Engels, F. (1848). The Communist Manifesto. London: Penguin Classics.
  • Marx, K. (1859). A Contribution to the Critique of Political Economy. Moscow: Progress Publishers.
  • Marx, K. (1875). Critique of the Gotha Program. Moscow: Progress Publishers.
  • Lenin, V. I. (1917). State and Revolution. Moscow: Progress Publishers.
  • Mao, Z. (1961). Quotations from Chairman Mao Tse-Tung. Beijing: Foreign Languages Press.

Dukung berbagai Project Raymond Kelvin Nando kedepannya


Citation


Previous Article

Kapitalisme

Next Article

Komunisme Nasional

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *