Fatahillah

Dipublikasikan: 17 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 23 Desember 2025

Raymond Kelvin NandoFatahillah adalah figur folklor historis Nusantara yang dikenal sebagai tokoh penakluk Sunda Kelapa dan peletak dasar kekuasaan Islam di wilayah pesisir Jawa bagian barat pada abad ke-16. Ia menempati posisi penting dalam ingatan kolektif masyarakat Indonesia sebagai pahlawan religius, pemimpin militer, dan simbol peralihan kekuasaan dari dominasi asing menuju kedaulatan lokal Islam. Dalam kajian folklor, Fatahillah dipahami sebagai legenda historis yang memadukan fakta sejarah, mitologisasi kepahlawanan, serta nilai moral dan religius yang diwariskan melalui tradisi lisan dan penulisan kronik.

Ringkasan Cerita Folklor Fatahillah

Folklor Fatahillah mengisahkan seorang tokoh Muslim yang dikenal dengan berbagai nama, seperti Falatehan, Sunan Gunung Jati muda, atau Fatahillah, yang berasal dari lingkungan keilmuan dan keagamaan Islam. Ia dikenal sebagai panglima perang Kesultanan Demak yang diberi tugas untuk merebut Sunda Kelapa dari kekuasaan Kerajaan Sunda yang bersekutu dengan Portugis.

Dengan strategi militer dan semangat jihad, Fatahillah memimpin pasukan Demak menyerang Sunda Kelapa pada tahun 1527. Setelah berhasil mengusir Portugis dan menaklukkan pelabuhan strategis tersebut, Fatahillah mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta, yang berarti “kemenangan yang sempurna”. Peristiwa ini dipandang sebagai tonggak penting dalam sejarah Islamisasi dan pembentukan identitas politik baru di wilayah tersebut.

Dalam tradisi folklor, kemenangan Fatahillah tidak hanya digambarkan sebagai keberhasilan militer, tetapi juga sebagai kemenangan spiritual atas kekuatan asing dan ketidakadilan. Ia kemudian dikenang sebagai pemimpin bijaksana yang menegakkan keadilan, menyebarkan Islam, dan membangun tatanan sosial baru yang berlandaskan nilai religius.

Orang lain juga membaca :  Danau Toba

Kategori Folklor Fatahillah

Folklor Fatahillah termasuk dalam kategori legenda, khususnya legenda historis dan kepahlawanan. Dalam klasifikasi folklor, kisah ini dapat dikelompokkan sebagai:

  • Legenda kepahlawanan Islam Nusantara
  • Legenda sejarah politik dan militer
  • Folklor religius dan legitimasi kekuasaan

Sebagai legenda, cerita Fatahillah memiliki dasar historis yang kuat, namun mengalami pengayaan simbolik dan moral melalui tradisi lisan.

Latar dan Konteks Budaya Folklor Fatahillah

Folklor Fatahillah berkembang dalam konteks peralihan besar Nusantara pada abad ke-16, ketika kekuatan Islam mulai menggantikan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha dan menghadapi penetrasi kolonial Eropa. Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi pusat ekonomi dan politik strategis, sehingga penaklukannya memiliki makna simbolik dan praktis yang besar.

Dalam budaya Jawa dan Betawi, Fatahillah dipandang sebagai tokoh pemersatu yang menandai lahirnya tatanan baru berbasis Islam. Kisahnya hidup dalam penamaan tempat, tradisi lokal, dan narasi sejarah rakyat Jakarta. Ia juga mencerminkan pandangan kosmologis bahwa kemenangan sejati tidak hanya ditentukan oleh kekuatan senjata, tetapi juga oleh legitimasi moral dan spiritual.

Tokoh-Tokoh Utama Folklor Fatahillah

  • Fatahillah — Panglima dan tokoh utama, simbol kepahlawanan dan kemenangan spiritual.
  • Sultan Trenggana — Penguasa Demak yang memberi mandat penaklukan.
  • Pasukan Demak — Representasi kekuatan kolektif dan solidaritas umat.
  • Penguasa Sunda Kelapa — Simbol kekuasaan lama yang runtuh.
  • Portugis — Representasi kekuatan asing dan kolonialisme awal.

Makna dan Fungsi Folklor Fatahillah

Folklor Fatahillah memiliki makna dan fungsi penting dalam tradisi budaya dan sejarah Indonesia, antara lain:

  • Media pendidikan sejarah dan kepahlawanan Islam Nusantara
  • Legitimasi simbolik atas lahirnya Jayakarta
  • Narasi perlawanan terhadap dominasi asing
  • Penguatan identitas religius dan nasional

Simbol dan Unsur Penting

  • Penaklukan Sunda Kelapa — Simbol kemenangan politik dan spiritual.
  • Nama Jayakarta — Lambang kejayaan dan awal tatanan baru.
  • Perang melawan Portugis — Representasi perlawanan terhadap kolonialisme.
  • Kepemimpinan religius — Simbol legitimasi moral kekuasaan.
Orang lain juga membaca :  Gatotkaca

Referensi

  • Reid, A. (1993). Southeast Asia in the Age of Commerce, 1450–1680. New Haven: Yale University Press.
  • Ricklefs, M. C. (2008). A History of Modern Indonesia since c.1200. Stanford: Stanford University Press.
  • Lombard, D. (1996). Nusa Jawa: Silang Budaya. Paris: École Française d’Extrême-Orient.
  • Danandjaja, J. (2007). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
  • Dundes, A. (1980). Interpreting Folklore. Bloomington: Indiana University Press.
  • Finnegan, R. (2012). Oral Literature in Africa. Cambridge: Open Book Publishers.

FAQ

Siapakah Fatahillah?

Fatahillah adalah seorang tokoh sejarah Nusantara yang dikenal sebagai pemimpin militer dan ulama pada abad ke-16. Ia berperan penting dalam penaklukan Sunda Kelapa dari kekuasaan Portugis, yang kemudian berganti nama menjadi Jayakarta dan kelak berkembang menjadi Jakarta.

Apa peran Fatahillah dalam sejarah Indonesia?

Fatahillah berperan sebagai panglima Kesultanan Demak yang memimpin ekspedisi militer untuk mengusir Portugis dari Sunda Kelapa pada tahun 1527. Kemenangannya menandai pengaruh Islam yang semakin kuat di wilayah Jawa bagian barat dan menjadi tonggak penting dalam sejarah Jakarta.

Mengapa Fatahillah dianggap tokoh penting dalam sejarah nasional?

Fatahillah dianggap penting karena jasanya dalam mempertahankan wilayah Nusantara dari kekuatan kolonial Eropa. Selain sebagai tokoh militer, ia juga dikenal sebagai penyebar Islam dan simbol perlawanan terhadap penjajahan pada masa awal kedatangan bangsa Barat.

Citation

Previous Article

Faust

Next Article

Gatotkaca

Citation copied!