Friedrich Engels

Raymond Kelvin Nando — Friedrich Engels adalah seorang filsuf, ekonom, dan teoretikus politik Jerman yang dikenal sebagai rekan intelektual sekaligus sahabat karib Karl Marx. Ia berperan besar dalam membentuk materialisme dialektis dan materialisme historis, dua landasan utama bagi teori sosialisme ilmiah. Selain kontribusinya terhadap teori ekonomi politik, Engels juga mengembangkan refleksi filosofis mendalam mengenai hubungan antara manusia, alam, dan masyarakat yang menempatkannya di antara tokoh besar dalam sejarah filsafat modern.

Biografi Friedrich Engels

Friedrich Engels lahir pada 28 November 1820 di Barmen, Prusia (sekarang Wuppertal, Jerman). Ia berasal dari keluarga pengusaha tekstil yang makmur, dan sejak muda sudah terpapar pada realitas keras kehidupan buruh di pabrik ayahnya. Ketika muda, Engels tertarik pada filsafat Hegelian dan menulis beberapa artikel yang menunjukkan pengaruh kuat dari pemikiran Hegel, terutama konsep tentang dialektika.

Pada tahun 1842, Engels dikirim ke Manchester, Inggris, untuk bekerja di perusahaan milik keluarganya. Di kota industri itu, ia menyaksikan secara langsung penderitaan kelas pekerja akibat revolusi industri. Pengalaman tersebut sangat memengaruhi pandangannya terhadap kapitalisme. Dari pengamatannya lahirlah karya The Condition of the Working Class in England (1845), yang menjadi salah satu deskripsi paling tajam tentang eksploitasi buruh di abad ke-19.

Pertemuan dengan Karl Marx pada tahun 1844 di Paris menjadi titik balik dalam kehidupannya. Keduanya kemudian bekerja sama menulis The Communist Manifesto (1848) — sebuah karya yang mengubah arah pemikiran sosial dan politik dunia.

Orang lain juga membaca :  Shankara

Setelah Marx meninggal pada 1883, Engels melanjutkan perjuangan intelektual mereka dengan menyunting dan menerbitkan volume kedua dan ketiga Das Kapital. Ia meninggal pada 5 Agustus 1895 di London.

Konsep-Konsep Utama

Dialektik der Natur (Dialektika Alam)

Engels memperluas prinsip dialektika Hegel ke dalam dunia material, menyatakan bahwa hukum-hukum dialektika tidak hanya berlaku dalam pikiran, tetapi juga dalam alam dan sejarah.

Dialektik ist die Wissenschaft von den allgemeinen Bewegungsgesetzen, sowohl der äußeren Welt als auch des menschlichen Denkens.
(Dialektika adalah ilmu tentang hukum-hukum umum gerak, baik dari dunia luar maupun dari pemikiran manusia.) (Dialektik der Natur, 1883, hlm. 24)

Engels menolak dualisme antara roh dan materi. Baginya, seluruh realitas bersifat materiil dan tunduk pada hukum perubahan dialektis — yakni, perkembangan melalui kontradiksi internal. Dengan menerapkan logika dialektika pada alam, Engels berupaya menunjukkan bahwa evolusi, transformasi kimia, hingga sejarah sosial manusia tunduk pada prinsip yang sama: perubahan yang lahir dari pertentangan.

Pandangan ini menjadi dasar bagi materialisme dialektis, yang kelak diadopsi sebagai fondasi filosofis dalam pemikiran Marxian dan sosialisme ilmiah.

Materialisme Historis

Engels bersama Marx mengembangkan teori materialisme historis, yakni pandangan bahwa struktur ekonomi suatu masyarakat menentukan bentuk politik, hukum, dan kesadaran sosialnya.

In der Produktion ihres materiellen Lebens treten die Menschen in bestimmte, notwendige Verhältnisse ein, die unabhängig von ihrem Willen sind.
(Dalam produksi kehidupan material mereka, manusia memasuki hubungan-hubungan tertentu yang tidak bergantung pada kehendak mereka sendiri.) (Zur Kritik der Politischen Ökonomie, 1859, hlm. 8)

Menurut Engels, sejarah manusia bukanlah hasil ide atau moralitas abstrak, melainkan akibat dari dinamika kekuatan produktif dan hubungan produksi. Kesadaran manusia, agama, filsafat, dan hukum hanyalah superstruktur yang dibentuk oleh basis ekonomi.

Orang lain juga membaca :  Edward Caird

Namun, Engels menekankan bahwa hubungan ini bersifat dialektis — superstruktur juga dapat memengaruhi basis melalui perjuangan kelas dan perubahan ideologis. Dengan demikian, sejarah adalah arena dialektika antara struktur material dan kesadaran sosial.

Hubungan Manusia dan Alam

Dalam Dialectics of Nature, Engels memperingatkan bahwa eksploitasi alam tanpa batas akan menimbulkan konsekuensi ekologis yang serius:

Lassen wir uns aber nicht zu sehr von unseren Siegen über die Natur rühmen; für jeden solchen Sieg rächt sie sich an uns.
(Janganlah kita terlalu membanggakan kemenangan kita atas alam; untuk setiap kemenangan semacam itu, alam akan membalas kita.) (Dialektik der Natur, 1883, hlm. 179)

Engels menyadari bahwa manusia adalah bagian dari alam, bukan penguasanya. Pandangan ini menunjukkan dimensi ekologis dari materialisme Engels, jauh sebelum munculnya filsafat lingkungan modern. Ia menegaskan pentingnya kesadaran ekologis dan keseimbangan antara kegiatan manusia dan hukum alam.

Kritik terhadap Idealism

Engels menolak idealisme filosofis, terutama tradisi yang menempatkan kesadaran sebagai sumber utama realitas.

Das Sein bestimmt das Bewusstsein.
(Ada yang menentukan kesadaran.) (Ludwig Feuerbach und der Ausgang der klassischen deutschen Philosophie, 1886, hlm. 23)

Baginya, kesadaran bukanlah sesuatu yang terpisah dari tubuh atau dunia material, melainkan hasil dari praktik sosial dan kondisi kehidupan konkret manusia. Filsafat, oleh karena itu, harus berpijak pada realitas empiris dan produksi material, bukan spekulasi metafisik.

Dalam Konteks Lain

Filsafat Sosial dan Politik

Engels berkontribusi besar pada pengembangan teori sosialisme ilmiah, yakni pemahaman ilmiah tentang masyarakat berdasarkan hukum-hukum ekonomi dan dialektika. Dalam karya bersama Marx, The Communist Manifesto, ia menulis:

Die Geschichte aller bisherigen Gesellschaft ist die Geschichte von Klassenkämpfen.
(Sejarah dari semua masyarakat yang ada hingga kini adalah sejarah perjuangan kelas.) (Manifest der Kommunistischen Partei, 1848, hlm. 1)

Engels menolak utopia moral dan menggantinya dengan analisis ilmiah terhadap kondisi material masyarakat. Tujuan filsafat sosial baginya adalah emansipasi manusia melalui penghapusan kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi.

Orang lain juga membaca :  Ambedkarisme

Filsafat Sains dan Alam

Engels berusaha menunjukkan bahwa hukum dialektika juga berlaku di ranah ilmiah. Ia mengaitkan dialektika dengan teori evolusi Darwin dan perkembangan kimia modern, menegaskan bahwa perubahan kualitatif muncul dari akumulasi kuantitatif, sebagaimana hukum dialektika “perubahan kuantitas menjadi kualitas”.

Pemikirannya tentang hukum alam yang dinamis menempatkannya sebagai tokoh penting dalam perdebatan antara mekanisme dan vitalisme pada abad ke-19.

Kesimpulan

Friedrich Engels adalah filsuf yang menjembatani dunia antara filsafat, ekonomi politik, dan sains. Ia bukan hanya pelengkap Marx, tetapi seorang pemikir besar yang menegaskan pentingnya memahami dunia melalui hukum-hukum perubahan material.

Pemikiran Engels tentang dialektika, materialisme historis, dan hubungan manusia dengan alam tetap relevan hingga kini — terutama dalam memahami krisis sosial dan ekologis modern. Ia mengingatkan bahwa kebebasan sejati hanya bisa dicapai ketika manusia menyadari dirinya sebagai bagian dari alam dan masyarakat yang saling terkait secara dialektis.

FAQ

Apa perbedaan antara Marx dan Engels?

Marx lebih fokus pada teori ekonomi dan kapitalisme, sementara Engels memperluas analisis ke alam dan sains serta menekankan aspek metodologis dari dialektika.

Apa maksud dari materialisme historis menurut Engels?

Bahwa struktur ekonomi suatu masyarakat menentukan kesadaran sosial dan politiknya; sejarah berkembang melalui perubahan dalam basis material.

Mengapa Engels penting bagi filsafat ekologi?

Karena ia menegaskan bahwa manusia adalah bagian dari alam, dan setiap “kemenangan” terhadap alam akan menimbulkan konsekuensi yang membalas manusia.

Referensi

  • Engels, F. (1883). Dialektik der Natur. Berlin: Dietz Verlag.
  • Engels, F. (1845). The Condition of the Working Class in England. Leipzig: Otto Wigand.
  • Marx, K., & Engels, F. (1848). Manifest der Kommunistischen Partei. London: Workers’ Educational Association.
  • Engels, F. (1886). Ludwig Feuerbach und der Ausgang der klassischen deutschen Philosophie. Stuttgart: Dietz Verlag.
  • McLellan, D. (1973). Karl Marx: His Life and Thought. Macmillan.
  • Hunt, T. (2009). The Frock-Coated Communist: The Revolutionary Life of Friedrich Engels. Allen Lane.

Dukung berbagai Project Raymond Kelvin Nando kedepannya


Citation


Previous Article

Ludwig Feuerbach

Next Article

Isaiah Berlin