Ensiklopedia Folklor

Dipublikasikan: 17 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 26 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Folklor merupakan salah satu wujud paling mendasar dari kebudayaan manusia. Ia hadir dalam cerita yang dituturkan dari mulut ke mulut, dalam ritus yang dijalankan secara berulang, dalam simbol-simbol yang dilekatkan pada benda, tempat, maupun tindakan, serta dalam pengetahuan kolektif yang diwariskan lintas generasi. Melalui folklor, suatu masyarakat menyimpan ingatan, meneguhkan identitas, dan merumuskan cara memahami dunia.

Pengantar

Ensiklopedia Folklor ini disusun sebagai upaya pendokumentasian dan pemetaan berbagai bentuk folklor yang hidup di tengah masyarakat. Folklor tidak dipahami semata-mata sebagai peninggalan masa lalu, melainkan sebagai sistem budaya yang dinamis—terus berubah, beradaptasi, dan berinteraksi dengan konteks sosial, politik, ekonomi, dan teknologi zamannya.

Dalam kajian antropologi dan folkloristik, folklor mencakup tradisi lisan, folklor sebagian lisan, serta folklor bukan lisan. Di dalamnya termasuk mitos, legenda, dongeng, peribahasa, mantra, upacara adat, permainan rakyat, kepercayaan tradisional, kesenian rakyat, hingga artefak budaya. Setiap entri dalam ensiklopedia ini berupaya tidak hanya menjelaskan bentuk dan isi folklor, tetapi juga fungsi sosial, makna simbolik, serta konteks budaya yang melingkupinya.

Ensiklopedia ini disusun dengan pendekatan interdisipliner, memadukan perspektif antropologi, folkloristik, linguistik, sejarah, dan kajian budaya. Pendekatan tersebut dipilih untuk menghindari pemahaman folklor yang sempit dan ahistoris, sekaligus menempatkan folklor sebagai bagian integral dari kehidupan sosial masyarakat pendukungnya.

Selain berfungsi sebagai sumber referensi akademik, Ensiklopedia Folklor ini juga ditujukan bagi pembaca umum yang memiliki minat terhadap kebudayaan. Bahasa yang digunakan diupayakan tetap ilmiah namun komunikatif, sehingga dapat menjembatani kebutuhan dunia akademik dan kepentingan literasi budaya yang lebih luas.

Akhirnya, ensiklopedia ini diharapkan dapat menjadi ruang ingatan kolektif—tempat berbagai ekspresi folklor didokumentasikan, dipahami, dan dihargai. Dengan demikian, folklor tidak hanya dilestarikan sebagai warisan budaya, tetapi juga dimaknai sebagai pengetahuan hidup yang terus membentuk cara manusia menafsirkan dirinya dan dunianya.

Referensi

  • Dundes, A. (Ed.). (1999). International folklore: An encyclopedia. ABC-CLIO.
  • Green, T. A. (Ed.). (1997). Folklore: An encyclopedia of beliefs, customs, tales, music, and art. ABC-CLIO.
  • Jones, S. (Ed.). (2000). Encyclopedia of folklore and literature. ABC-CLIO.
  • Brunvand, J. H. (2006). Encyclopedia of urban legends. W. W. Norton & Company.
  • Thompson, S. (1955–1958). Motif-index of folk-literature (Rev. ed.). Indiana University Press.
  • Leach, M. (Ed.). (1972). Standard dictionary of folklore, mythology, and legend. Funk & Wagnalls.
  • Bane, T. (2013). Encyclopedia of folklore and mythology. McFarland & Company.
  • Haase, D. (Ed.). (2008). The Greenwood encyclopedia of folktales and fairy tales. Greenwood Press.
  • Ashliman, D. L. (2014). Folk and fairy tales: A handbook. Greenwood Press.
  • Sims, M. C., & Stephens, M. (2011). Living folklore: An introduction to the study of people and their traditions. Utah State University Press.
  • Finnegan, R. (2012). Oral literature in Africa. Open Book Publishers.
  • Danandjaja, J. (2007). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. Pustaka Utama Grafiti.
  • Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
  • Endraswara, S. (2013). Folklor Nusantara: Hakikat, bentuk, dan fungsi. Ombak.
  • Ratna, N. K. (2011). Antropologi sastra: Peranan unsur-unsur kebudayaan dalam proses kreatif. Pustaka Pelajar.
  • Pudentia, M. P. S. S. (2015). Metodologi kajian tradisi lisan. Yayasan Obor Indonesia.
  • Hutomo, S. S. (1991). Mutiara yang terlupakan: Pengantar studi sastra lisan. HISKI Jawa Timur.
  • Vansina, J. (1985). Oral tradition as history. University of Wisconsin Press.
  • Bascom, W. R. (1965). The forms of folklore: Prose narratives. Journal of American Folklore, 78(307), 3–20.
  • Honko, L. (Ed.). (1998). Theoretical milestones: Selected writings of Lauri Honko. Academia Scientiarum Fennica.
Orang lain juga membaca :  Ensiklopedia Teologi & Kepercayaan

FAQ

Apa yang dimaksud dengan ensiklopedia folklor?

Ensiklopedia folklor adalah kumpulan pengetahuan yang memuat berbagai cerita rakyat, mitos, legenda, epos, dan tradisi lisan dari beragam budaya. Isinya disusun secara informatif untuk menjelaskan asal-usul, tokoh, makna, serta konteks budaya dari setiap folklor.

Apa saja yang biasanya dibahas dalam ensiklopedia folklor?

Ensiklopedia folklor biasanya membahas cerita rakyat, tokoh mitologis, dewa-dewi, pahlawan legendaris, makhluk gaib, hingga upacara dan kepercayaan tradisional. Selain ringkasan cerita, ensiklopedia ini juga sering memuat pesan moral, simbolisme, dan pengaruh folklor dalam budaya masyarakat.

Mengapa ensiklopedia folklor penting bagi masyarakat?

Ensiklopedia folklor penting karena membantu melestarikan warisan budaya dan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun. Selain sebagai sumber pengetahuan, ensiklopedia ini juga berperan dalam pendidikan, penelitian budaya, serta memperkuat pemahaman tentang keberagaman budaya dunia.

Citation

Previous Article

Aji Saka

Next Article

Atlantis

Citation copied!