Dipublikasikan: 15 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 6 Januari 2026
Dipublikasikan: 15 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 6 Januari 2026
Raymond Kelvin Nando — Jacques Lacan adalah psikoanalis dan filsuf Prancis abad ke-20 yang dikenal karena reinterpretasinya terhadap teori Sigmund Freud, yang memengaruhi psikoanalisis, filsafat, linguistik, dan teori budaya. Lacan menekankan peran bahasa, simbol, dan struktur sosial dalam pembentukan subjek, serta memperkenalkan konsep-konsep seperti “the Real,” “the Imaginary,” dan “the Symbolic” untuk memahami pengalaman manusia, psikopatologi, dan relasi interpersonal. Pemikirannya memberikan kontribusi signifikan dalam teori kritis, studi sastra, film, feminisme, dan filsafat kontemporer.
Daftar Isi
Jacques Lacan lahir pada 13 April 1901 di Paris, Prancis, dan meninggal pada 9 September 1981 di Paris. Ia menempuh pendidikan di fakultas kedokteran dan psikiatri, dan menjadi psikiater serta psikoanalis terkenal di Prancis. Lacan dikenal sebagai pengajar yang karismatik dan kontroversial, yang sering mengadakan seminar panjang di École Normale Supérieure dan institusi psikoanalitik lainnya.
Selama kariernya, Lacan sering berkonflik dengan lembaga psikoanalisis tradisional, terutama karena pendekatan inovatifnya yang menekankan bahasa dan simbol, serta kritik terhadap praktik psikoanalisis arus utama. Ia membentuk sekolah pemikiran yang dikenal sebagai “Lacanian School of Psychoanalysis,” yang menjadi rujukan penting dalam teori psikoanalitik modern.
Lacan membedakan tiga ranah utama dalam struktur psikoanalitik: the Real, the Imaginary, dan the Symbolic. The Real merujuk pada aspek pengalaman yang tidak dapat sepenuhnya direpresentasikan oleh bahasa atau simbol; the Imaginary terkait dengan citra diri, ilusi, dan fantasi; the Symbolic meliputi bahasa, hukum, norma, dan struktur sosial yang membentuk pengalaman subjek. Pemahaman ketiga ranah ini memungkinkan analisis psikologis, sosial, dan budaya yang kompleks mengenai identitas, keinginan, dan relasi antarindividu.
Lacan menekankan bahwa bahasa adalah struktur utama yang membentuk pikiran dan subjek. Ia menyatakan bahwa alam bawah sadar tersusun seperti bahasa (the unconscious is structured like a language), sehingga analisis psikoanalitik harus memperhatikan simbol, metafora, dan metonimia dalam ungkapan pasien. Pandangan ini menekankan bahwa pengalaman psikologis selalu dimediasi oleh simbol dan norma sosial, bukan sekadar impuls biologis atau traumatis.
Lacan menegaskan bahwa subjek manusia tidak pernah utuh; ia selalu mengalami kekurangan (lack), yang memotivasi keinginan dan pencarian identitas. Keinginan manusia muncul dari ketegangan antara kebutuhan, fantasi, dan struktur simbolik yang membentuk pengalaman. Konsep ini menjadi pusat analisis Lacan mengenai keinginan, cinta, dan relasi sosial, serta membedakan pendekatannya dari psikoanalisis klasik.
Dalam teori Lacan, konsep Name-of-the-Father merujuk pada fungsi simbolik yang menegakkan hukum, norma, dan struktur sosial, yang memungkinkan individu menavigasi dunia nyata dan fantasi. Proses internalisasi ini membantu subjek mengatasi konflik dengan Imaginary dan menerima batasan sosial. Konsep ini memiliki implikasi dalam analisis keluarga, identitas gender, dan pembentukan norma sosial.
Objet petit a adalah objek kecil yang mewakili kekurangan yang tidak pernah dapat dipenuhi secara total, sehingga menjadi sumber keinginan yang terus menerus. Lacan menggunakan konsep ini untuk menjelaskan motivasi manusia, fantasi, dan struktur psikologis yang kompleks, menekankan bahwa keinginan selalu melampaui pemenuhan nyata dan selalu terkait dengan ketidaklengkapan subjek.
Lacan menantang praktik psikoanalisis arus utama, terutama teknik interpretasi yang terlalu literal atau terapeutik. Ia menekankan pentingnya simbol, bahasa, dan dinamika intersubjektif, serta menolak pendekatan yang mengabaikan struktur sosial dan linguistik. Inovasi ini membuat Lacan menjadi figur kontroversial, tetapi juga sangat berpengaruh dalam teori psikoanalisis modern dan humaniora.
Pemikiran Lacan memengaruhi filsafat kontemporer, feminisme, teori sastra, studi film, dan kritik budaya. Konsep tentang bahasa, subjek, dan simbol memberikan kerangka untuk memahami identitas, representasi, dan relasi kekuasaan dalam masyarakat. Analisis Lacan sering digunakan untuk menafsirkan fenomena budaya, media, dan politik secara kritis.
Jacques Lacan adalah psikoanalis dan pemikir Prancis abad ke-20 yang dikenal karena penafsirannya kembali terhadap teori Sigmund Freud. Ia berpengaruh besar dalam psikoanalisis, filsafat, dan teori budaya.
Gagasan utama Lacan mencakup konsep tiga ranah—Yang Imajiner, Yang Simbolik, dan Yang Riil—serta pandangan bahwa ketidaksadaran tersusun seperti bahasa. Ia menekankan peran bahasa, simbol, dan struktur sosial dalam pembentukan subjek manusia.
Pemikiran Jacques Lacan penting karena memengaruhi berbagai disiplin, seperti filsafat, sastra, studi budaya, dan teori kritis. Pendekatannya memberikan cara baru untuk memahami subjek, hasrat, identitas, dan hubungan antara bahasa serta ketidaksadaran.