Elitisme

Raymond Kelvin Nando — Elitisme merupakan ideologi dan teori sosial yang menekankan bahwa sekelompok kecil individu dengan kemampuan, kekayaan, atau pengaruh tertentu secara alami layak memegang kekuasaan dalam masyarakat. Ideologi ini berangkat dari pandangan bahwa pemerintahan oleh banyak orang (demokrasi murni) sering kali tidak efisien dan rentan terhadap ketidaktahuan massa, sehingga diperlukan “kaum elite” yang lebih rasional dan kompeten untuk mengarahkan kehidupan sosial dan politik.

Pengertian Elitisme

Elitisme dapat didefinisikan sebagai pandangan politik dan sosial yang menilai bahwa kekuasaan dan pengambilan keputusan sebaiknya dipegang oleh minoritas yang unggul secara intelektual, moral, atau ekonomi.

Konsep ini berkembang pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 sebagai tanggapan terhadap gagasan demokrasi liberal. Para pemikir seperti Vilfredo Pareto, Gaetano Mosca, dan Robert Michels menjadi tokoh sentral dalam teori elit klasik yang menyoroti bahwa setiap masyarakat, betapapun demokratisnya, pada akhirnya akan dikendalikan oleh minoritas penguasa.

“History is the graveyard of aristocracies.”
— Vilfredo Pareto, The Mind and Society, p. 1421

Pareto mengemukakan konsep circulation of elites, yakni bahwa dalam setiap masyarakat selalu ada pergantian kelompok elite, namun struktur kekuasaan yang dikendalikan oleh minoritas tetap bertahan.

“In all societies, two classes of people appear — a class that rules and a class that is ruled.”
— Gaetano Mosca, The Ruling Class, p. 50

Mosca memperkenalkan gagasan political class, yakni kelompok kecil yang secara efektif mengendalikan institusi politik melalui organisasi, sumber daya, dan keahlian.

Orang lain juga membaca :  Awoisme

Tokoh Elitisme

Tokoh-tokoh utama dalam teori dan ideologi elitisme meliputi Vilfredo Pareto, Gaetano Mosca, Robert Michels, dan C. Wright Mills.

“It is organization which gives birth to the dominion of the elected over the electors.”
— Robert Michels, Political Parties, p. 365

Michels mengemukakan iron law of oligarchy — hukum besi oligarki — yang menyatakan bahwa semua organisasi, termasuk partai demokratis sekalipun, pada akhirnya akan dikuasai oleh elite internal.

Sementara itu, C. Wright Mills memperluas analisis elitisme ke dalam konteks Amerika modern melalui gagasan power elite.

“The power elite occupy the command posts of the dominant institutions: the military, the corporate, and the political.”
— C. Wright Mills, The Power Elite, p. 4

Ia berpendapat bahwa kekuasaan di masyarakat industri modern terkonsentrasi di tangan segelintir individu yang menguasai politik, ekonomi, dan militer secara simultan.

Prinsip dan Gagasan Utama Elitisme

Teori Sirkulasi Elite

Pareto menegaskan bahwa setiap masyarakat selalu terdiri dari elite dan non-elite. Namun, agar sistem tetap stabil, harus ada sirkulasi — pergantian elite lama oleh elite baru.

“History is a graveyard of aristocracies, but the graveyard is always full.”
— Vilfredo Pareto, The Mind and Society, p. 1421

Sirkulasi ini dapat terjadi melalui revolusi, reformasi, atau mekanisme adaptasi politik. Namun, Pareto berargumen bahwa struktur dasar kekuasaan selalu tetap: minoritas mengatur mayoritas.

Kelas Penguasa dan Organisasi Kekuasaan

Gaetano Mosca menyatakan bahwa kekuasaan selalu terorganisasi — dan organisasi inilah yang menciptakan dominasi elite atas massa.

“The power of the minority is based upon organization; the power of the majority is based upon numbers, which are useless without organization.”
— Gaetano Mosca, The Ruling Class, p. 52

Dalam kerangka ini, masyarakat demokratis tetap memerlukan elite terdidik untuk menjalankan pemerintahan, karena massa tidak dapat mengatur dirinya secara langsung tanpa struktur kepemimpinan.

Orang lain juga membaca :  Anarkisme-Mutualisme

Hukum Besi Oligarki

Robert Michels menilai bahwa setiap organisasi politik, seiring pertumbuhannya, cenderung menghasilkan oligarki — segelintir elite yang mengendalikan keputusan.

“Who says organization, says oligarchy.”
— Robert Michels, Political Parties, p. 370

Fenomena ini tidak hanya terjadi di sistem otoriter, tetapi juga di partai-partai demokratis, serikat pekerja, dan lembaga sosial modern.

Elite Kekuasaan Modern

C. Wright Mills memperkenalkan analisis sosiologis terhadap power elite, yaitu kelompok kecil yang memegang posisi strategis dalam struktur ekonomi, militer, dan politik.

“They are in positions to make decisions having major consequences.”
— C. Wright Mills, The Power Elite, p. 5

Dalam pandangan Mills, elite modern membentuk jaringan saling menguntungkan yang menentukan arah kebijakan publik dan membatasi ruang gerak demokrasi sejati.

FAQ

Apakah elitisme bertentangan dengan demokrasi?

Sebagian besar teori elitisme bersifat kritis terhadap demokrasi langsung, tetapi tidak selalu menolaknya. Beberapa versi modern menganggap demokrasi memerlukan elite yang berkompeten untuk berfungsi efektif.

Apakah elitisme selalu bersifat negatif?

Tidak. Dalam konteks tertentu, elitisme dipahami sebagai penghargaan terhadap keunggulan moral dan intelektual, bukan sekadar dominasi sosial.

Apakah masih relevan membicarakan elitisme di era modern?

Ya. Di tengah konsentrasi kekuasaan ekonomi global dan politik, teori elitisme tetap relevan untuk memahami bagaimana kekuasaan sejati bekerja di balik institusi formal demokrasi.

Referensi

  • Pareto, V. (1935). The Mind and Society. New York: Harcourt, Brace and Company.
  • Mosca, G. (1939). The Ruling Class. New York: McGraw-Hill.
  • Michels, R. (1911). Political Parties: A Sociological Study of the Oligarchical Tendencies of Modern Democracy. New York: Free Press.
  • Mills, C. W. (1956). The Power Elite. New York: Oxford University Press.
  • Bottomore, T. B. (1993). Elites and Society. London: Routledge.
Orang lain juga membaca :  Alfonsisme

Dukung berbagai Project Raymond Kelvin Nando kedepannya


Citation


Previous Article

Eko-Sosialisme

Next Article

Fasisme