Gertrude Elizabeth Margaret Anscombe

Dipublikasikan: 12 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 12 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Gertrude Elizabeth Margaret Anscombe adalah salah satu filsuf analitik dan etikus Katolik paling berpengaruh abad ke-20. Ia dikenal karena pemikiran tajam dalam filsafat moral, aksiologi, filsafat hukum, dan filsafat pikiran. Anscombe memainkan peran penting dalam menghidupkan kembali etika kebajikan Aristotelian, mengkritik teori moral modern seperti utilitarianisme dan Kantianisme, serta memformulasikan konsep intentionality yang sangat berpengaruh bagi filsafat tindakan. Pemikirannya membentuk landasan bagi filsafat moral kontemporer, bioetika, dan filsafat hukum Katolik modern.

Biografi Gertrude Elizabeth Margaret Anscombe

Gertrude Anscombe lahir pada 18 Maret 1919 di Londo, Inggris. Ia menempuh pendidikan di St. Hugh’s College, Oxford, dan kemudian menjadi murid Ludwig Wittgenstein, yang pengaruhnya sangat terasa dalam filsafat bahasa dan analisis konsep tindakan. Setelah lulus, Anscombe mengajar di Oxford selama puluhan tahun, menjadi figur intelektual penting di lingkaran filsafat moral dan Katolik.

Anscombe dikenal karena keberanian intelektualnya dan kesetiaan terhadap tradisi moral Katolik, khususnya ajaran Thomas Aquinas. Ia aktif menulis dan menerbitkan esai yang kini menjadi klasik, termasuk “Modern Moral Philosophy” (1958) dan Intention (1957). Anscombe menerima gelar kehormatan dan menjadi anggota British Academy. Ia meninggal pada 5 Januari 2001, meninggalkan warisan intelektual yang besar dalam filsafat analitik, etika, dan teologi.

Orang lain juga membaca :  Marsilio Ficino

Pemikiran Gertrude Elizabeth Margaret Anscombe

Etika Kebajikan Aristotelian dan Kritik terhadap Moral Modern

Modern Moral Philosophy (1958)

Dalam esai klasik ini, Anscombe mengkritik moralitas modern, khususnya utilitarianisme dan Kantianisme, karena:

  • Mengabaikan teleologi manusia dan konteks praktis tindakan
  • Menyederhanakan moralitas menjadi aturan formal atau kalkulus konsekuensi
  • Tidak memberikan konsep goodness atau virtue yang konsisten

Anscombe menekankan bahwa moralitas seharusnya berbasis pada etika kebajikan, dengan orientasi pada tujuan manusia (human flourishing). Etika modern yang terlepas dari teleologi kehilangan relevansi praktis dan filosofis.

Kebajikan dan karakter moral

Menurut Anscombe:

  • Kebajikan adalah kualitas karakter yang memungkinkan manusia bertindak secara baik
  • Integritas, kejujuran, keberanian, dan kehormatan merupakan bagian integral dari kebajikan
  • Tindakan moral harus dinilai dari kontribusinya terhadap pengembangan karakter dan kehidupan bermakna

Pandangan ini menghidupkan kembali Aristotelianisme di tengah dominasi teori moral deontologis dan konsekuensialis.

Filosofi Tindakan dan Intensi

Intention (1957)

Anscombe mengembangkan analisis formal tentang tindakan manusia, terutama mengenai niat (intention). Menurutnya:

  • Tindakan manusia harus dianalisis melalui niat pelaku, bukan sekadar konsekuensi atau hukum fisik
  • Niat membedakan tindakan moral dari peristiwa non-moral
  • Analisis niat melibatkan pemahaman bahasa, konteks, dan maksud pelaku

Konsep ini menjadi landasan penting bagi filsafat tindakan dan analisis moral kontemporer.

Tindakan, agen, dan bahasa

Anscombe menekankan bahwa pemahaman tindakan manusia memerlukan kajian bahasa dan makna:

  • Kalimat deklaratif “Saya melakukan X” mengandung asumsi normatif dan teleologis
  • Pemisahan antara tindakan yang disengaja dan konsekuensi tidak sengaja sangat penting
  • Filsafat bahasa analitik digunakan untuk mengklarifikasi pemahaman moral

Filosofi Hukum dan Bioetika

Hukum dan moralitas

Anscombe juga berpengaruh dalam filsafat hukum Katolik. Ia menegaskan bahwa:

  • Hukum harus selaras dengan moralitas objektif, bukan sekadar aturan konvensional
  • Norma hukum yang baik mendukung kebajikan dan telos manusia
  • Hukum yang bertentangan dengan moralitas sejati kehilangan legitimasi etis
Orang lain juga membaca :  Peter Frederick Strawson

Aborsi dan euthanasia

Anscombe terkenal karena pandangannya yang kritis terhadap aborsi dan euthanasia, berlandaskan prinsip kesucian kehidupan dan teleologi moral. Ia menekankan bahwa tindakan yang disengaja untuk menghancurkan kehidupan manusia adalah salah secara moral, terlepas dari konsekuensi praktisnya.

Filosofi Katolik dan Integritas Moral

Anscombe menekankan integritas moral yang bersandar pada ajaran Katolik dan tradisi Thomistik:

  • Moralitas tidak dapat dipisahkan dari iman dan telos manusia
  • Kebenaran moral adalah objektif dan dapat dipahami melalui rasionalitas praktis
  • Praktik kehidupan yang baik memerlukan kesetiaan pada norma-norma etis yang lebih luas, bukan sekadar preferensi individu

Pandangan ini membuat Anscombe menjadi tokoh sentral dalam etika Katolik modern dan filsafat moral analitik.

Kritik terhadap Konsekuensialisme dan Deontologi

Anscombe menolak pandangan moral yang mengutamakan konsekuensi semata (utilitarianisme) atau aturan formal tanpa konteks (Kantianisme). Menurutnya:

  • Konsekuensialisme mereduksi tindakan moral menjadi kalkulasi hasil
  • Deontologi modern kehilangan pemahaman tentang niat, karakter, dan tujuan manusia
  • Etika kebajikan memungkinkan evaluasi tindakan secara lebih manusiawi dan realistis

Ia menekankan bahwa analisis niat dan karakter manusia tidak dapat digantikan oleh prinsip abstrak.

Karya-Karya Penting Gertrude Elizabeth Margaret Anscombe

  • Intention (1957)
  • “Modern Moral Philosophy” (1958)
  • Ethics, Religion and Politics (1981)
  • War and Peace in the 20th Century (1981)
  • Berbagai esai tentang etika kebajikan, filosofi hukum, dan bioetika

Referensi

  • Anscombe, G. E. M. (1957). Intention. Harvard University Press.
  • Anscombe, G. E. M. (1958). Modern moral philosophy. Philosophy, 33(124), 1–19.
  • Anscombe, G. E. M. (1981). Ethics, religion and politics. Basil Blackwell.
  • Foot, P. (1978). Virtues and vices. University of California Press.
  • MacIntyre, A. (1981). After virtue. University of Notre Dame Press.
  • Finnis, J. (1980). Natural law and natural rights. Clarendon Press.
Orang lain juga membaca :  Karl Jaspers

Citation

Previous Article

Sir Bernard Arthur Owen Williams

Next Article

Philippa Ruth Foot

Citation copied!