Hyper-Calvinisme

Dipublikasikan: 8 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Hyper-Calvinisme adalah sebuah cabang ekstrem dari teologi Calvinis yang menekankan doktrin predestinasi secara ketat dan sering menolak atau meminimalkan tanggung jawab manusia dalam menerima keselamatan. Aliran ini berkembang di kalangan Puritan dan Reformasi Inggris, dan dikenal karena pandangan kontroversialnya bahwa penginjilan universal atau seruan untuk pertobatan umum tidak diperlukan, karena hanya “orang-orang pilihan” yang akan diselamatkan. Hyper-Calvinisme sering dikritik karena mengabaikan aspek kasih dan misi Kristiani.

Ajaran Hyper-Calvinisme

Beberapa prinsip utama Hyper-Calvinisme meliputi:

  1. Predestinasi yang Sangat Ketat
    Hyper-Calvinisme menekankan bahwa Allah secara mutlak menentukan siapa yang akan diselamatkan dan siapa yang akan dihukum, tanpa peran manusia dalam memilih iman.
  2. Penolakan Penginjilan Universal
    Banyak penganut Hyper-Calvinisme percaya bahwa seruan untuk pertobatan bagi semua orang tidak perlu, karena keselamatan hanya ditentukan bagi orang-orang pilihan (the elect).
  3. Keutamaan Kedaulatan Allah
    Hyper-Calvinisme menekankan bahwa kehendak Allah sepenuhnya mengatur segala sesuatu, termasuk iman individu, sehingga manusia tidak memiliki pengaruh pada keselamatan mereka sendiri.
  4. Keraguan terhadap Tanggung Jawab Moral
    Aliran ini kadang-kadang mengurangi tekanan pada penginjilan, pelayanan, atau misi Kristiani, karena keselamatan dianggap sepenuhnya ditentukan oleh Allah.
  5. Dampak Sosial dan Praktis
    Hyper-Calvinisme sering menghasilkan komunitas yang sangat tertutup dan introspektif, menekankan disiplin religius internal daripada misi eksternal.

Sejarah Perkembangan Hyper-Calvinisme

  1. Abad ke-17: Inggris dan Skotlandia
    Hyper-Calvinisme muncul di kalangan Puritan dan gereja Reformasi Inggris sebagai reaksi terhadap interpretasi yang lebih moderat dari teologi Calvinis. Tokoh-tokoh seperti Tobias Crisp dianggap awal pengaruh Hyper-Calvinisme.
  2. Periode Pencerahan dan Reformasi Gereja
    Hyper-Calvinisme dikritik oleh banyak teolog, termasuk John Gill dan Andrew Fuller, yang menekankan pentingnya penginjilan dan tanggung jawab manusia.
  3. Abad ke-18 dan 19
    Kritik terhadap Hyper-Calvinisme mendorong gerakan misi yang lebih aktif dalam gereja Inggris dan Amerika, dan aliran ini perlahan menurun di kalangan mainstream Calvinis.
  4. Era Modern
    Hyper-Calvinisme tetap ada dalam beberapa kelompok minoritas, tetapi umumnya dianggap sebagai ekstrem dalam spektrum teologi Calvinis.
Orang lain juga membaca :  Anarkisme Partisipisme

Tokoh-Tokoh Berpengaruh dalam Hyper-Calvinisme

  1. Tobias Crisp (1600–1643) – Penceramah Inggris awal yang menekankan predestinasi ketat.
  2. John Gill (1697–1771) – Teolog Baptis Inggris, sering dikaitkan dengan interpretasi ekstrem Calvinis.
  3. Joseph Hussey (1660–1726) – Teolog Inggris yang menekankan keselamatan eksklusif bagi orang-orang pilihan.
  4. John Brine (1703–1765) – Pengkhotbah dan penulis doktrin Hyper-Calvinisme.
  5. Andrew Fuller (1754–1815) – Meskipun menentang Hyper-Calvinisme, ia merupakan tokoh penting dalam reformasi teologi untuk melawan ekstremisme ini.

Referensi

  • Gill, J. (1761). A Body of Doctrinal Divinity. London: Rivington.
  • Crisp, T. (1644). Christ Alone Exalted. London: Printed for Samuel Thomson.
  • Spurgeon, C. H. (1871). Lectures to My Students. Passmore & Alabaster.
  • Macleod, D. (1996). The Person of Christ. InterVarsity Press.
  • Wright, N. T. (2006). Simply Jesus: A New Vision of Who He Was, What He Did, and Why He Matters. HarperOne.

Citation

Previous Article

Humanisme Kristen

Next Article

Ikonoklasme

Citation copied!