Dipublikasikan: 1 Oktober 2025
Terakhir diperbarui: 1 Oktober 2025
Dipublikasikan: 1 Oktober 2025
Terakhir diperbarui: 1 Oktober 2025
Raymond Kelvin Nando — Johann Wolfgang von Goethe adalah seorang penyair, dramawan, novelis, ilmuwan alam, sekaligus filsuf asal Jerman. Ia dianggap sebagai tokoh utama Weimarer Klassik dan salah satu pemikir paling berpengaruh dalam sejarah intelektual Eropa. Walaupun masyhur sebagai sastrawan, Goethe memberikan sumbangan besar dalam filsafat, estetika, dan ilmu pengetahuan.
Daftar Isi
Johann Wolfgang von Goethe lahir pada 28 Agustus 1749 di Frankfurt am Main, Kekaisaran Romawi Suci. Ia dibesarkan dalam keluarga borjuis terdidik; ayahnya adalah seorang pejabat hukum, sedangkan ibunya memiliki kecenderungan kuat pada seni. Sejak kecil, Goethe mendapat pendidikan yang luas mencakup bahasa, sastra, seni, dan filsafat.
Pada tahun 1765, Goethe menempuh pendidikan hukum di Universitas Leipzig. Di sana ia memperdalam ketertarikan pada puisi dan seni. Karya awalnya, Götz von Berlichingen (1773), menjadi tonggak gerakan Sturm und Drang, yang menekankan kebebasan kreatif dan emosi individual.
Pertemuan dengan Johann Gottfried Herder pada awal 1770-an memperdalam pemahaman Goethe akan bahasa, sejarah, dan filsafat kebudayaan. Persahabatannya dengan Friedrich Schiller di Weimar kemudian mengokohkan gaya klasik yang menekankan harmoni, rasionalitas, dan estetika yang luhur.
Selain karya sastra monumental seperti Faust dan Wilhelm Meisters Lehrjahre, Goethe juga mendalami ilmu pengetahuan alam, khususnya botani, morfologi, dan teori warna. Dalam kedudukannya sebagai pejabat di Weimar, ia juga terlibat dalam reformasi pendidikan dan kebudayaan.
Goethe wafat pada 22 Maret 1832 di Weimar. Warisannya menjangkau lintas disiplin: sastra, filsafat, estetika, dan ilmu pengetahuan.
Goethe memandang Bildung sebagai proses pembentukan kepribadian yang dinamis melalui pengalaman, pendidikan, dan interaksi budaya.
“Der Mensch erkennt sich nur im Menschen, nur das Leben lehret jeden, was er sei.” — “Manusia hanya mengenali dirinya dalam manusia lain, hanya kehidupan yang mengajarkan kepada setiap orang apa dirinya.” (Wilhelm Meisters Lehrjahre, 1795–1796, hlm. 112)
Konsep ini menegaskan bahwa manusia tidak pernah selesai; ia selalu berada dalam perjalanan menuju realisasi diri. Pandangan Goethe mengenai Bildung sangat memengaruhi filsafat pendidikan modern.
Goethe meyakini bahwa sastra harus dipahami sebagai milik bersama umat manusia.
“National-Literatur will jetzt nicht viel sagen, die Epoche der Welt-Literatur ist an der Zeit.” — “Sastra nasional kini tidak banyak berarti; zaman sastra dunia telah tiba.” (Gespräche mit Eckermann, 1827, hlm. 94)
Dengan konsep Weltliteratur, Goethe mendorong pertukaran budaya lintas bangsa dan melihat karya sastra sebagai sarana universal untuk memahami kondisi manusia.
Dalam bidang ilmu pengetahuan, Goethe menolak reduksionisme optik Newton dan mengajukan pendekatan fenomenologis.
“Die Farben sind Taten des Lichts, Taten und Leiden.” — “Warna adalah perbuatan cahaya, perbuatan sekaligus penderitaannya.” (Zur Farbenlehre, 1810, hlm. 12)
Goethe memahami warna sebagai pengalaman subjektif yang berhubungan dengan persepsi manusia. Hal ini menjadikan teorinya penting bagi estetika, psikologi, dan seni visual.
Goethe menegaskan bahwa seni adalah sarana pembentukan kepribadian dan jalan menuju harmoni batin. Karya seni berfungsi sebagai medium untuk memahami diri sekaligus realitas. Dalam hal ini, ia memandang seni sebagai bagian integral dari Bildung.
Sebagai ilmuwan, Goethe menyumbangkan gagasan tentang morfologi tumbuhan dan embrio teori evolusi. Baginya, alam adalah organisme hidup yang berkembang dalam keteraturan organik. Pandangan ini menentang mekanisisme Cartesian dan mendekati filsafat alam Romantisisme.
Johann Wolfgang von Goethe adalah tokoh universal yang melampaui batas disiplin. Dengan konsep Bildung, Weltliteratur, dan Farbenlehre, ia menekankan pentingnya pengembangan diri, keterbukaan budaya, dan pengalaman fenomenologis dalam memahami manusia dan alam. Goethe meletakkan dasar bagi pemikiran modern yang menyatukan seni, filsafat, dan ilmu.
Bildung adalah proses pembentukan diri yang berlangsung terus-menerus melalui pengalaman hidup dan budaya.
Weltliteratur berarti sastra dunia sebagai warisan bersama umat manusia, melampaui batas nasional.
Ia mengembangkan teori warna (Farbenlehre) dan morfologi tumbuhan dengan pendekatan fenomenologis.
Johann Wolfgang von Goethe, Bildung, Pembentukan Diri, Weltliteratur, Sastra Dunia, Farbenlehre, Teori Warna, Estetika dan Filsafat Seni, Ilmu Pengetahuan Alam, filsuf Jerman,