Errico Malatesta

Raymond Kelvin Nando — Errico Malatesta adalah seorang filsuf politik, aktivis revolusioner, dan teoretikus utama anarkisme Italia yang memainkan peran penting dalam pembentukan anarkisme komunis pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Ia dikenal sebagai tokoh yang berupaya menggabungkan antara idealisme moral anarkis dan pragmatisme organisasi revolusioner, menjadikannya salah satu pemikir paling berpengaruh dalam tradisi libertarian sosialisme.

Biografi Errico Malatesta

Errico Malatesta lahir pada 4 Desember 1853 di Santa Maria Capua Vetere, Italia, dari keluarga menengah yang terdidik. Ia menempuh studi di Universitas Napoli untuk menjadi insinyur, namun segera meninggalkan jalur akademik setelah terlibat dalam gerakan republik dan sosialis yang menentang monarki Italia.

Pada usia muda, Malatesta berkenalan dengan Mikhail Bakunin dan Carlo Cafiero, dua tokoh yang sangat memengaruhi pemikirannya. Ia kemudian menjadi anggota aktif dalam Internasionale Pertama, bergabung dengan faksi anti-otoritarian yang menolak Marxisme politik.

Malatesta menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam pengasingan, berpindah antara Italia, Inggris, Swiss, dan Amerika Selatan karena aktivitas revolusionernya. Ia menulis banyak karya penting seperti Fra Contadini (Antara Kaum Tani), Anarchy, dan Volontà yang menjadi rujukan teoretis bagi kaum anarkis di seluruh dunia.

Ia meninggal dunia pada 22 Juli 1932 di Roma, dalam kondisi pengawasan ketat rezim fasis Benito Mussolini. Warisannya tetap hidup sebagai simbol anarkisme yang rasional, humanis, dan revolusioner.

Orang lain juga membaca :  Giordano Bruno

Konsep-Konsep Utama

Komunisme Anarkis (Anarchist Communism)

Malatesta adalah salah satu arsitek utama komunisme anarkis, yang menolak segala bentuk hierarki, baik ekonomi maupun politik. Dalam pandangannya, masyarakat bebas hanya dapat dibangun melalui kerja sama sukarela dan kepemilikan bersama atas alat produksi.

From each according to his ability, to each according to his needs. (Anarchy, 1891, hlm. 16)

Kutipan ini menunjukkan keyakinan Malatesta bahwa kebebasan dan kesetaraan sosial hanya dapat dicapai melalui pembagian kekayaan secara adil berdasarkan kebutuhan, bukan kekuasaan atau upah.

Ia menganggap bahwa komunisme anarkis bukan utopia, melainkan hasil logis dari solidaritas dan keadilan sosial yang tumbuh secara alami dalam masyarakat bebas.

Praktik Revolusioner (Revolutionary Practice)

Bagi Malatesta, teori tanpa tindakan adalah kosong, dan tindakan tanpa teori adalah buta. Oleh karena itu, ia menekankan aksi langsung (direct action) dan organisasi horizontal sebagai sarana untuk menggulingkan kekuasaan negara serta menciptakan tatanan baru.

The revolution is not the future destruction of the State, but the immediate construction of a new society. (Volontà, 1913, hlm. 42)

Pernyataan ini menunjukkan bahwa revolusi bukanlah momen tunggal perebutan kekuasaan, melainkan proses terus-menerus membangun masyarakat alternatif dari bawah. Malatesta percaya pada perubahan evolusioner melalui tindakan kolektif, bukan diktator revolusioner.

Etika Anti-Otoritarian (Anti-Authoritarian Ethics)

Malatesta menolak segala bentuk kekuasaan, bahkan yang mengatasnamakan rakyat. Ia berpendapat bahwa kekuasaan, meski digunakan untuk tujuan baik, akan selalu korup.

Power corrupts even those who fight for freedom. (Anarchy, 1891, hlm. 23)

Etika politiknya didasarkan pada keyakinan bahwa tujuan tidak pernah membenarkan cara, dan kebebasan harus dijaga bahkan di tengah revolusi.

Ia mengusulkan masyarakat yang diorganisasi berdasarkan kerja sama, kebebasan individu, dan solidaritas sosial, di mana keputusan dibuat melalui konsensus, bukan paksaan.

Orang lain juga membaca :  Slavoj Žižek

Pendidikan dan Pengembangan Moral (Education and Moral Development)

Malatesta menilai bahwa pendidikan adalah syarat dasar bagi emansipasi manusia. Ia mendukung pendidikan bebas yang mendorong nalar kritis dan rasa tanggung jawab sosial.

Education should not create obedient citizens, but free men. (Fra Contadini, 1884, hlm. 37)

Dengan demikian, bagi Malatesta, revolusi sejati dimulai dari perubahan kesadaran manusia, bukan hanya perubahan struktur politik.

Dalam Konteks Lain

Anarkisme Italia dan Internasional

Malatesta memainkan peran kunci dalam menyebarkan anarkisme di Italia dan Eropa, serta dalam Internasionale Anti-Otoritarian setelah perpecahan dengan kaum Marxis. Ia mendirikan surat kabar Umanità Nova di Roma dan menggunakan tulisan-tulisannya untuk menyatukan berbagai faksi anarkis di bawah prinsip federalisme bebas dan kerja sama ekonomi.

The emancipation of the workers must be the work of the workers themselves. (Umanità Nova, 1920)

Semboyan ini mencerminkan keyakinannya bahwa pembebasan sosial tidak dapat diberikan oleh elite atau partai politik, tetapi hanya bisa dicapai oleh rakyat melalui organisasi mandiri.

Hubungan dengan Gerakan Sosial Modern

Pemikiran Malatesta memberikan fondasi bagi banyak gerakan anarkis dan libertarian sosialis abad ke-20, termasuk gerakan pekerja otonom di Spanyol, Argentina, dan Inggris.

Ia menolak dogmatisme, menganggap anarkisme bukan sebagai sistem tertutup, melainkan etika hidup yang terbuka terhadap perubahan sosial. Pemikirannya memengaruhi tokoh-tokoh seperti Rudolf Rocker, Emma Goldman, dan Colin Ward.

Kesimpulan

Errico Malatesta adalah sosok anarkis yang berpikir sistematis namun tetap humanis, yang menolak kekerasan otoritas sekaligus menolak kemalasan intelektual. Ia melihat anarkisme sebagai proyek moral dan sosial, bukan sekadar ide politik.

Melalui kehidupan panjangnya sebagai pengasing, jurnalis, dan revolusioner, Malatesta menunjukkan bahwa kebebasan bukan hadiah dari kekuasaan, melainkan hasil perjuangan sadar manusia untuk hidup tanpa dominasi.

Orang lain juga membaca :  Epicurus

Pemikirannya tetap menjadi dasar bagi filsafat anarkisme modern, yang menekankan kesetaraan, kebebasan, dan tanggung jawab kolektif.

FAQ

Apa inti dari komunisme anarkis menurut Malatesta?

Komunisme anarkis adalah sistem sosial di mana semua alat produksi dimiliki bersama dan hasil kerja didistribusikan berdasarkan kebutuhan, bukan kekuasaan.

Bagaimana Malatesta memandang revolusi?

Ia melihat revolusi sebagai proses konstruktif yang membangun masyarakat baru berdasarkan kerja sama, bukan perebutan kekuasaan negara.

Apa peran pendidikan dalam pemikiran Malatesta?

Pendidikan merupakan alat utama untuk membebaskan manusia dari ketundukan dan ketidaktahuan, menciptakan individu yang berpikir bebas dan bertanggung jawab.

Referensi

  • Malatesta, E. (1891). Anarchy. London: Freedom Press.
  • Malatesta, E. (1884). Fra Contadini. Napoli: Tipografia Sociale.
  • Malatesta, E. (1913). Volontà. Ancona: Federazione Italiana degli Anarchici.
  • Nettlau, M. (1927). A Short History of Anarchism. London: Freedom Press.
  • Marshall, P. (1992). Demanding the Impossible: A History of Anarchism. HarperCollins.
  • Woodcock, G. (1962). Anarchism: A History of Libertarian Ideas and Movements. New York: Meridian Books.

Dukung berbagai Project Raymond Kelvin Nando kedepannya


Citation


Previous Article

Carlo Cafiero

Next Article

Historisisme

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *