Etnonasionalisme

Raymond Kelvin Nando — Etnonasionalisme merupakan ideologi politik yang menegaskan bahwa identitas nasional harus dibangun berdasarkan kesamaan etnis, budaya, dan asal-usul sejarah, bukan sekadar kewarganegaraan hukum. Ideologi ini berasumsi bahwa bangsa (nation) adalah perpanjangan alami dari komunitas etnis (ethnos), sehingga negara ideal adalah negara yang homogen secara etnis. Etnonasionalisme sering kali menjadi kekuatan pendorong pembentukan negara-bangsa modern, namun juga dapat melahirkan konflik, diskriminasi, dan separatisme.

Pengertian Etnonasionalisme

Etnonasionalisme dapat didefinisikan sebagai paham yang menempatkan kesetiaan utama individu kepada kelompok etnisnya, yang dianggap sebagai dasar legitimasi politik dan sumber utama identitas nasional.

Gagasan ini berakar pada konsep self-determination (penentuan nasib sendiri) yang berkembang sejak abad ke-19, tetapi memusatkan perhatian pada hak-hak etnis tertentu untuk memiliki negara mereka sendiri.

“A nation is a soul, a spiritual principle… the possession in common of a rich legacy of memories.”
— Ernest Renan, What Is a Nation?, p. 19

Renan menolak pandangan biologis tentang bangsa, tetapi teksnya kemudian sering ditafsirkan ulang oleh etnonasionalis untuk menegaskan pentingnya “warisan budaya bersama.”

Tokoh Etnonasionalisme

Beberapa tokoh penting yang berkontribusi terhadap pembentukan ideologi ini berasal dari berbagai konteks sejarah:

  • Johann Gottfried Herder, filsuf Jerman yang menekankan pentingnya Volksgeist — roh rakyat yang khas bagi setiap bangsa.
  • Ernest Renan, pemikir Prancis yang menyoroti dimensi historis dan emosional bangsa.
  • Anthony D. Smith, sosiolog modern yang mengembangkan teori ethno-symbolism sebagai dasar etnonasionalisme kontemporer.
  • Walker Connor, yang memperkenalkan istilah ethnonationalism secara sistematis dalam kajian politik modern.

“Ethnonationalism is the emotional attachment to one’s ethnic group as the primary object of political loyalty.”
— Walker Connor, Ethnonationalism: The Quest for Understanding, p. 5

Prinsip dan Gagasan Utama Etnonasionalisme

Identitas Etnis sebagai Dasar Bangsa

Etnonasionalisme memandang bahwa bangsa sejati hanya dapat lahir dari kesamaan etnis, bahasa, dan budaya.

“Every nation has its center of happiness within itself, as every sphere has its center of gravity.”
Johann Gottfried Herder, Ideas for the Philosophy of History of Humanity, p. 487

Dalam pandangan ini, pluralitas budaya dalam satu negara dianggap sebagai ancaman terhadap kesatuan nasional.

Orang lain juga membaca :  Eko-Sosialisme

Hak Penentuan Nasib Sendiri

Salah satu gagasan pokok etnonasionalisme adalah hak kelompok etnis untuk menentukan nasibnya sendiri — termasuk mendirikan negara atau memisahkan diri dari negara lain.

“Each nation has the right to exist and to govern itself according to its own genius.”
— Giuseppe Mazzini, The Duties of Man, p. 98

Konsep ini sering menjadi dasar bagi gerakan separatis di berbagai wilayah dunia, seperti Kurdistan, Catalonia, atau Chechnya.

Eksklusivitas dan Homogenitas Sosial

Etnonasionalisme cenderung menolak multikulturalisme dan kosmopolitanisme, karena dianggap mengancam identitas etnis.

“To mix peoples is to destroy nations.”
— Maurice Barrès, The Faith of France, p. 62

Dalam bentuk ekstrem, pandangan ini dapat bergeser menuju etnosentrisme, diskriminasi, atau bahkan pembersihan etnis.

Simbolisme Budaya dan Sejarah

Etnonasionalisme mengandalkan mitos, simbol, dan narasi sejarah bersama untuk mengukuhkan identitas kolektif.

“Myths, memories, values, and symbols are the essential foundations of national identity.”
Anthony D. Smith, The Ethnic Origins of Nations, p. 13

Simbolisme ini sering digunakan untuk membangkitkan solidaritas internal, terutama di masa krisis politik atau sosial.

FAQ

Apakah etnonasionalisme sama dengan nasionalisme biasa?

Apakah etnonasionalisme sama dengan nasionalisme biasa?
Tidak. Nasionalisme umum menekankan identitas politik bersama warga negara, sedangkan etnonasionalisme mendasarkan identitas nasional pada kesamaan etnis atau budaya.

Apakah etnonasionalisme selalu negatif?

Tidak selalu. Dalam konteks kolonialisme, etnonasionalisme pernah menjadi alat pembebasan nasional. Namun, dalam masyarakat multietnis, ideologi ini berpotensi memecah belah.

Apakah etnonasionalisme masih relevan hari ini?

Ya. Banyak gerakan politik kontemporer masih menggunakan narasi etnonasionalis untuk memperjuangkan otonomi atau menolak globalisasi dan imigrasi.

Referensi

  • Herder, J. G. (1800). Ideas for the Philosophy of History of Humanity. Stuttgart: Cotta Verlag.
  • Renan, E. (1882). What Is a Nation? Paris: Calmann Lévy.
  • Mazzini, G. (1862). The Duties of Man. London: Chapman and Hall.
  • Smith, A. D. (1986). The Ethnic Origins of Nations. Oxford: Blackwell.
  • Connor, W. (1994). Ethnonationalism: The Quest for Understanding. Princeton: Princeton University Press.
  • Barrès, M. (1915). The Faith of France. New York: Dodd, Mead & Company.
Orang lain juga membaca :  Anarko-Feminisme

Dukung berbagai Project Raymond Kelvin Nando kedepannya


Citation


Previous Article

Etnofasisme

Next Article

Anthony D. Smith