Ernst Mach

Dipublikasikan: 17 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 5 Januari 2026

Raymond Kelvin Nando — Ernst Mach adalah filsuf dan ilmuwan Austria abad ke-19 yang memainkan peran penting dalam perkembangan empirisme modern, filsafat ilmu, dan dasar-dasar epistemologis fisika. Ia dikenal karena kritik radikalnya terhadap metafisika, pembelaannya atas empirisme fenomenalis, serta pengaruh besarnya terhadap lahirnya positivisme logis dan teori relativitas. Pemikiran Mach menempati posisi peralihan antara filsafat dan sains, dengan penekanan kuat pada pengalaman inderawi sebagai satu-satunya landasan sah bagi pengetahuan ilmiah.

Biografi Ernst Mach

Ernst Mach lahir pada tahun 1838 di Chirlitz, Moravia, yang saat itu merupakan bagian dari Kekaisaran Austria. Ia menempuh pendidikan dalam bidang matematika dan fisika di Universitas Wina, sebelum kemudian mengajar sebagai profesor fisika eksperimental di Praha dan selanjutnya filsafat induktif di Universitas Wina. Latar belakangnya sebagai ilmuwan eksperimental sangat memengaruhi orientasi filosofisnya, yang selalu berangkat dari praktik ilmiah konkret.

Mach hidup dalam periode transformasi besar dalam sains modern, ketika mekanika klasik Newton mulai dipertanyakan dan ilmu pengetahuan semakin terspesialisasi. Ia terlibat aktif dalam perdebatan tentang dasar-dasar mekanika, psikologi persepsi, dan metodologi ilmiah. Di masa tuanya, Mach mengalami stroke yang membatasi aktivitasnya, namun gagasan-gagasannya tetap berpengaruh luas hingga abad ke-20.

Pemikiran Ernst Mach

Empirisme Fenomenalis

Inti filsafat Mach adalah empirisme fenomenalis, yaitu pandangan bahwa semua pengetahuan harus berakar pada pengalaman inderawi langsung. Menurut Mach, konsep-konsep ilmiah bukanlah representasi realitas metafisis yang tersembunyi, melainkan ringkasan ekonomis dari pengalaman. Ia menolak asumsi bahwa sains bertujuan mengungkap “hakikat terdalam” dunia, dan menggantinya dengan tujuan praktis: mengorganisasi pengalaman secara paling efisien.

Orang lain juga membaca :  Max Horkheimer

Dengan pendekatan ini, Mach berusaha membersihkan sains dari spekulasi metafisis yang tidak dapat diverifikasi melalui pengalaman.

Kritik terhadap Metafisika

Mach secara konsisten mengkritik metafisika, terutama konsep-konsep yang tidak memiliki rujukan empiris jelas. Ia menolak gagasan tentang substansi, sebab-akibat metafisis, dan entitas abstrak yang tidak dapat direduksi ke pengalaman.

Kritik ini tidak dimaksudkan sebagai penolakan terhadap sains, melainkan sebagai upaya untuk menjadikannya lebih ketat dan bebas dari asumsi tidak perlu.

Elemen Pengalaman

Menurut Mach, dunia tersusun dari “elemen-elemen” pengalaman yang netral, yang tidak secara inheren bersifat mental maupun fisik. Perbedaan antara subjek dan objek, pikiran dan dunia, muncul dari cara kita mengorganisasi pengalaman, bukan dari struktur realitas itu sendiri.

Pandangan ini sering dipahami sebagai bentuk monisme netral, yang berusaha melampaui dualisme tradisional.

Prinsip Ekonomi Pikiran

Mach memperkenalkan prinsip ekonomi pikiran, yaitu gagasan bahwa teori ilmiah harus dipilih berdasarkan kesederhanaan dan efisiensi dalam mengorganisasi pengalaman. Hukum-hukum ilmiah bukan deskripsi mutlak realitas, melainkan alat kognitif yang membantu manusia bernavigasi dalam dunia pengalaman.

Prinsip ini menjadi salah satu inspirasi bagi filsafat sains abad ke-20, terutama dalam positivisme logis.

Kritik terhadap Mekanika Newton

Salah satu kontribusi Mach yang paling terkenal adalah kritiknya terhadap konsep ruang dan waktu absolut dalam mekanika Newton. Ia menolak gagasan bahwa gerak dapat didefinisikan relatif terhadap ruang absolut, dan menekankan pentingnya hubungan antara benda-benda material.

Kritik ini kemudian dikenal sebagai “prinsip Mach”, yang memberikan pengaruh penting terhadap pemikiran Albert Einstein dalam pengembangan teori relativitas.

Psikologi Persepsi

Mach juga memberikan kontribusi signifikan dalam psikologi persepsi, terutama melalui analisis pengalaman visual dan pendengaran. Ia meneliti bagaimana persepsi terbentuk dari hubungan antara elemen-elemen sensorik, bukan dari objek eksternal yang diasumsikan ada secara mandiri.

Orang lain juga membaca :  Maimonides

Penelitiannya tentang sensasi gerak dan keseimbangan berpengaruh dalam fisiologi dan psikologi eksperimental.

Ilmu Pengetahuan sebagai Produk Historis

Mach memandang sains sebagai produk sejarah manusia, bukan sebagai sistem kebenaran abadi. Konsep dan teori ilmiah berkembang seiring perubahan pengalaman dan kebutuhan praktis manusia.

Dengan demikian, ia menolak pandangan dogmatis tentang sains dan menekankan sifat sementara serta revisibel dari semua teori ilmiah.

Pengaruh dan Warisan

Pemikiran Mach memiliki pengaruh besar terhadap Lingkaran Wina dan positivisme logis, meskipun beberapa tokoh positivis kemudian mengkritiknya. Ia juga berperan penting dalam membentuk iklim intelektual yang memungkinkan munculnya filsafat analitik dan filsafat sains modern.

Meskipun pandangannya tentang realitas sering diperdebatkan, kontribusi Mach terhadap metodologi ilmiah tetap dianggap fundamental.

Karya Ernst Mach

  • The Science of Mechanics
  • Analysis of Sensations
  • Knowledge and Error
  • Popular Scientific Lectures
  • The Principles of Physical Optics

Referensi

  • Mach, E. (1960). The science of mechanics. La Salle, IL: Open Court.
  • Mach, E. (1959). The analysis of sensations. New York: Dover Publications.
  • Mach, E. (1976). Knowledge and error. Dordrecht: Reidel.
  • Blackmore, J. T. (1972). Ernst Mach: His work, life, and influence. Berkeley: University of California Press.
  • Feyerabend, P. (1981). Realism, rationalism and scientific method. Cambridge: Cambridge University Press.

FAQ

Siapakah Ernst Mach?

Ernst Mach adalah seorang fisikawan dan filsuf asal Austria yang hidup pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Ia dikenal atas kontribusinya dalam fisika, filsafat ilmu, dan empirisme, serta pengaruhnya terhadap perkembangan pemikiran ilmiah modern.

Mengapa pemikiran Ernst Mach penting dalam sejarah sains?

Pemikiran Ernst Mach penting karena memengaruhi perkembangan positivisme dan filsafat sains abad ke-20. Pandangannya juga memberi dampak besar pada tokoh-tokoh ilmuwan dan filsuf selanjutnya, termasuk dalam diskusi tentang relativitas, metodologi ilmiah, dan batas-batas pengetahuan manusia.

Citation

Previous Article

Henry David Thoreau

Next Article

Claude Lévi-Strauss

Citation copied!