Dipublikasikan: 2 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 2 Desember 2025
Dipublikasikan: 2 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 2 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Hypostatization Fallacy adalah salah satu kesalahan logika yang terjadi ketika konsep abstrak, ide, atau istilah yang bersifat konseptual diperlakukan seolah-olah merupakan entitas nyata, konkret, atau memiliki eksistensi fisik. Fallacy ini kadang disebut juga reification fallacy atau concretism, dan sering muncul dalam diskusi filosofis, politik, sosial, maupun komunikasi sehari-hari. Misalnya, pernyataan “Keadilan menghukum orang jahat” memperlakukan konsep abstrak “keadilan” seolah-olah memiliki kemampuan bertindak secara nyata, padahal keadilan hanyalah prinsip atau gagasan, bukan entitas yang bisa melakukan tindakan. Hypostatization Fallacy berbahaya karena dapat menyesatkan analisis, memicu interpretasi literal yang salah, dan menyederhanakan pemahaman isu kompleks.
Daftar Isi
Hypostatization Fallacy, atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai “Kesalahan Logika Hipostatisasi,” adalah kesalahan berpikir yang terjadi ketika seseorang memperlakukan ide, konsep, atau istilah abstrak sebagai sesuatu yang nyata dan konkret. Fallacy ini termasuk dalam kategori informal fallacy, karena menyerang kualitas argumen dengan menyalahartikan sifat abstrak, bukan struktur logika formal.
Ciri khas Hypostatization Fallacy meliputi:
Fallacy ini sering muncul dalam:
Secara psikologis, fallacy ini muncul karena manusia cenderung memberi sifat agen pada hal-hal yang abstrak untuk mempermudah pemahaman, fenomena yang dikenal sebagai anthropomorphism.
Berikut beberapa contoh konkret dari Hypostatization Fallacy:
Beberapa strategi untuk mengenali dan menghindari fallacy ini: