Raymond Kelvin Nando — Majapahit karya Inajati Andrisijanti merupakan salah satu karya paling signifikan dalam kajian sejarah Nusantara, khususnya mengenai salah satu kerajaan terbesar yang pernah berdiri di Indonesia. Buku ini menyajikan telaah mendalam tentang bagaimana Majapahit berkembang sebagai kekuatan politik, ekonomi, dan budaya yang memengaruhi hampir seluruh kawasan Asia Tenggara pada abad ke-13 hingga ke-15. Dengan pendekatan ilmiah yang kaya sumber, Inajati membangun narasi yang tidak hanya berisi fakta sejarah, tetapi juga interpretasi kritis mengenai proses lahir, berkembang, dan runtuhnya Majapahit.
Buku ini dimulai dengan menguraikan kondisi Jawa pada masa pasca-Singasari, ketika konflik internal membuka jalan bagi berdirinya Majapahit di bawah kepemimpinan Raden Wijaya. Inajati menekankan bahwa Majapahit tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil interaksi kompleks antara politik lokal, dinamika kekuasaan regional, serta hubungan dengan dunia luar, termasuk Tiongkok dan kerajaan-kerajaan maritim Nusantara lainnya. Pendekatan ini memberikan pemahaman bahwa Majapahit adalah entitas yang terbentuk melalui proses historis panjang, bukan semata-mata legenda.
Salah satu aspek penting yang dibahas dalam buku ini adalah struktur pemerintahan Majapahit. Dengan merujuk kitab-kitab klasik seperti Negarakertagama dan Pararaton, Inajati menggambarkan bagaimana kerajaan ini mengembangkan sistem birokrasi yang tertata, dengan pembagian peran yang jelas antara raja, mahapatih, dan pejabat-pejabat daerah. Di puncak kejayaannya pada era Hayam Wuruk dan Gajah Mada, Majapahit mampu memimpin jaringan kekuasaan luas yang mencakup berbagai wilayah di Asia Tenggara, baik melalui hubungan tributari maupun aliansi politik.
Buku ini juga memberikan perhatian khusus pada peranan ekonomi Majapahit sebagai pusat perdagangan penting di jalur rempah-rempah. Pelabuhan-pelabuhan seperti Canggu dan Tuban menjadi simpul yang menghubungkan pedagang dari Tiongkok, India, Timur Tengah, hingga kepulauan Nusantara. Inajati menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi inilah yang memungkinkan Majapahit membangun stabilitas politik dan memperkuat posisinya sebagai kekaisaran regional. Melalui jalur perdagangan ini pula, Majapahit menjadi pusat pertukaran budaya dan perkembangan seni, sastra, serta agama, terutama Hindu-Buddha.
Kekuatan karya Inajati juga terlihat pada pembahasannya mengenai kehidupan sosial dan budaya masyarakat Majapahit. Ia menguraikan bagaimana nilai-nilai religius, konsep kosmologi, seni arsitektur candi, dan tradisi sastra Jawa Kuno berkembang subur dalam atmosfer kerajaan yang makmur. Dalam analisisnya, kebudayaan Majapahit bukan sekadar warisan simbolik, tetapi juga refleksi dari sistem sosial yang kompleks dan dinamis.
Pada bagian akhir, Inajati membahas secara kritis faktor-faktor kemunduran Majapahit, mulai dari konflik internal, munculnya kekuatan baru di pesisir utara Jawa, hingga perubahan besar dalam jaringan perdagangan global akibat kedatangan bangsa Eropa. Ia mengajak pembaca memahami bahwa runtuhnya Majapahit adalah bagian dari siklus sejarah yang wajar dan dipengaruhi banyak variabel, bukan karena satu penyebab tunggal.
Dengan gaya penulisan yang jelas dan argumentatif, Majapahit menjadi bacaan penting bagi siapa saja yang ingin memahami sejarah dan identitas Indonesia. Karya ini memperkuat pemahaman bahwa Majapahit bukan sekadar mitos kebesaran masa lalu, tetapi fondasi penting yang memengaruhi perjalanan budaya dan politik Nusantara hingga era modern.
Link Download : Inajati Andrisijanti – Majapahit [PDF]
Download koleksi ebooks lainnya disini