Karl Marx

Raymond Kelvin Nando — Karl Marx adalah seorang filsuf, ekonom politik, dan revolusioner asal Jerman yang dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah modern. Ia meletakkan dasar bagi teori materialisme historis, kritik terhadap kapitalisme, dan gagasan tentang komunisme yang membentuk pemikiran politik serta sosial abad ke-19 dan 20.

Biografi Karl Marx

Karl Heinrich Marx lahir pada 5 Mei 1818 di Trier, sebuah kota di wilayah Rheinland, Prusia. Ia berasal dari keluarga kelas menengah dengan latar belakang Yahudi yang kemudian berpindah ke Protestan karena tekanan hukum di Prusia. Ayahnya, Heinrich Marx, adalah seorang pengacara terkemuka yang memberikan pendidikan rasionalis kepada putranya.

Marx menempuh pendidikan di Universitas Bonn dan kemudian di Universitas Berlin, di mana ia terpengaruh oleh filsafat Hegelian, khususnya pemikiran tentang sejarah dan dialektika. Namun, ia segera mengambil posisi kritis terhadap idealisme Hegelian dan beralih pada analisis materialis.

Karier awal Marx ditandai oleh aktivitas jurnalistik yang penuh kritik terhadap sistem monarki dan ketidakadilan sosial. Ia menikah dengan Jenny von Westphalen pada 1843 dan berpindah ke Paris, di mana ia mulai berhubungan erat dengan Friedrich Engels, yang kelak menjadi kolaborator intelektual terdekatnya.

Karya penting Marx antara lain The Communist Manifesto (1848), ditulis bersama Engels, serta Das Kapital (1867), magnum opus yang mengupas mekanisme kapitalisme dan kontradiksi internalnya.

Orang lain juga membaca :  Austromarxisme

Marx hidup dalam kondisi finansial sulit sepanjang hidupnya, terutama selama masa pengasingan di London. Ia meninggal pada 14 Maret 1883 di Highgate, London, dan dimakamkan di sana.

Warisan Marx tidak hanya dalam bidang filsafat, melainkan juga dalam teori politik, ekonomi, dan gerakan sosial, menjadikannya salah satu pemikir paling berpengaruh dalam sejarah dunia.

Konsep-Konsep Utama

Historischer Materialismus (Materialisme Historis)

Konsep utama Marx adalah materialisme historis, yakni pandangan bahwa sejarah manusia ditentukan oleh kondisi material, terutama cara produksi. Perubahan dalam basis ekonomi akan melahirkan perubahan dalam struktur sosial, politik, dan ideologi.

“It is not the consciousness of men that determines their existence, but their social existence that determines their consciousness.” (Preface to A Contribution to the Critique of Political Economy, 1859, hlm. 4)
“Bukan kesadaran manusia yang menentukan keberadaannya, melainkan keberadaan sosialnya yang menentukan kesadarannya.”

Dengan demikian, sejarah dipahami sebagai dialektika perjuangan kelas, di mana kelas-kelas yang tertindas bangkit melawan kelas penguasa.

Entfremdung (Alienasi)

Dalam karya awalnya, Economic and Philosophic Manuscripts (1844), Marx mengembangkan konsep alienasi, yakni keterasingan pekerja dari hasil kerjanya, dari proses kerja, dari dirinya sendiri, dan dari sesama manusia akibat sistem kapitalisme.

“The worker becomes all the poorer the more wealth he produces, the more his production increases in power and range.” (Economic and Philosophic Manuscripts, 1844, hlm. 29)
“Pekerja menjadi semakin miskin semakin banyak kekayaan yang ia hasilkan, semakin luas dan berkuasa produksinya.”

Alienasi ini menunjukkan bagaimana kapitalisme mengubah manusia menjadi instrumen ekonomi, merusak potensi kemanusiaannya.

Mehrwert (Nilai Lebih)

Dalam Das Kapital, Marx memperkenalkan analisis nilai lebih, yakni surplus yang dihasilkan oleh kerja buruh namun diambil oleh kapitalis.

“Surplus value is in every case the excess of value produced by the labour of workers over the wages they are paid.” (Das Kapital, 1867, hlm. 301)
“Nilai lebih dalam setiap kasus adalah kelebihan nilai yang dihasilkan oleh kerja buruh dibandingkan upah yang mereka terima.”

Konsep ini menjadi pusat kritik Marx terhadap eksploitasi kapitalisme.

Orang lain juga membaca :  Charles Sanders Peirce

Dalam Konteks Lain

Filsafat Politik

Marx memandang politik sebagai refleksi dari kepentingan kelas dominan. Negara bagi Marx bukanlah entitas netral, melainkan alat kekuasaan kelas penguasa untuk mempertahankan dominasi ekonomi.

“The executive of the modern state is but a committee for managing the common affairs of the whole bourgeoisie.” (The Communist Manifesto, 1848, hlm. 14)
“Eksekutif negara modern hanyalah komite untuk mengelola urusan umum seluruh borjuasi.”

Dengan demikian, revolusi proletar diperlukan untuk menghancurkan dominasi kelas kapitalis dan menciptakan masyarakat tanpa kelas.

Filsafat Sejarah

Marx menolak filsafat sejarah idealis Hegel dan menggantinya dengan pendekatan materialis. Sejarah baginya adalah hasil dari kontradiksi material dan perjuangan kelas.

Dalam kerangka ini, komunisme bukanlah utopia, melainkan hasil logis dari perkembangan sejarah yang digerakkan oleh konflik antara buruh dan kapitalis.

Kesimpulan

Karl Marx adalah filsuf Jerman yang menekankan pentingnya kondisi material dalam membentuk sejarah, masyarakat, dan kesadaran manusia. Dengan konsep-konsep seperti materialisme historis, alienasi, dan nilai lebih, Marx memberikan kritik tajam terhadap kapitalisme sekaligus membuka visi tentang masyarakat tanpa kelas.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa itu materialisme historis menurut Karl Marx?

Sebuah teori yang menyatakan bahwa perkembangan sejarah manusia ditentukan oleh kondisi material, khususnya cara produksi.

Apa yang dimaksud dengan alienasi dalam pemikiran Marx?

Alienasi adalah keterasingan pekerja dari hasil kerjanya, proses kerja, dirinya sendiri, dan orang lain akibat sistem kapitalisme.

Mengapa konsep nilai lebih penting dalam teori Marx?

Karena nilai lebih menjelaskan mekanisme eksploitasi kapitalis, yakni surplus kerja buruh yang diambil oleh pemilik modal.

Referensi

  • Marx, K. (1844). Economic and Philosophic Manuscripts. Moscow: Progress Publishers.
  • Marx, K. (1848). The Communist Manifesto. London: Penguin Classics.
  • Marx, K. (1859). A Contribution to the Critique of Political Economy. Moscow: Progress Publishers.
  • Marx, K. (1867). Das Kapital. Hamburg: Otto Meissner.
  • McLellan, D. (1995). Karl Marx: A Biography. London: Papermac.
  • Elster, J. (1985). Making Sense of Marx. Cambridge: Cambridge University Press.
Orang lain juga membaca :  Democritus

Dukung berbagai Project Raymond Kelvin Nando kedepannya


Citation


Previous Article

Karl Popper

Next Article

Karl Jaspers