Dipublikasikan: 23 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 24 Desember 2025
Dipublikasikan: 23 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 24 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Jack and the Beanstalk adalah folklor klasik dari tradisi Inggris yang mengisahkan petualangan seorang anak laki-laki miskin yang secara tidak sengaja memasuki dunia raksasa melalui tanaman kacang ajaib. Cerita ini merupakan salah satu dongeng paling terkenal di dunia Barat dan telah diwariskan melalui tradisi lisan sejak abad pertengahan sebelum akhirnya dibakukan dalam bentuk tulisan. Dalam kajian folklor, Jack and the Beanstalk dipahami sebagai dongeng rakyat yang merefleksikan ketimpangan sosial, kecerdikan rakyat kecil, serta ambiguitas moral dalam menghadapi kekuasaan dan kemiskinan.
Daftar Isi
Folklor Jack and the Beanstalk berpusat pada Jack, seorang anak laki-laki yang hidup miskin bersama ibunya. Suatu hari, Jack diperintahkan menjual sapi satu-satunya milik keluarga, namun ia menukarnya dengan kacang ajaib. Ibunya marah dan membuang kacang tersebut, tetapi keesokan paginya tumbuhlah tanaman kacang raksasa yang menjulang ke langit.
Didorong rasa ingin tahu dan kebutuhan hidup, Jack memanjat tanaman tersebut dan tiba di negeri di atas awan, tempat tinggal seorang raksasa dan istrinya. Di sana, Jack beberapa kali mencuri benda-benda berharga milik raksasa, seperti kantong emas, angsa bertelur emas, dan kecapi ajaib. Setiap kali mencuri, Jack hampir tertangkap, namun berhasil melarikan diri berkat kecerdikan dan keberaniannya.
Pada kunjungan terakhir, raksasa mengejar Jack hingga turun ke dunia manusia. Jack kemudian menebang tanaman kacang tersebut, menyebabkan raksasa jatuh dan tewas. Setelah itu, Jack dan ibunya hidup sejahtera. Kisah ini menutup narasi dengan kemenangan tokoh kecil atas kekuatan besar, meskipun tindakan Jack sering diperdebatkan secara moral.
Folklor Jack and the Beanstalk termasuk dalam kategori dongeng rakyat (fairy tale). Dalam klasifikasi folklor, cerita ini dapat dikelompokkan sebagai:
Sebagai dongeng rakyat, cerita ini bersifat fiktif dan berfungsi hiburan sekaligus pendidikan moral.
Folklor Jack and the Beanstalk berkembang dalam masyarakat agraris Inggris, di mana kemiskinan dan ketergantungan pada hasil alam menjadi pengalaman umum. Sosok Jack mencerminkan rakyat kecil yang harus bertahan hidup dengan kecerdikan di tengah ketimpangan kekuasaan dan kepemilikan sumber daya.
Raksasa dalam cerita sering ditafsirkan sebagai simbol kaum berkuasa yang menimbun kekayaan, sementara Jack mewakili perlawanan kelas bawah. Tanaman kacang yang menghubungkan bumi dan langit melambangkan mobilitas sosial yang bersifat ajaib dan tidak realistis, namun memberikan harapan simbolik bagi masyarakat miskin. Cerita ini juga mencerminkan ambiguitas moral dalam budaya rakyat, di mana pencurian dapat dibenarkan jika dilakukan demi kelangsungan hidup.
Folklor Jack and the Beanstalk memiliki makna dan fungsi penting dalam tradisi rakyat Inggris dan kajian folklor, antara lain:
Jack and the Beanstalk adalah cerita rakyat populer dari Inggris yang mengisahkan seorang anak laki-laki bernama Jack yang menukar sapinya dengan kacang ajaib. Kacang tersebut tumbuh menjadi tanaman raksasa yang menghubungkan dunia manusia dengan negeri para raksasa di atas awan.
Cerita ini mengandung tema keberanian, kecerdikan, dan perubahan nasib. Pesan moralnya sering ditafsirkan sebagai pentingnya keberanian menghadapi tantangan, kecerdikan dalam situasi sulit, serta konsekuensi dari tindakan yang diambil, baik maupun buruk.
Jack and the Beanstalk penting karena menjadi salah satu dongeng klasik yang diwariskan secara turun-temurun dalam budaya Barat. Cerita ini memengaruhi sastra anak, pendidikan moral, dan berbagai adaptasi dalam buku, film, serta media populer.