Giorgio Agamben

Dipublikasikan: 12 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 12 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Giorgio Agamben adalah filsuf besar Italia yang sangat berpengaruh dalam filsafat politik kontemporer, terutama melalui analisisnya tentang biopolitik, kedaulatan, hukum, pengecualian, dan struktur kekuasaan modern. Pemikirannya menggabungkan warisan Aristoteles, teologi Kristen, hukum Romawi, Heidegger, Walter Benjamin, serta kritik atas politik modern. Melalui proyek monumentalnya Homo Sacer, Agamben mengekspos bagaimana negara modern memproduksi kehidupan telanjang, memperluas keadaan pengecualian, dan membangun kamp sebagai paradigma pemerintahan. Ia menjadi salah satu pemikir paling menentukan abad ke-21.

Biografi Giorgio Agamben

Giorgio Agamben (lahir 22 April 1942, Roma, Italia) adalah seorang filsuf yang karya-karyanya menempati posisi sentral dalam perdebatan mengenai biopolitik, teori kedaulatan, ontologi, dan teologi politik. Ia pernah mengikuti seminar Martin Heidegger, menjalin relasi intelektual dengan Pier Paolo Pasolini, serta mempelajari teks-teks Walter Benjamin secara mendalam, bahkan menjadi editor kritis karya-karya Benjamin.

Karier akademiknya mencakup posisi di Università Iuav di Venezia, European Graduate School, dan institusi lain di seluruh Eropa. Agamben dikenal karena memadukan metode filologi, teologi, filsafat kontinental, hukum, dan politik dalam konstruksi teoretis yang sangat orisinal. Karya-karyanya, terutama seri Homo Sacer, telah merevolusi cara kita memahami hubungan antara hukum, kekuasaan, kehidupan, dan negara modern.

Konsep-Konsep Utama

Kehidupan Telanjang (Bare Life)

Kehidupan telanjang adalah kondisi ketika seseorang direduksi menjadi keberadaan biologis yang terpisah dari status hukum atau politik. Agamben meneruskan pemikiran Aristoteles tentang zoē dan bios, lalu menambahkan analisis biopolitik yang menunjukkan bahwa negara modern memproduksi kehidupan telanjang sebagai mekanisme pengaturan populasi.
Dalam Homo Sacer, ia mengungkap bahwa kehidupan telanjang tidak hanya hadir dalam ekstremitas seperti kamp konsentrasi, tetapi kini menjadi kondisi inheren dalam pemerintahan modern—tampak dalam penahanan tanpa pengadilan, pengungsi, imigran ilegal, dan populasi yang kehilangan perlindungan hukum. Kehidupan telanjang mengungkap bagaimana kekuasaan menentukan nilai kehidupan manusia melalui keputusan kedaulatan.

Orang lain juga membaca :  Jacques Derrida

Keadaan Pengecualian (State of Exception)

Keadaan pengecualian adalah situasi ketika hukum ditangguhkan untuk menyelamatkan hukum itu sendiri. Mengambil alih konsep Carl Schmitt, Agamben berpendapat bahwa keadaan darurat telah menjadi paradigma pemerintahan kontemporer.
Menurutnya, negara modern tidak bekerja melalui aturan, tetapi melalui penangguhan aturan yang diubah menjadi normalitas. Ia mengamati bahwa peristiwa-peristiwa historis seperti Perang Dunia II, kebijakan antiterorisme, dan bahkan kebijakan kesehatan publik dapat menunjukkan bagaimana pemerintah menguasai kehidupan dengan menangguhkan hak, kebebasan, dan proses hukum. Dalam kondisi ini, warga negara dapat dikonversi menjadi homo sacer.

Homo Sacer

Figur homo sacer, yang dapat dibunuh tetapi tidak dapat dikorbankan, menjadi representasi manusia modern yang berada di ambang hukum dan kehidupan. Agamben menggunakan konsep ini untuk memperlihatkan struktur kedaulatan yang mendasari negara modern: kekuasaan menentukan siapa yang masuk dalam tatanan hukum dan siapa yang dikecualikan.
Melalui konsep ini, Agamben menghubungkan hukum Romawi, teologi Kristen, dan praktik politik kontemporer. Homo sacer melambangkan individu yang kehidupannya sepenuhnya terpapar kepada keputusan kedaulatan tanpa perlindungan politis.

Kamp sebagai Nomos Modernitas (The Camp as the Nomos of Modernity)

Dalam interpretasi Agamben, kamp bukan sekadar situs historis kekejaman, tetapi model ruang politik zaman modern. Kamp adalah ruang pengecualian absolut, di mana individu terpisah dari perlindungan hukum dan tunduk pada kekuasaan tanpa batas.
Ia berargumen bahwa institusi seperti pusat detensi imigran, fasilitas karantina, zona militer, dan penjara keamanan tinggi merupakan transformasi kamp modern. Dengan demikian, kamp adalah nomos—tatanan dasar—dari dunia kontemporer.

Form-of-Life (Bentuk Kehidupan)

Form-of-life adalah konsep alternatif yang ditawarkan Agamben untuk melampaui logika biopolitik dan kedaulatan. Bentuk kehidupan ini tidak dapat dipisahkan dari praktiknya; hidup dan tindakan menjadi satu kesatuan organik.
Agamben terinspirasi oleh praktik monastik Kristen awal, khususnya aturan hidup Fransiskan, di mana hukum tidak memaksakan diri pada kehidupan tetapi hidup itu sendiri menjadi prinsip. Konsep ini merupakan visi mengatasi politik modern yang berbasis kontrol dan pengecualian.

Orang lain juga membaca :  Leon Battista Alberti

Daftar Karya Penting

  • Homo Sacer: Sovereign Power and Bare Life (1995)
  • State of Exception (2003)
  • The Coming Community (1990)
  • The Open: Man and Animal (2002)
  • Remnants of Auschwitz (1999)
  • The Kingdom and the Glory (2007)
  • The Highest Poverty: Monastic Rules and Form-of-Life (2011)

Referensi

  • Agamben, G. (1995). Homo sacer: Sovereign power and bare life. Stanford University Press.
  • Agamben, G. (2003). State of exception. University of Chicago Press.
  • Agamben, G. (2007). The kingdom and the glory: For a theological genealogy of economy and government. Stanford University Press.
  • Benjamin, W. (1968). Illuminations (H. Arendt, Ed.). Schocken Books.
  • Schmitt, C. (2005). Political theology: Four chapters on the concept of sovereignty. University of Chicago Press.
  • Mills, C. (2008). The philosophy of Agamben. McGill-Queen’s University Press.

Citation

Previous Article

Alain Badiou

Next Article

Jürgen Habermas

Citation copied!